Ringkasan Berita:
- Pelatih Tim Nasional Indonesia John Herdman diberikan tugas untuk membawa pulang trofi juara FIFA ASEAN Cup 2026.
- Timnas Indonesia berada di Grup A bersama dengan Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
- Andre Rosiade memberikan kritik tajam terhadap John Herdman, pemain Indonesia sudah kehabisan napas dalam 60 menit.
Indonesiadiscover.com– Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengemban tugas berat dalam gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober mendatang.
Indonesia ditetapkan oleh FIFA sebagai penyelenggara Liga Utama atau Liga 1.
Liga Premier FIFA ASEAN Cup edisi pertama ini dibagi menjadi dua grup, yaitu Grup A yang dihuni oleh Timnas Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara itu, Grup B terdiri dari Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
PSSI sebagai organisasi induk sepak bola Indonesia berharap Timnas Indonesia mampu menjadi juara dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
“Ya kita berharap menjadi juara,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi saat diwawancarai setelah menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026) dilaporkan oleh berita Antara.
Yunus yakin Indonesia mampu mencapai target tersebut karena kompetisi tersebut masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga pemain-pemain terbaik Indonesia yang bermain di luar negeri seperti Jay Idzes hingga Kevin Diks bisa turut serta.
“Karena kita melihat bahwa sebagian besar pemain ini mampu berpartisipasi, tentu kita berharap anak-anak ini dapat mencapai prestasi,” lanjutnya.
Sebagai tuan rumah kompetisi yang berlangsung dari 24 September hingga 4 Oktober, Indonesia menyediakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung sebagai tempat pertandingan.
Yunus berharap gelar FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menjadi obat penawar rasa sakit bagi Indonesia yang baru saja kembali gagal meraih gelar Piala AFF dalam beberapa kali kesempatan, setelah tahun ini tidak mampu melaju ke babak semifinal.
Vietnam berhasil mempertahankan gelar juara Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Thailand.
Piala AFF ini menjadi kegagalan kedua bagi Indonesia secara berurutan dalam tidak mampu mencapai semifinal AFF, setelah edisi 2024 yang dipimpin oleh Shin Tae-yong.
“Ketua Umum telah berkomunikasi dengan pelatih, dan tentu pelatih akan lebih fokus ke depan terutama mengenai FIFA ASEAN Cup untuk mempersiapkan timnya secara maksimal, dan kita berharap dalam ajang FIFA ASEAN Cup ini timnas akan memberikan yang terbaik untuk tim sepak bola nasional kita,” ujar Yunus.
Saat ditanya apakah kinerja Indonesia dalam Piala ASEAN FIFA berikutnya akan menjadi bahan evaluasi terhadap pelatih John Herdman setelah kegagalannya di Piala AFF, Yunus Nusi tidak ingin memberikan komentar lebih lanjut.
“Itu adalah urusan Komite Eksekutif. Bukan wilayah saya di sana,” kata Yunus.
John Herdman Dikritik Keras
Sebulan sebelum gelaran turnamen FIFA ASEAN Cup dimulai, muncul kritik tajam dari Presiden Klub Semen Padang, Andre Rosiade.
Anggota DPR dari Grindra ini menyoroti kinerja John Herdman sebagai pelatih tim nasional Indonesia.
“Jika (Timnas Indonesia) tidak menjadi juara (di FIFA ASEAN Cup 2026), maka sebaiknya John Herdman digantikan oleh Nil Maizar,” kata Andre Rosiade pada Selasa (25/8/2026), dikutip Bolasport.
Kritik terhadap John Herdman sangat tajam setelah Timnas Indonesia mengalami kegagalan total dalam ASEAN Championship 2026.
Dengan dukungan tim yang sangat mumpuni, Tim Garuda tidak berhasil melaju ke babak semifinal.
Andre Rosiade meminta para pengamat agar tidak ragu-ragu dalam mengkritik pelatih asal Inggris itu.
“Menurut saya, tidak perlu para pengamat melindungi John Herdman. John Herdman seharusnya diberi kesempatan untuk dikritik,” kata presiden klub Semen Padang tersebut.
Ya, karena John Herdman adalah manusia biasa.
Menurut saya karena ia telah menikmati masa bulan madu.
Masuk akal jika ada yang mengkritik John Herdman.
