Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 8 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Ragam»Teknologi»AI Masuk Medan Perang, Pasukan Robot Siap Dikerahkan ke Ukraina
    Teknologi

    AI Masuk Medan Perang, Pasukan Robot Siap Dikerahkan ke Ukraina

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 June 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengujian Robot Tentara Humanoid di Ukraina

    Amerika Serikat (AS) telah memulai pengujian penggunaan robot tentara humanoid berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi militer di medan perang Ukraina. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam operasi militer, terutama di wilayah yang rentan terhadap ancaman serangan.

    Perusahaan teknologi asal San Francisco, Foundation Future Industries, menjadi salah satu pengembang utama robot humanoid yang digunakan dalam konflik ini. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada pengembangan sistem militer berbasis AI, tetapi juga berkompetisi dengan sejumlah vendor pertahanan lainnya dalam mengembangkan teknologi yang dapat mendukung kebutuhan tempur masa depan.

    Dalam wawancara dengan CNBC International, CEO Foundation Future Industries, Sankaet Pathak, mengungkapkan bahwa beberapa unit robot humanoid buatan perusahaan telah dikirim ke Ukraina untuk menjalani pengujian lapangan dan potensi penggunaan langsung dalam konflik melawan Rusia. Robot tersebut adalah model Phantom Mk1, sebuah robot tempur berbasis AI yang dirancang untuk beroperasi di lingkungan berbahaya dan mendukung berbagai tugas militer berisiko tinggi di medan perang.

    Fungsi dan Tujuan Robot

    Robot humanoid ini difokuskan untuk membantu pengiriman perbekalan, perlengkapan tempur, serta kebutuhan penting lainnya ke posisi tentara Ukraina di garis depan konflik melawan Rusia. Penggunaan robot humanoid dalam operasi militer ini dinilai menjadi bagian dari perkembangan baru strategi perang modern, di mana teknologi AI dan sistem otonom mulai memainkan peran penting dalam mendukung aktivitas tempur di berbagai negara.

    Pengujian di Ukraina dilakukan untuk melihat kemampuan robot beroperasi di lingkungan ekstrem dan berisiko tinggi sebelum nantinya digunakan lebih luas dalam kebutuhan militer. Tak hanya digunakan di Ukraina, robot-robot tersebut juga direncanakan menjalani pengujian bersama militer Amerika Serikat dalam beberapa waktu mendatang.

    Foundation Future Industries diketahui telah memperoleh kontrak senilai 24 juta dolar AS untuk pengembangan dan pengujian robot humanoid di berbagai cabang militer AS, termasuk Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut. Program pengujian tersebut mencakup berbagai kebutuhan operasional seperti inspeksi area militer, distribusi logistik, hingga penanganan sistem persenjataan di lapangan.

    Desain dan Kemampuan Robot

    Phantom Mk1 memiliki desain menyerupai manusia dengan tinggi hampir enam kaki atau sekitar 180 sentimeter dan berat mencapai 176 pon. Robot tersebut dibekali 29 derajat kebebasan gerak sehingga mampu berjalan, membawa perlengkapan, serta bergerak di medan yang sulit dijangkau kendaraan biasa. Kecepatan robot disebut mampu mencapai sekitar 3,8 mil per jam.

    Foundation juga mengklaim sistem aktuator eksklusif pada robot memungkinkan performa setara sistem hidrolik namun tetap hemat energi layaknya motor listrik modern. Teknologi ini membuat robot mampu beroperasi di berbagai kondisi ekstrem termasuk lingkungan perang.

    Tantangan dan Kekhawatiran

    Meski begitu, pengujian awal di Ukraina masih menemukan sejumlah kelemahan, seperti daya tahan baterai yang belum optimal, kapasitas muatan terbatas, dan kemampuan tahan air yang masih perlu ditingkatkan. Selain itu, penggunaan robot dengan akses terhadap sistem persenjataan dikhawatirkan memunculkan persoalan etika serius, terutama jika suatu saat sistem AI mampu bertindak secara mandiri tanpa kendali manusia penuh.

    Kendati demikian, Foundation Future Industries menegaskan bahwa perusahaannya masih mengutamakan keterlibatan manusia dalam pengoperasian robot militer tersebut. Para analis menilai pengembangan robot tempur humanoid dapat mengubah wajah peperangan modern di masa depan. Penggunaan AI, sistem otomatis, dan robotika diperkirakan akan semakin dominan dalam operasi militer berbagai negara besar dunia.

    Konflik Rusia-Ukraina sendiri kini menjadi salah satu medan utama pengujian teknologi perang generasi baru, mulai dari drone, sistem AI, hingga robot humanoid yang sebelumnya hanya muncul dalam konsep teknologi futuristik.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

    25 August 2026

    30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

    25 August 2026

    Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

    25 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?