Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 15 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»AI Masuk Medan Perang, Pasukan Robot Siap Dikerahkan ke Ukraina
Teknologi

AI Masuk Medan Perang, Pasukan Robot Siap Dikerahkan ke Ukraina

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengujian Robot Tentara Humanoid di Ukraina

Amerika Serikat (AS) telah memulai pengujian penggunaan robot tentara humanoid berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi militer di medan perang Ukraina. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam operasi militer, terutama di wilayah yang rentan terhadap ancaman serangan.

Perusahaan teknologi asal San Francisco, Foundation Future Industries, menjadi salah satu pengembang utama robot humanoid yang digunakan dalam konflik ini. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada pengembangan sistem militer berbasis AI, tetapi juga berkompetisi dengan sejumlah vendor pertahanan lainnya dalam mengembangkan teknologi yang dapat mendukung kebutuhan tempur masa depan.

Dalam wawancara dengan CNBC International, CEO Foundation Future Industries, Sankaet Pathak, mengungkapkan bahwa beberapa unit robot humanoid buatan perusahaan telah dikirim ke Ukraina untuk menjalani pengujian lapangan dan potensi penggunaan langsung dalam konflik melawan Rusia. Robot tersebut adalah model Phantom Mk1, sebuah robot tempur berbasis AI yang dirancang untuk beroperasi di lingkungan berbahaya dan mendukung berbagai tugas militer berisiko tinggi di medan perang.

Fungsi dan Tujuan Robot

Robot humanoid ini difokuskan untuk membantu pengiriman perbekalan, perlengkapan tempur, serta kebutuhan penting lainnya ke posisi tentara Ukraina di garis depan konflik melawan Rusia. Penggunaan robot humanoid dalam operasi militer ini dinilai menjadi bagian dari perkembangan baru strategi perang modern, di mana teknologi AI dan sistem otonom mulai memainkan peran penting dalam mendukung aktivitas tempur di berbagai negara.

Pengujian di Ukraina dilakukan untuk melihat kemampuan robot beroperasi di lingkungan ekstrem dan berisiko tinggi sebelum nantinya digunakan lebih luas dalam kebutuhan militer. Tak hanya digunakan di Ukraina, robot-robot tersebut juga direncanakan menjalani pengujian bersama militer Amerika Serikat dalam beberapa waktu mendatang.

Foundation Future Industries diketahui telah memperoleh kontrak senilai 24 juta dolar AS untuk pengembangan dan pengujian robot humanoid di berbagai cabang militer AS, termasuk Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut. Program pengujian tersebut mencakup berbagai kebutuhan operasional seperti inspeksi area militer, distribusi logistik, hingga penanganan sistem persenjataan di lapangan.

Desain dan Kemampuan Robot

Phantom Mk1 memiliki desain menyerupai manusia dengan tinggi hampir enam kaki atau sekitar 180 sentimeter dan berat mencapai 176 pon. Robot tersebut dibekali 29 derajat kebebasan gerak sehingga mampu berjalan, membawa perlengkapan, serta bergerak di medan yang sulit dijangkau kendaraan biasa. Kecepatan robot disebut mampu mencapai sekitar 3,8 mil per jam.

Foundation juga mengklaim sistem aktuator eksklusif pada robot memungkinkan performa setara sistem hidrolik namun tetap hemat energi layaknya motor listrik modern. Teknologi ini membuat robot mampu beroperasi di berbagai kondisi ekstrem termasuk lingkungan perang.

Tantangan dan Kekhawatiran

Meski begitu, pengujian awal di Ukraina masih menemukan sejumlah kelemahan, seperti daya tahan baterai yang belum optimal, kapasitas muatan terbatas, dan kemampuan tahan air yang masih perlu ditingkatkan. Selain itu, penggunaan robot dengan akses terhadap sistem persenjataan dikhawatirkan memunculkan persoalan etika serius, terutama jika suatu saat sistem AI mampu bertindak secara mandiri tanpa kendali manusia penuh.

Kendati demikian, Foundation Future Industries menegaskan bahwa perusahaannya masih mengutamakan keterlibatan manusia dalam pengoperasian robot militer tersebut. Para analis menilai pengembangan robot tempur humanoid dapat mengubah wajah peperangan modern di masa depan. Penggunaan AI, sistem otomatis, dan robotika diperkirakan akan semakin dominan dalam operasi militer berbagai negara besar dunia.

Konflik Rusia-Ukraina sendiri kini menjadi salah satu medan utama pengujian teknologi perang generasi baru, mulai dari drone, sistem AI, hingga robot humanoid yang sebelumnya hanya muncul dalam konsep teknologi futuristik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026

Waktu luang jadi ruang kreatif untuk modifikasi skutik murah

11 Juli 2026

Harga iPhone 17e 512GB Stabil, Ini Update Terbaru iPhone 17e dan Seri iPhone 17 iBox

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?