Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 4 Maret 2026
Trending
  • 5 Weton yang Diprediksi Cepat Capai Stabilitas Ekonomi pada Februari 2026
  • 7 Desain Rumah 6×8 dengan 2 Kamar yang Nyaman dan Fungsional
  • Pola aliran dana bandar narkoba ke AKBP Didik melalui Malaungi, setor Rp2,8 miliar
  • Citra satelit tunjukkan kerusakan parah kediaman Khamenei, bangunan hancur
  • Skor 1-1 Babak Pertama: Gol Fylnn Dibalas Bilasqan Persikad vs Persiraja
  • 12 Ramalan Shio Jumat 20 Februari 2026: Cinta, Karier, dan Angka Keberuntungan
  • Kronologi Vina, Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di Tiongkok, Tiba di Cirebon
  • Pandangan: Mereka Bukan Lagi Dua Tapi Satu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»Wali Kota Bontang Tegaskan Komitmen Siap Hadapi Tantangan Polusi Plastik
Daerah

Wali Kota Bontang Tegaskan Komitmen Siap Hadapi Tantangan Polusi Plastik

Redaksi Indonesia DiscoverBy Redaksi Indonesia Discover26 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin (23/6/2025). Rakornas tahun ini mengusung tema “Ending Plastic Pollution” dengan subtema #HentikanPolusiPlastik sebagai momentum memperkuat komitmen daerah terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam pernyataannya, Neni menegaskan Pemkot Bontang telah lama berkomitmen dalam pengelolaan sampah, khususnya pengurangan polusi plastik. Salah satu langkah signifikan yakni beralih dari sistem open dumping ke sanitary landfill sejak 2008.

“Alhamdulillah, Bontang telah meninggalkan sistem open dumping dan beralih ke sanitary landfill sejak tahun 2008. Ini adalah langkah awal penting dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” katanya.

Ia juga menyampaikan saat ini Pemkot tengah menyusun rencana jangka menengah 2025–2026, yang mencakup penguatan infrastruktur dan regulasi berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Setiap kelurahan direncanakan memiliki unit pengelolaan 3R, serta pembentukan bank sampah di tingkat RT sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

“InsyaAllah di setiap kelurahan akan dibangun tempat pengelolaan sampah yakni 3R, dan dapat dipastikan nantinya di tingkat RT akan dibentuk bank sampah. Ini adalah bagian dari pemberdayaan masyarakat agar pengelolaan sampah bisa mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Neni juga menyebut keberhasilan Bontang meraih 17 penghargaan Adipura, termasuk Adipura Kencana, tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Program seperti Jumat Bersih dan sistem sanksi seperti bendera hitam untuk kelurahan yang tidak menjaga kebersihan dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Kami terus menggerakkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk melalui program Jumat Bersih, dan juga sistem sanksi seperti bendera hitam bagi kelurahan yang tidak menjaga kebersihan,” bebernya.

Ia pun menyambut baik imbauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar seluruh daerah beralih ke sistem sanitary landfill sebagai syarat penilaian Adipura ke depan.

“Bontang siap dan sudah membuktikan diri sejak lama. Kami akan terus melangkah maju untuk menjadikan Bontang sebagai kota yang benar-benar peduli dan tangguh terhadap isu lingkungan, termasuk dalam menghentikan polusi plastik,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam menyelesaikan permasalahan sampah dari hulu ke hilir.

“Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun roadmap pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan, guna mewujudkan target Bersih Sampah 100% pada tahun 2029”, tutupnya.(Puji)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Redaksi Indonesia Discover

    Berita Terkait

    Hasil PSS Sleman vs Persipura Jayapura 1-0, Barito Putera di Posisi 3 Babak Final

    28 Februari 2026

    Klasemen Championship: Persekat Kalahkan PSMS 2-0, Gagal Salip Bekasi City-Sumsel United

    27 Februari 2026

    Keajaiban Datang! 4 Zodiak Ini Dapat Kabar Baik dan Peluang Emas Mulai 19 Februari 2026

    22 Februari 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    5 Weton yang Diprediksi Cepat Capai Stabilitas Ekonomi pada Februari 2026

    4 Maret 2026

    7 Desain Rumah 6×8 dengan 2 Kamar yang Nyaman dan Fungsional

    4 Maret 2026

    Pola aliran dana bandar narkoba ke AKBP Didik melalui Malaungi, setor Rp2,8 miliar

    4 Maret 2026

    Citra satelit tunjukkan kerusakan parah kediaman Khamenei, bangunan hancur

    4 Maret 2026
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
    • Home
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • PT. Indonesia Discover Multimedia
    • Indeks Berita

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?