Pengalaman Buruk Akhyana Saat Motor Raib Digondol Maling
“Saya lari kejar, tapi kalah cepat.”
Kalimat singkat itu meluncur lirih dari Muhammad Akhyana Da’i Nurdin (20), saat menceritakan detik-detik sepeda motornya raib digondol maling di depan rumahnya sendiri.
Malam yang semula berjalan seperti biasa berubah menjadi mimpi buruk bagi pemuda asal Desa Kertasari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon itu. Baru saja pulang kerja dan berniat beristirahat, motor yang menjadi penopang hidupnya justru lenyap dalam hitungan detik.
Kesaksian Korban: Pulang Kerja Berujung Mimpi Buruk
Awalnya, Akhyana habis bekerja malam. Seperti biasa, ia menaruh alat dulu. Motor yang ia bawa parkir di sini sekalian mau cuci tangan. Setelah memarkir motor, Akhyana naik ke lantai atas rumah untuk menyimpan peralatan kerja. Ia berencana makan dan beristirahat sejenak. Namun, suara mencurigakan dari arah parkiran membuat langkahnya terhenti.
Pas mau ambil makan, saya dengar suara kayak orang ngotak-atik. Biasanya di sini suka buat isi angin ban. Tapi kok suaranya aneh.
Upaya Pengejaran Pelaku yang Berujung Gagal
Rasa curiga membuat Akhyana turun mengecek. Pemandangan di bawah rumahnya membuat refleks tubuhnya bekerja tanpa pikir panjang.
Ternyata motor saya lagi diotak-atik. Pas saya mau lompat dari tangga karena refleks, itu motor sudah dinyalain.
Pelaku langsung tancap gas. Akhyana bergegas turun dan mencoba mengejar, meski sadar peluangnya kecil.
Iya, sempat ngejar sampai ke belakang. Cuma ya kalah lah, orang lari sama motor.
Menurut Akhyana, pelaku berjumlah dua orang dan berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam. Keduanya mengenakan helm dan masker.
Pelakunya dua orang, berboncengan. Saya enggak fokus lihat pelat nomor karena mata saya minus.
Modus Pelaku: Sempat Mondar-Mandir Pantau Situasi
Ia juga mengaku sempat melihat gerak-gerik mencurigakan sebelum aksi pencurian terjadi.
Sebelumnya mondar-mandir. Pas tetangga belakang sudah lewat, dia balik lagi ke sini, terus langsung eksekusi motor saya.
Padahal, sepeda motor jenis Beat New Street miliknya sudah dalam kondisi terkunci stang. Namun pelaku mampu membobolnya dengan sangat cepat.
Dikunci stang. Tapi cepat banget, hitungan detik, enggak sampai semenit. Heran aja sih kok bisa secepat itu.
Akhyana sempat berteriak meminta pertolongan warga. Awalnya, teriakannya tak langsung direspons.
Saya sempat teriak maling. Warga kira anak kecil karena suara saya kecil. Pas tahu ada maling motor, baru pada keluar semua.
Harapan Korban untuk Motor Kredit Penopang Ekonomi
Bagi Akhyana, motor tersebut bukan sekadar kendaraan. Motor itu masih dalam status kredit dan menjadi alat utama untuk bekerja serta membantu keluarga.
Penting banget buat kerja, buat cari uang, buat bantu keluarga.
Kehilangan itu pun membuatnya terpukul.
Iya, terpukul banget. Cuma ya Qadarullah, bencana kan enggak ada di kalender.
Ia berharap sepeda motornya bisa kembali, namun mencoba ikhlas jika kenyataan berkata lain.
Harapannya semoga bisa ketemu. Kalau enggak, mungkin Allah balas dengan yang terbaik.
Akhyana memastikan telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Sudah bikin laporan, STPL juga sudah. Sekarang nunggu surat pemblokiran STNK karena motor masih kredit.
Update Penyelidikan Kepolisian Polsek Depok
Diberitakan sebelumnya, keheningan malam di sebuah perumahan di Kabupaten Cirebon mendadak pecah. Dalam hitungan tak sampai 10 detik, sepeda motor putih yang terparkir di depan rumah raib digondol dua pria misterius. Seluruh aksi pencurian itu terekam kamera pengawas CCTV dan beredar luas di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Perumahan Graha Roro Cantik, Blok Kenir, Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 21.08 WIB. Dalam rekaman CCTV, dua pria berboncengan masuk ke area perumahan, berhenti di depan motor korban, lalu membobol kunci stang dengan sangat cepat sebelum kabur membawa motor tersebut.
Kapolsek Depok Polresta Cirebon, AKP Endang Kusnandar, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut.
Kami sudah menerima laporan terkait pencurian sepeda motor yang terekam CCTV. Saat ini masih dalam penyelidikan.



