Kebiasaan Membeli Buku Bekas di Toko Rahayu Buku
Wika (32), seorang ibu rumah tangga dari Kalibagor, Kabupaten Banyumas, sering mengajak anaknya yang masih duduk di Taman Kanak-Kanak untuk datang ke Toko Rahayu Buku. Tempat ini berada di seberang Pasar Sokaraja dan menjadi tujuan ketiga kalinya bagi Wika. Tujuannya adalah untuk membeli buku bekas yang masih dalam kondisi baik dan tanpa cacat.
Menurut Wika, meskipun bukunya bekas, isi dan pengetahuannya tetap bermanfaat. Ia mengungkapkan bahwa informasi tentang toko ini diperoleh dari TikTok, khususnya melalui fitur FYP (For You Page). Ia ingin mengajarkan anaknya pentingnya literasi sejak dini. Dengan membaca buku, ia berharap anaknya akan memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas saat masuk Sekolah Dasar.
Wika menjelaskan bahwa ia mulai dengan buku-buku sederhana seperti komik dan majalah bergambar agar anaknya lebih suka membaca. Menurutnya, baik buku baru maupun bekas, ilmu yang didapatkan sama. Perbedaannya hanya terletak pada kondisi fisik dan harga. Buku bekas biasanya lebih murah dibandingkan buku baru. Contohnya, ia membeli komik seharga Rp 20 ribu dan majalah latihan soal seharga Rp 5.000.
Di tempat yang sama, Wisnu Eka Wardhana (24), seorang mahasiswa, juga sering membeli buku bekas. Ia mengatakan bahwa buku bekas tidak masalah baginya selama isinya lengkap. Ia pernah mencari buku berjudul Mein Kampf yang sulit ditemukan di toko buku biasa. Wisnu menilai bahwa buku bekas lebih murah, misalnya buku baru dijual seharga Rp 100 ribu, sedangkan buku bekas hanya Rp 50 ribu. Meski kertasnya mungkin sudah kuning atau lecek, jika tidak ada halaman yang hilang, itu tidak menjadi masalah.
Toko Rahayu Buku: Berdiri Selama Satu Bulan
Toko Rahayu Buku yang berlokasi di depan Pasar Sokaraja, Kabupaten Banyumas, baru saja beroperasi selama satu bulan, sejak Maret 2026. Di dalam toko seluas 140 meter persegi, ratusan buku ensiklopedia, bacaan anak-anak, dan novel dalam bahasa Indonesia maupun asing tersusun rapi di rak-rak.
Buku-buku yang dipajang bukanlah buku baru, melainkan buku bekas. Arif Budianto (40) dan istrinya Wiwit Kurniasih (38) mendirikan toko ini dengan tujuan berbagi manfaat kepada masyarakat melalui buku koleksi keluarga mereka dengan harga yang terjangkau.
Meski bukunya bekas, bentuk fisiknya masih bagus dan menyediakan berbagai jenis bacaan. Sebelum beroperasi sebagai toko fisik, Arif dan Wiwit telah menjual buku bekas secara online sejak 2023. Tujuan utama mereka bukanlah mencari keuntungan, melainkan berkontribusi kepada masyarakat dengan memberikan akses pengetahuan melalui buku.
Koleksi Buku yang Beragam
Arif menjelaskan bahwa keluarganya memiliki banyak buku, terutama dari masa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Anak-anak mereka yang lima orang juga homeschooling, sehingga banyak buku-buku pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki.
Bangunan toko buku bekas ini merupakan milik keluarga istri Arif yang memiliki Hak Guna Bangunan (HGB). Oleh karena itu, Arif tidak menargetkan keuntungan tertentu setiap bulan atau tahun. Keluarganya juga telah cukup sejahtera melalui usaha apotek. Meskipun keluarga besar menyarankan membuka apotek lagi atau toko sembako, Arif dan istrinya memilih membuka toko buku bekas karena keinginan untuk berbagi pengetahuan.
Manfaat Membaca Buku
Menurut Arif, membaca buku memiliki banyak manfaat positif. Ia percaya bahwa gagasan-gagasan dalam buku dapat membantu pengembangan diri. Contohnya, buku dongeng bisa mengajarkan prinsip moral kepada anak-anak, sedangkan bacaan orang dewasa membuat seseorang lebih bijak.
Arif juga mengatakan bahwa bagi istrinya, buku merupakan jendela pengetahuan yang bisa menciptakan diri menjadi lebih tenang. Pengalaman pribadinya sendiri menunjukkan bahwa membaca buku berdampak positif pada emosinya. Awalnya, ia tidak begitu suka membaca, tetapi setelah diajak istrinya dan berdiskusi setelah membaca 70-100 halaman, ia merasakan perubahan.
Penjualan Buku Bekas yang Terus Berkembang
Arif dan Wiwit awalnya menjual buku bekas sejak 2023. Saat ini, penjualan terus berkembang meskipun tidak signifikan. Dalam sebulan, rata-rata terjual 200-300 buku. Koleksi buku di toko ini sangat beragam, termasuk bacaan untuk anak-anak usia 10-15 tahun, remaja, dewasa, dan usia produktif 30-50 tahun. Ada juga buku bacaan untuk ibu-ibu dan buku agama seperti Islam, Kristen, Katolik, dan Buddha. Beberapa buku berbahasa Inggris dan Korea juga tersedia.
Harga buku di Toko Rahayu Buku terjangkau dan murah. Buku bacaan anak dan komik dijual seharga Rp 5.000, bacaan umum seharga Rp 25 ribu, dan novel mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 60 ribu. Pembeli tidak hanya berasal dari Purwokerto, tetapi juga dari Bandung, Malang, dan daerah lainnya.



