Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, 5 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Analisis data arus mudik: kondisi jalan, korban, dan kecepatan kendaraan
    Hukum

    Analisis data arus mudik: kondisi jalan, korban, dan kecepatan kendaraan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 March 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Idul Fitri menjadi momen penting bagi masyarakat untuk kembali ke kampung halaman. Setiap tahunnya, banyak orang melakukan perjalanan mudik menjelang lebaran. Namun, momen ini juga sering kali diiringi dengan risiko kecelakaan lalu lintas yang tinggi.

    Dalam rangka memahami tren kecelakaan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik, kami mengumpulkan data dari berbagai sumber. Data tersebut mencakup rentang waktu H-8 hingga H+9 lebaran atau sebanyak 18 hari. Data yang digunakan berasal dari prediksi mudik dan arus balik yang dikeluarkan Kemenhub. Berikut rincian tanggal periode mudik:

    • 2022: 24 April – 11 Mei
    • 2023: 14 April – 1 Mei
    • 2024: 2 April – 19 April
    • 2025: 23 Maret – 9 April

    Berdasarkan data yang kami analisis, terdapat total 30.056 kecelakaan lalu lintas selama periode mudik antara tahun 2022 hingga 2025. Kerugian materil mencapai Rp 65,1 miliar.

    Tren Kecelakaan Tahunan:
    – 2022: 7.432 kecelakaan dengan kerugian materil Rp 13,3 miliar.
    – 2023: 7.901 kecelakaan dengan kerugian materil Rp 20 miliar.
    – 2024: 7.565 kecelakaan dengan kerugian materil Rp 17 miliar.
    – 2025: 7.158 kecelakaan dengan kerugian materil Rp 14,8 miliar.

    Selain itu, kecelakaan juga menimbulkan korban. Total korban mencapai 47.564 orang. Rinciannya:
    – Luka ringan: 38.922 orang (81,83%)
    – Meninggal dunia: 4.747 orang (9,98%)
    – Luka berat: 3.895 orang (8,19%)

    Mayoritas Kecelakaan karena Faktor Manusia

    Mayoritas kecelakaan lalu lintas selama mudik disebabkan oleh faktor manusia. Dari total 30.056 kecelakaan, sebanyak 24.490 kecelakaan (81,48%) disebabkan oleh kesalahan manusia. Sementara itu:
    – Kendaraan: 982 kecelakaan (3,27%)
    – Jalan: 171 kecelakaan (0,57%)
    – Alam: 19 kecelakaan (0,06%)
    – Penyebab tidak diketahui: 4.394 kecelakaan (14,62%)

    Pada tahun 2025, kecelakaan akibat faktor manusia mencapai 95,07% dari total kecelakaan. Pola ini konsisten setiap tahunnya.

    Cuaca dan Kondisi Jalan

    Sebagian besar kecelakaan terjadi saat cuaca cerah. Selama periode mudik 2022–2025, tercatat 28.382 kecelakaan (94,43%) pada kondisi cuaca cerah. Rincian lainnya:
    – Hujan gerimis: 595 kecelakaan (1,98%)
    – Berawan: 403 kecelakaan (1,34%)
    – Berkabut: 50 kecelakaan (0,17%)
    – Hujan disertai angin kencang: 11 kecelakaan (0,04%)
    – Hujan es: 8 kecelakaan (0,03%)
    – Hujan es: 1 kecelakaan (0,03%)

    Kecelakaan juga lebih sering terjadi di jalan dengan kondisi baik. Sebanyak 28.903 kecelakaan (96,16%) terjadi di jalan yang baik. Sementara:
    – Jalan berlubang: 430 kecelakaan (1,43%)
    – Jalan berombak: 247 kecelakaan (0,82%)

    Kecepatan dan Cahaya

    Mayoritas kecelakaan terjadi pada kecepatan normal. Dari total 30.056 kecelakaan, sebanyak 23.836 kecelakaan (79,31%) melibatkan kendaraan dengan kecepatan di bawah 50 km/jam. Sementara:
    – Kecepatan 40 km/jam: 10.051 kecelakaan
    – Kecepatan 20 km/jam: 5.955 kecelakaan
    – Kecepatan 30 km/jam: 2.639 kecelakaan
    – Kecepatan 50 km/jam: 5.191 kecelakaan

    Kecelakaan juga lebih sering terjadi saat cahaya memadai. Sebanyak 24.657 kecelakaan (82,04%) terjadi dalam kondisi cahaya terang. Sementara:
    – Cahaya redup: 3.521 kecelakaan (11,71%)
    – Gelap: 1.802 kecelakaan (6%)

    Jenis Jalan dan Geometri

    Kecelakaan paling banyak terjadi di jalan lurus, yaitu sebanyak 25.871 kecelakaan (86,08%). Sementara:
    – Tikungan: 1.539 kecelakaan (5,12%)
    – Simpang empat: 1.002 kecelakaan (3,33%)
    – Simpang tiga T: 990 kecelakaan (3,29%)
    – Simpang tiga Y: 301 kecelakaan (1,00%)

    Jalan arteri menjadi lokasi kecelakaan terbanyak, yaitu sebanyak 12.932 kecelakaan (43,03%). Sementara:
    – Jalan kolektor: 10.346 kecelakaan (34,42%)
    – Jalan lokal: 6.462 kecelakaan (21,50%)
    – Jalan tol: 316 kecelakaan (1,05%)

    Jalan arteri biasanya digunakan untuk perjalanan jarak jauh, sedangkan jalan kolektor berfungsi sebagai penghubung antara jalan arteri dan jalan lokal. Jalan lokal umumnya digunakan oleh masyarakat setempat dengan lebar badan jalan sekitar 5 meter.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?