Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 15 Juni 2026
Trending
  • 50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker
  • Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai
  • Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM
  • 6 Berita Pilihan Hari Ini: Pelaku Penusukan Batam Ditangkap Saat Laporan Kasus Lain
  • Hari Ini Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN dan Dua Wakilnya
  • Persija Umumkan Pelatih Baru Hari Ini, Shin Tae-yong Gantikan Mauricio Souza
  • Kolang-kaling Kalikesek: Camilan Khas Limbangan Kendal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»Wali Kota Bontang Tegaskan Komitmen Siap Hadapi Tantangan Polusi Plastik
Daerah

Wali Kota Bontang Tegaskan Komitmen Siap Hadapi Tantangan Polusi Plastik

Redaksi Indonesia DiscoverBy Redaksi Indonesia Discover26 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senin (23/6/2025). Rakornas tahun ini mengusung tema “Ending Plastic Pollution” dengan subtema #HentikanPolusiPlastik sebagai momentum memperkuat komitmen daerah terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam pernyataannya, Neni menegaskan Pemkot Bontang telah lama berkomitmen dalam pengelolaan sampah, khususnya pengurangan polusi plastik. Salah satu langkah signifikan yakni beralih dari sistem open dumping ke sanitary landfill sejak 2008.

“Alhamdulillah, Bontang telah meninggalkan sistem open dumping dan beralih ke sanitary landfill sejak tahun 2008. Ini adalah langkah awal penting dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” katanya.

Ia juga menyampaikan saat ini Pemkot tengah menyusun rencana jangka menengah 2025–2026, yang mencakup penguatan infrastruktur dan regulasi berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Setiap kelurahan direncanakan memiliki unit pengelolaan 3R, serta pembentukan bank sampah di tingkat RT sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

“InsyaAllah di setiap kelurahan akan dibangun tempat pengelolaan sampah yakni 3R, dan dapat dipastikan nantinya di tingkat RT akan dibentuk bank sampah. Ini adalah bagian dari pemberdayaan masyarakat agar pengelolaan sampah bisa mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Neni juga menyebut keberhasilan Bontang meraih 17 penghargaan Adipura, termasuk Adipura Kencana, tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Program seperti Jumat Bersih dan sistem sanksi seperti bendera hitam untuk kelurahan yang tidak menjaga kebersihan dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Kami terus menggerakkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk melalui program Jumat Bersih, dan juga sistem sanksi seperti bendera hitam bagi kelurahan yang tidak menjaga kebersihan,” bebernya.

Ia pun menyambut baik imbauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar seluruh daerah beralih ke sistem sanitary landfill sebagai syarat penilaian Adipura ke depan.

“Bontang siap dan sudah membuktikan diri sejak lama. Kami akan terus melangkah maju untuk menjadikan Bontang sebagai kota yang benar-benar peduli dan tangguh terhadap isu lingkungan, termasuk dalam menghentikan polusi plastik,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam menyelesaikan permasalahan sampah dari hulu ke hilir.

“Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun roadmap pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan, guna mewujudkan target Bersih Sampah 100% pada tahun 2029”, tutupnya.(Puji)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Redaksi Indonesia Discover

    Berita Terkait

    Perbedaan Sepatu Lari Race dan Umum

    8 Juni 2026

    Naskah khutbah Jumat besok 5 Juni 2026: Hijrah dari kebiasaan yang membawa kerugian

    7 Juni 2026

    Rusaknya akses Randublatung-Cepu: Sampai ke telinga Ahmad Luthfi, diusulkan jadi jalan nasional

    7 Juni 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

    13 Juni 2026

    Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker

    13 Juni 2026

    Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai

    13 Juni 2026

    Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM

    13 Juni 2026
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
    • Home
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • PT. Indonesia Discover Multimedia
    • Indeks Berita

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?