Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 1 Oktober 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»AI Membaca Pikiran: Implan Otak Buka Jalan Baru bagi Pasien ALS untuk Bekerja dan Berbicara Lagi
Teknologi

AI Membaca Pikiran: Implan Otak Buka Jalan Baru bagi Pasien ALS untuk Bekerja dan Berbicara Lagi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com

– Persaingan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya terjadi di pusat data perusahaan teknologi besar. Di bidang kesehatan, AI kini menjadi fondasi dari inovasi yang memungkinkan seseorang yang kehilangan kemampuan berbicara akibat penyakit saraf berat kembali berkomunikasi dan bahkan bekerja penuh waktu.

Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau penyakit Lou Gehrig adalah gangguan neurodegeneratif yang merusak neuron motorik secara bertahap hingga menyebabkan kelumpuhan dan hilangnya kemampuan berbicara. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi brain-computer interface (BCI) atau antarmuka otak-komputer dikembangkan untuk menerjemahkan aktivitas otak menjadi perintah digital, tetapi sebagian besar masih terbatas pada laboratorium.

Tim peneliti University of California, Davis melaporkan bahwa pasien ALS bernama Casey Harrell telah menggunakan implan BCI sejak 2023. Sistem tersebut memungkinkannya mengendalikan kursor komputer dengan pikiran sekaligus menghasilkan kalimat dengan tingkat akurasi 99 persen dalam pengujian dan sekitar 92 persen dalam penggunaan sehari-hari. Temuan itu juga dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine.

Ahli bedah saraf UC Davis, David Brandman, menyebut capaian tersebut sebagai titik balik perkembangan BCI. “Hal terpenting bagi saya adalah teknologi ini memungkinkan komunikasi sehari-hari bagi seseorang yang ingin berbicara, tetapi tidak bisa. Meskipun lumpuh, Casey telah kembali bekerja penuh waktu dan dapat melakukan percakapan bermakna dengan putrinya,” ujarnya.

Keunggulan lain sistem ini adalah kemampuannya digunakan secara mandiri di rumah. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mengharuskan kehadiran ilmuwan, tim perawatan Harrell cukup menghubungkan perangkat tersebut sehingga dia dapat mengoperasikannya sendiri. Selama hampir dua tahun, Harrell telah menggunakan sistem itu lebih dari 3.800 jam atau rata-rata lebih dari lima jam setiap hari untuk bekerja, berkirim pesan, dan berinteraksi dengan keluarga.

Harrell menggambarkan dampak teknologi itu terhadap kehidupannya. “Hidup saya kini lebih penuh dengan aktivitas bersama teman, keluarga, dan rekan kerja. Teknologi ini memungkinkan saya berkomunikasi dengan cara yang jauh lebih alami dibandingkan teknologi apa pun yang pernah saya gunakan,” katanya melalui sistem BCI.

Sementara kepada Nature, dia menegaskan, “Ini tidak kalah dari sebuah revolusi. Teknologi ini membuat saya tetap bekerja dan menopang keluarga saya, sekaligus menghubungkan saya kembali dengan teman dan kerabat.”

Terobosan tersebut tidak bertumpu pada perangkat keras baru. Tim UC Davis memanfaatkan implan dari Blackrock Neurotech dan mengembangkan platform perangkat lunak bernama Brain-computer Interface for Rapidly Adaptive Neural Decoding (BRAND). Algoritme pembelajaran mesin di dalamnya menerjemahkan aktivitas pada bagian otak yang mengendalikan gerakan wajah, mulut, dan rahang menjadi fonem bahasa Inggris, kemudian menyusunnya menjadi kata dan kalimat yang dapat diucapkan komputer.

Brandman menilai tugas utama timnya adalah membuktikan bahwa BCI bukan sekadar eksperimen akademik. “Tugas saya adalah mengurangi risikonya,” ujarnya. Dia mengibaratkan perkembangan BCI saat ini seperti alat pacu jantung pada 1950-an yang masih besar dan bergantung pada perangkat eksternal, tetapi kemudian berkembang menjadi teknologi medis yang praktis dan lazim digunakan.

“Kami masih berada pada tahap awal teknologi ini. Casey telah menunjukkan bahwa teknologi semacam ini benar-benar praktis,” katanya.

Di tengah persaingan pengembangan BCI oleh perusahaan seperti Neuralink, Synchron, dan Paradromics, penelitian UC Davis menunjukkan bahwa kemajuan AI dapat mempercepat penerapan teknologi tersebut dalam kehidupan nyata. Bahkan, Brandman menyatakan bahwa “kami mungkin telah melewati sebuah ambang batas dengan memberdayakan seseorang yang lumpuh untuk berbicara dengan caranya sendiri.”

Bagi Harrell, keberhasilan itu bukan sekadar pencapaian pribadi. “Saya sangat berharap tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang menikmati manfaat teknologi ini, melainkan banyak orang dengan kondisi seperti saya dapat mengaksesnya melalui layanan kesehatan,” ujarnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa tujuan utama pengembangan teknologi ini bukan menjadikan segelintir pasien sebagai kisah sukses, melainkan menghadirkan solusi yang dapat diakses luas bagi penyandang kelumpuhan di seluruh dunia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?