Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 28 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»Wali Kota Bontang Tegaskan Komitmen Siap Hadapi Tantangan Polusi Plastik
Daerah

Wali Kota Bontang Tegaskan Komitmen Siap Hadapi Tantangan Polusi Plastik

Redaksi Indonesia DiscoverBy Redaksi Indonesia Discover26 June 2025No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin (23/6/2025). Rakornas tahun ini mengusung tema “Ending Plastic Pollution” dengan subtema #HentikanPolusiPlastik sebagai momentum memperkuat komitmen daerah terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam pernyataannya, Neni menegaskan Pemkot Bontang telah lama berkomitmen dalam pengelolaan sampah, khususnya pengurangan polusi plastik. Salah satu langkah signifikan yakni beralih dari sistem open dumping ke sanitary landfill sejak 2008.

“Alhamdulillah, Bontang telah meninggalkan sistem open dumping dan beralih ke sanitary landfill sejak tahun 2008. Ini adalah langkah awal penting dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” katanya.

Ia juga menyampaikan saat ini Pemkot tengah menyusun rencana jangka menengah 2025–2026, yang mencakup penguatan infrastruktur dan regulasi berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Setiap kelurahan direncanakan memiliki unit pengelolaan 3R, serta pembentukan bank sampah di tingkat RT sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

“InsyaAllah di setiap kelurahan akan dibangun tempat pengelolaan sampah yakni 3R, dan dapat dipastikan nantinya di tingkat RT akan dibentuk bank sampah. Ini adalah bagian dari pemberdayaan masyarakat agar pengelolaan sampah bisa mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Neni juga menyebut keberhasilan Bontang meraih 17 penghargaan Adipura, termasuk Adipura Kencana, tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Program seperti Jumat Bersih dan sistem sanksi seperti bendera hitam untuk kelurahan yang tidak menjaga kebersihan dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Kami terus menggerakkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk melalui program Jumat Bersih, dan juga sistem sanksi seperti bendera hitam bagi kelurahan yang tidak menjaga kebersihan,” bebernya.

Ia pun menyambut baik imbauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar seluruh daerah beralih ke sistem sanitary landfill sebagai syarat penilaian Adipura ke depan.

“Bontang siap dan sudah membuktikan diri sejak lama. Kami akan terus melangkah maju untuk menjadikan Bontang sebagai kota yang benar-benar peduli dan tangguh terhadap isu lingkungan, termasuk dalam menghentikan polusi plastik,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam menyelesaikan permasalahan sampah dari hulu ke hilir.

“Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun roadmap pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan, guna mewujudkan target Bersih Sampah 100% pada tahun 2029”, tutupnya.(Puji)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Redaksi Indonesia Discover

    Berita Terkait

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

    26 October 2026

    Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

    26 October 2026

    DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

    26 October 2026

    Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

    26 October 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
    • Home
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • PT. Indonesia Discover Multimedia
    • Indeks Berita

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?