Mata pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 9 menghadirkan berbagai topik menarik dan kontekstual yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa secara menyeluruh. Salah satu bab penting yang terdapat dalam kurikulum terbaru adalah Chapter 2 dengan topik utama “Taking Trips” atau melakukan perjalanan. Topik ini sangat relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari karena sering kali siswa diminta untuk menceritakan kembali pengalaman liburan atau perjalanan mereka ke masa lalu.
Agar proses belajar menjadi lebih mudah dipahami dan dikuasai oleh para peserta didik, pembahasan kali ini akan merangkum poin-poin krusial dari materi tersebut. Di dalam bab ini, fokus utama pembelajaran diarahkan pada pemahaman jenis teks naratif masa lampau, tata bahasa pendukung, serta penggunaan bentuk kata kerja yang sesuai.
Memahami Konsep Recount Text Secara Mendalam
Recount text adalah jenis teks dalam Bahasa Inggris yang berfungsi untuk menceritakan kembali pengalaman, kejadian, atau aktivitas yang terjadi di masa lampau. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca atau pendengar mengenai suatu peristiwa nyata yang dialami oleh penulis atau orang lain di masa lalu.
Karena kejadian tersebut sudah berlalu, maka tenses utama yang wajib digunakan adalah simple past tense. Struktur kebahasaan dari recount text umumnya terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu:
- Orientation (Pendahuluan): Pada bagian awal ini, penulis memperkenalkan situasi dasar yang akan diceritakan. Hal ini mencakup informasi mengenai siapa saja yang terlibat (who), apa yang dilakukan (what), kapan kejadian itu berlangsung (when), serta di mana lokasi peristiwanya (where).
- Series of Events (Rangkaian Peristiwa): Bagian ini berisi inti cerita berupa kronologi pengalaman yang dialami secara berurutan. Penyusunan peristiwa dilakukan secara sistematis mulai dari awal kejadian hingga akhir perjalanan.
- Reorientation (Penutup): Pada bagian akhir, penulis biasanya menyertakan komentar pribadi, kesan, atau pesan mengenai keseluruhan peristiwa yang telah dialami. Komentar ini sifatnya sangat subjektif dan bergantung pada pengalaman masing-masing, bisa berupa tanggapan yang positif maupun negatif.
Penggunaan Simple Past Tense dalam Kalimat
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dasar dari penceritaan pengalaman masa lalu adalah simple past tense. Tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau situasi yang terjadi dan selesai di masa lampau. Dalam penerapannya pada kalimat verbal, terdapat tiga bentuk rumus dasar yang harus dikuasai oleh siswa:
- Bentuk Positif (+): Menggunakan pola Subject + Verb 2 (V2) + Object/Complement.
Contoh kalimat: I played a lot yesterday (Saya banyak bermain kemarin). - Bentuk Negatif (-): Menggunakan pola Subject + did + not + Verb 1 (V1) + Object/Complement.
Contoh kalimat: I did not play a lot yesterday (Saya tidak banyak bermain kemarin). - Bentuk Interogatif (?): Menggunakan pola Did + Subject + Verb 1 (V1) + Object/Complement + ?.
Contoh kalimat: Did I play a lot yesterday? (Apakah saya banyak bermain kemarin?).
Contoh lain dapat dilihat pada perubahan kata kerja transitif, misalnya kata break (merusak/memecahkan) dalam kalimat positif menjadi broke, kalimat negatif menjadi did not break, dan kalimat tanya menjadi Did you break the glass last night? (Apakah kamu memecahkan gelas itu tadi malam?).
Regular Verbs dan Irregular Verbs
Dalam pembentukan kata kerja bentuk kedua (Past Simple) pada simple past tense, kata kerja umumnya dibagi menjadi dua kategori utama, yakni:
- Regular Verbs (Kata Kerja Beraturan): Kata kerja jenis ini dibentuk secara konsisten dengan menambahkan akhiran ‘-d’, ‘-ed’, atau ‘-ied’ pada bentuk kata kerja dasar (base verb).
Contohnya meliputi kata celebrate yang berubah menjadi celebrated, participate menjadi participated, serta kata try di mana huruf ‘y’ diubah menjadi ‘i’ lalu ditambah ‘ed’ sehingga menjadi tried. - Irregular Verbs (Kata Kerja Tidak Beraturan): Sebagian besar kata kerja dalam Bahasa Inggris memiliki bentuk lampau yang tidak beraturan dan tidak mengikuti pola penambahan akhiran tertentu. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menguasainya adalah dengan menghafal perubahan kata kerja tersebut secara rutin. Siswa sangat disarankan untuk mencari dan mempelajari daftar kata kerja tidak beraturan yang banyak tersedia secara bebas di internet.
Mempelajari Past Progressive Tense
Selain simple past tense, materi mengenai perjalanan juga sering kali bersinggungan dengan past progressive (atau biasa disebut past continuous tense). Tenses ini digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu aktivitas sedang berlangsung pada momen tertentu di masa lampau, atau ketika ada dua peristiwa yang terjadi secara bersamaan di masa lalu.
Rumus dasar dari past progressive dibedakan menjadi tiga bentuk utama berdasarkan subjek kalimatnya:
- Bentuk Positif (+): Subject + to be (was / were) + Verb 1 + ing + object
- Bentuk Negatif (-): Subject + to be (was / were) + not + Verb 1 + ing + object
- Bentuk Interogatif (?): To be (was / were) + subject + Verb 1 + ing + object + ?
Pemilihan penggunaan to be berupa “was” atau “were” sangat bergantung pada subjek kalimat yang digunakan:
* Gunakan “was” apabila subjek kalimatnya adalah I, he, she, it.
* Gunakan “were” apabila subjek kalimatnya adalah you, we, they.
Sebagai contoh penerapan dalam kalimat: I was watching a football match yesterday when you were calling me (Saya sedang menonton pertandingan sepak bola kemarin ketika kamu sedang menelepon saya). Melalui pemahaman menyeluruh mengenai struktur recount text, penguasaan rumus simple past, serta ketelitian dalam membedakan bentuk regular dan irregular verbs, para siswa kelas 9 SMP diharapkan mampu menceritakan kembali pengalaman perjalanan mereka dengan lancar dan sesuai kaidah tata bahasa Inggris yang baik dan benar.


