Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 3 Maret 2026
Trending
  • Pertukaran Data RI-AS: Dampak dan Risiko bagi Pusat Data Nasional
  • 7 parfum lokal beraroma kayu yang mewah dan tahan lama
  • Nani, Wanita Viral yang Sering Tak Bayar Makan, Kini Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa
  • Tiga Tokoh Besar Kritik Dwi Sasetyaningtyas, Desak Cabut Status WNI
  • Prediksi Skor NEC vs Fortuna Sittard 1 Maret 2026: Head-to-Head & Live Streaming
  • 12 Prediksi Shio Penuh Cinta, Karier, dan Angka Beruntung Sabtu 28 Februari 2026
  • Deddy Mizwar Konsisten Buat Sinetron Ramadan untuk Syiar yang Menyenangkan
  • Perkembangan Teknologi Tiongkok: 6G dan Pengaruhnya Terhadap Hubungan Internasional
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»Legitimasi Wapres Gibran Kuat, Publik Diminta Tak Terjebak Propaganda Politik
Daerah

Legitimasi Wapres Gibran Kuat, Publik Diminta Tak Terjebak Propaganda Politik

Redaksi Indonesia DiscoverBy Redaksi Indonesia Discover29 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesiadiscover.com, Jakarta  Jaringan Aktivis Nusantara ( JAIN) di zaman Resto menggelar diskusi publik berlangsung di Jakarta pada Minggu (29/6/2025)

Diskusi publik yang bertajuk, “Dinamika Politik Indonesia Hari Ini, Legitimasi Wakil Presiden, dan Propaganda Asing”.

Dikesempatan itu menghadirkan  sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, dari aktivis pemuda, akademisi, hingga pengamat politik.

Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa dalam forum itu  menyampaikan bahwa posisi Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, tidak seharusnya dipersoalkan secara hukum maupun politik.

“Pasangan Prabowo-Gibran telah meraih mandat jelas dari rakyat. Legitimasi itu sah, bukan untuk terus dipertanyakan,” ujar Putri.

Ia juga menyinggung kecenderungan narasi spekulatif yang mengarah pada pemakzulan. Menurutnya, wacana seperti ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi dan pemerintahan yang baru terbentuk. “Pemilu sudah selesai, sekarang waktunya kita kawal pemerintahan dengan narasi yang sehat,” tambahnya.

JAN sebagai penyelenggara forum menyampaikan bahwa diskusi ini bagian dari kontribusi masyarakat sipil untuk merespons dinamika politik secara terbuka namun tetap konstruktif.

“Kami ingin ruang publik tetap cair dan produktif. Tapi jangan sampai jadi ruang propaganda yang mengancam stabilitas,” jelas moderator dari JAN.

Sementara itu, penulis dan pengamat politik Ali Sadikin menyoroti potensi tekanan sosial-politik di luar konstitusi. Ia menilai bahwa sejarah politik Indonesia tak sedikit diwarnai transisi kekuasaan yang tak selalu melalui jalur formal.

“Politik selalu punya celah. Tapi bukan berarti celah itu harus dijadikan agenda,” ujarnya.

Penguatan disampaikan pula oleh Bambang Hermansyah, akademisi dari Universitas Ibnu Chaldun. Ia menekankan bahwa tantangan demokrasi ke depan bukan hanya soal legitimasi hasil pemilu, tapi juga kemampuan negara melindungi persepsi publik dari serangan informasi.

“Propaganda asing bukan isu fiksi. Kita melihat bagaimana narasi-narasi asing bisa memengaruhi opini publik dalam waktu singkat,” kata Bambang.

Ia mendorong penguatan literasi digital dan komunikasi politik yang berakar dari nilai lokal. Menurutnya, pemuda, media, dan organisasi sipil harus berada di garis depan untuk menangkal disinformasi.

“Kalau tidak diperkuat, kita bisa kehilangan arah dalam memahami isu yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Diskusi berjalan dinamis dengan partisipasi dari aktivis mahasiswa dan penggiat media sosial. Mereka menyuarakan pentingnya membangun narasi publik yang sehat dan tidak larut dalam provokasi digital.

Memungkasi acara forum dengan penegasan bahwa demokrasi bukan hanya soal menang atau kalah di bilik suara, tetapi tentang kemampuan masyarakat menjaga kewarasan dan orientasi kebangsaan. JAN menekankan bahwa ruang kritik harus tetap terbuka, namun tidak untuk menyulut ketidakpercayaan terhadap sistem demokrasi itu sendiri.(*)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Redaksi Indonesia Discover

    Berita Terkait

    Hasil PSS Sleman vs Persipura Jayapura 1-0, Barito Putera di Posisi 3 Babak Final

    28 Februari 2026

    Klasemen Championship: Persekat Kalahkan PSMS 2-0, Gagal Salip Bekasi City-Sumsel United

    27 Februari 2026

    Keajaiban Datang! 4 Zodiak Ini Dapat Kabar Baik dan Peluang Emas Mulai 19 Februari 2026

    22 Februari 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pertukaran Data RI-AS: Dampak dan Risiko bagi Pusat Data Nasional

    3 Maret 2026

    7 parfum lokal beraroma kayu yang mewah dan tahan lama

    2 Maret 2026

    Nani, Wanita Viral yang Sering Tak Bayar Makan, Kini Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa

    2 Maret 2026

    Tiga Tokoh Besar Kritik Dwi Sasetyaningtyas, Desak Cabut Status WNI

    2 Maret 2026
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
    • Home
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • PT. Indonesia Discover Multimedia
    • Indeks Berita

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?