Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 30 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»AGI Picu Perubahan Pasar Kerja, Profesi Ini Paling Rentan Terancam
Teknologi

AGI Picu Perubahan Pasar Kerja, Profesi Ini Paling Rentan Terancam

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Besar di Pasar Tenaga Kerja Akibat Kecerdasan Buatan Umum

Kemunculan Artificial General Intelligence (AGI) atau kecerdasan umum buatan menimbulkan perubahan besar dalam berbagai aspek, termasuk pasar tenaga kerja. Menurut Heru Sutadi, Direktur Eksekutif ICT Institute, AGI membawa lompatan signifikan dibandingkan gelombang otomatisasi sebelumnya. Teknologi yang ada saat ini lebih banyak menggantikan pekerjaan rutin dan fisik, sementara AGI mampu menyasar tugas kognitif seperti analisis, penalaran, hingga pengambilan keputusan.

“Jika sebelumnya teknologi menggantikan pekerjaan rutin, AGI sudah masuk ke ranah kognitif,” ujarnya.

Heru menjelaskan bahwa kehadiran AGI akan mendorong pergeseran dari ekonomi berbasis jabatan menuju ekonomi berbasis keterampilan. Pekerja yang mampu memanfaatkan AI berpotensi mengalami peningkatan produktivitas, sementara yang tidak beradaptasi berisiko tertinggal. Tanpa intervensi kebijakan yang memadai, transformasi ini bisa memperlebar kesenjangan antara tenaga kerja berkeahlian tinggi dan rendah.

Di Indonesia, ekonomi berbasis jabatan masih sangat kuat. Pekerja yang menguasai AI pun tetap bisa berada di bawah mereka yang memiliki jabatan lebih tinggi. Dari sisi sektoral, Heru memperkirakan AGI berpotensi menggantikan lebih banyak pekerjaan dibandingkan teknologi AI saat ini. Profesi berbasis pengetahuan seperti analis, akuntan, layanan pelanggan, serta fungsi administratif dan manajemen menengah menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Selain itu, pekerjaan kreatif yang bersifat standar juga mulai menghadapi tekanan. Meski begitu, Heru menekankan bahwa AGI tidak selalu menghilangkan pekerjaan secara total, melainkan mengubah komposisi tugas di dalamnya.

“Banyak peran akan berevolusi. Manusia akan fokus pada aspek strategis, sementara tugas operasional diambil alih AI,” ujarnya.

Kendati demikian, dia menilai sejumlah keterampilan tetap tidak tergantikan oleh AGI, seperti nilai, etika, empati, serta kemampuan membangun kepercayaan. Kepemimpinan dalam situasi tidak pasti dan kreativitas konseptual juga dinilai tetap relevan.

“AGI unggul dalam mengenali pola, tetapi masih terbatas dalam memahami konteks sosial yang mendalam. Keunggulan manusia ke depan ada pada cara berpikir dan kemampuan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu,” jelasnya.

Strategi untuk Menghadapi Disrupsi

Menghadapi potensi disrupsi tersebut, Heru menilai perusahaan perlu merombak strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Pendekatan berbasis keterampilan dan kolaborasi manusia-AI menjadi kunci, menggantikan sistem kerja berbasis deskripsi jabatan yang kaku. Selain itu, investasi dalam pembelajaran berkelanjutan menjadi keharusan, terutama untuk meningkatkan literasi AI, kemampuan berpikir kritis, serta adaptabilitas tenaga kerja.

Di sisi lain, dia menekankan pentingnya memastikan transisi yang adil bagi pekerja terdampak. Program reskilling dan upskilling perlu dilakukan secara cepat dan masif, disertai dengan jalur perpindahan karir yang jelas. Perusahaan juga didorong untuk mengalihkan tenaga kerja ke peran baru, bukan sekadar melakukan pemutusan hubungan kerja sebagai respons terhadap efisiensi teknologi.

“Secara negara, perlu ada re-imagining dan re-strategy dalam membangun peradaban baru di era AI,” kata Heru.

Lebih lanjut, dia menilai peran pemerintah menjadi kunci dalam meredam dampak disrupsi tersebut. Reformasi pendidikan dan sistem pelatihan nasional perlu dipercepat agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri. Menurutnya, regulasi AI saat ini masih berfokus pada aspek etika dan keamanan, sehingga belum cukup untuk mengantisipasi dampak AGI terhadap pasar tenaga kerja. Diperlukan kebijakan tambahan yang menyasar perlindungan tenaga kerja serta distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata.

“AI bukan sekadar jargon. Kita harus mendorong solusi berbasis AI dengan nilai kearifan lokal, memberdayakan petani, UMKM, dan generasi muda agar menjadi generasi emas, bukan generasi cemas,” tutupnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?