Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 17 Maret 2026
Trending
  • Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM
  • Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya
  • Limbah Elektronik Global Beredar Tanpa Pengawasan
  • Saham Indeks KOMPAS100 Masih Layak Diperhatikan
  • Awal Mula Kasus Bibi Kelinci: CCTV Pencurian di Restoran Jadi Bukti Tersangka
  • THR 2026 Dipotong Pajak? Ini Penjelasan DJP dan Besarannya
  • Performa menurun, masa depan Phil Foden di Man City dan Piala Dunia 2026 dipertanyakan
  • Sejak 28 Februari, 14.796 Jemaah Umrah Kembali ke RI: 352 Jemaah Baru Tiba
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Aktivitas Tangkuban Parahu Terus Naik, Masyarakat Diingatkan Erupsi Tiba-tiba
Nasional

Aktivitas Tangkuban Parahu Terus Naik, Masyarakat Diingatkan Erupsi Tiba-tiba

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Juni 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Aktivitas Tangkuban Parahu Terus Naik, Masyarakat Diingatkan  Erupsi Tiba-tiba
Petugas pos pengamatan gunung api menunjukkan seismograf Gunung Tangkuban Parahu.(MI/Depi Gunawan)

 

GUNUNG Tangkuban Parahu terus mengalami kenaikan aktivitas vulkanik setiap hari. Berdasarkan data pos pengamatan, terjadi 37 kali gempa hembusan, gempa low frekuensi (LF) sebanyak 270 kali serta gempa vulkanik dangkal 2 kali dengan amplituda 2-8 mm berdurasi 6-9 detik.

Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi, Kristiyanto menjelaskan, data terbaru aktivitas Tangkuban Parahu tersebut jelas menunjukkan tren peningkatan dari sisi kegempaan.

Baca juga : 7 Fakta Penting tentang Peningkatan Aktivitas Gunung Tangkuban Perahu yang Wajib Diketahui

“Sejak tanggal 1, tercatat sekitar 100 kejadian gempa LF. Kemarin (Senin) tercatat 134 kejadian, dan hari Selasa meningkat lagi menjadi 270 kejadian,” katanya di Pos Pemantauan Gunungapi Tangkuban Parahu Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (4/6).

Ia menyatakan, karakter Gunung Tangkuban Parahu berbeda dengan gunung api lainnya di Indonesia. Tangkuban Parahu dikenal sebagai gunung berapi tipe hidrotermal yang berpotensi mengalami erupsi freatik, yaitu semburan uap dan material panas tanpa didahului peningkatan deformasi atau kegempaan yang signifikan. 

“Berbeda dengan Gunung Merapi atau Semeru, erupsi freatik di sini bisa terjadi nyaris tanpa tanda-tanda besar. Faktor pemicunya bisa berupa naiknya magma menuju permukaan atau peningkatan tekanan akibat aktivitas hidrotermal,” ungkapnya.

Baca juga : Bahaya Tingkat Tinggi, Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Naik ke Level IV

Untuk memastikan penyebab peningkatan aktivitas kali ini, tim Badan Geologi melakukan pemantauan dan pengukuran multi-gas vulkanik dan membandingkan pola gas dengan data tahun-tahun sebelumnya. 

“Uji gas kami lakukan terus-menerus. Namun, analisis gunung hidrotermal memang tidak mudah. Bisa saja tren data serupa dengan 2019, dan bisa pula berbeda,” ucapnya.

Perubahan struktur

Selain aktivitas kegempaan, Badan Geologi juga mendeteksi perubahan pada struktur tubuh gunung melalui metode deformasi seperti Electronic Distance Measurement (EDM) dan Global Navigation Satellite System (GNSS). Hasilnya menunjukkan pola inflasi yang mengindikasikan adanya tekanan yang meningkat dari dalam gunung. Sehingga masyarakat diimbau waspada potensi erupsi freatik.

Baca juga : Aktivitas Vulkanik Tiga Gunungapi Menjadi Fokus Siaga Darurat Bencana Pekan Ini

Ketua Tim Kerja Gunung Api pada Badan Geologi, Heruningtyas menjelaskan, karakter erupsi freatik terjadi ketika air tanah atau air hujan yang meresap ke dalam rekahan batuan bersentuhan dengan magma atau batuan panas di bawah permukaan. 

Kontak tersebut menghasilkan uap dengan tekanan tinggi yang kemudian meledak secara tiba-tiba, memuntahkan material berupa uap, lumpur, abu, dan fragmen batu ke udara. Jenis letusan freatik ini bisa terjadi tiba-tiba tanpa didahului oleh tanda-tanda jelas.

“Jadi karakter erupsi freatik itu biasa terjadi saat panas magma bertemu dengan air. Nah kapan kapan pertemuan air dan magma ini yang tidak bisa kita pastikan,” ungkapnya. 

Baca juga : Gunung Berapi Terbesar di Dunia, Mauna Loa, Beri Peringatan Sebelum Meletus di 2022

Erupsi freatik

Berbeda dengan erupsi magmatik yang biasanya didahului oleh peningkatan kegempaan dan deformasi permukaan, erupsi freatik bisa terjadi secara mendadak, bahkan saat indikator vulkanik masih rendah. Hal ini membuat erupsi freatik sangat berbahaya bagi wisatawan dan masyarakat di sekitar kawah Tangkuban Parahu.

“Jadi salah satu yang bisa memicu freatik itu salah satunya hujan, karena air meteorit yang bertemu sumbu panas magma ini bisa dipicu peningkatan curah hujan,” tambahnya. (E-2)

 

Aktivitas Diingatkan Erupsi Masyarakat Naik Parahu Tangkuban Terus Tibatiba
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Awal Mula Kasus Bibi Kelinci: CCTV Pencurian di Restoran Jadi Bukti Tersangka

17 Maret 2026

Saham Indeks KOMPAS100 Masih Layak Diperhatikan

17 Maret 2026

Ayatollah Mojtaba Khamenei Terpilih Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump Anggap Tak Berarti

17 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM

17 Maret 2026

Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya

17 Maret 2026

Limbah Elektronik Global Beredar Tanpa Pengawasan

17 Maret 2026

Saham Indeks KOMPAS100 Masih Layak Diperhatikan

17 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?