“Karena adanya banyak pemain naturalisasi, kita (Timnas Indonesia) justru kalah (gagal dalam ASEAN Championship 2026),” katanya.
Kritik paling tajam diarahkan pada kondisi fisik pemain Timnas Indonesia.
Andre menyebut sosok Shin Tae-yong yang berhasil membuat pemainnya di Timnas Indonesia tampil penuh selama 90 menit.
Sementara di bawah arahan John Herdman, Tim Garuda mulai kelelahan setelah 60 menit pertandingan.
Maaf ya, saya sedang menonton sepak bola, saya tidak mendukung Shin Tae-yong (saat berada di Timnas Indonesia), kata Andre Rosiade.
Tetapi kenyataannya, (Timnas Indonesia) pada masa John Herdman di menit ke-60 pemain sudah kelelahan.
Dan kita lihat bagaimana Shin Tae-yong (saat masih melatih) di Timnas Indonesia.
Di Qatar, saya menyaksikan 2×45 menit serta babak tambahan waktu, dan para pemain kita masih mampu bertarung dengan penuh semangat.
Hanya dari segi fisik, pemain kita jauh berbeda dibandingkan di masa John Herdman maupun Shin Tae-yong.
“Baru saja itu fakta yang saya lihat,” tambahnya.
Andre Rosiade menyatakan tidak ada permintaan maaf bagi John Herdman jika gagal meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
“Maka menurut saya, kita juga perlu memberikan kritik kepada John Herdman,” kata anggota DPR RI tersebut.
Agar beliau terbangun dari tidurnya bahwa ini adalah realitas sepak bola Indonesia.
Terlebih lagi, beliau telah memiliki banyak pemain naturalisasi dalam Piala AFF 2026.
Dan tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa ada pengamat yang menyebutkan bahwa Shin Tae-yong juga tidak mungkin (membawa Timnas Indonesia meraih prestasi) ya.
Mayoritas pemain yang datang berasal dari luar negeri. Yang lokal siapa saja? Thom Haye, Marc Klok.
Ya, Marc Klok memang tidak pernah dipanggil oleh Shin Tae-yong… John Herdman yang mengembalikan Marc Klok ke Timnas Indonesia.
Maka menurut saya, mohon maaf (kegagalan) dalam ASEAN Championship 2026 ini disebabkan oleh John Herdman. Jadi, Pak John Herdman akan melakukan evaluasi agar berhasil dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Jika (kandidat lawan Timnas Indonesia) adalah Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, maka kita seharusnya mampu menang. Tidak ada alasan kita tidak menjadi juara (di FIFA ASEAN Cup 2026).
Apalagi ini dengan (FIFA ASEAN Cup 2026 masuk kalender) FIFA Matchday yang secara otomatis bisa mengundang pemain-pemain kita yang bermain di luar negeri. Jadi, targetnya harus juara.
“Jika tidak menjadi juara? Maaf, tidak ada maaf bagimu (John Herdman),” tutupnya.
14 Negara Peserta
Piala ASEAN FIFA 2026 adalah kompetisi sepak bola resmi yang dibentuk oleh FIFA di Asia, akan diikuti oleh 14 negara.
Piala ASEAN FIFA edisi pertama akan dihelat pada 24 September hingga 3 Oktober mendatang.
Asosiasi sepak bola dunia, FIFA, membagi kompetisi ini menjadi dua tingkat liga
Liga Divisi 1 atau Premier Division akan diselenggarakan di Indonesia sebagai tuan rumah.
Liga Utama dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Grup A yang berisi Timnas Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Bangladesh diundang oleh FIFA untuk menggantikan India yang mengundurkan diri dari turnamen Akbar di Asia.
Sementara itu, Grup B diisi oleh Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina.
Semua pertandingan Grup A dan B Liga Premier akan diselenggarakan di Indonesia.
PSSI telah menentukan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta serta Stadion Jalak Harupat Bandung sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan.
Di sisi lain, Divisi 2 atau Challenge Division akan diselenggarakan di Hong Kong.
Grup 2 terbagi menjadi dua bagian, namun setiap grup hanya beranggotakan tiga negara.
Tim A Divisi 2 dihiasi oleh tuan rumah Hongkong, Myanmar, dan Brunei Darussalam.
Sementara itu, Grup B terdiri dari negara-negara seperti Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Format Pertandingan
Piala ASEAN FIFA 2026 merupakan kompetisi sepak bola resmi antar negara di kawasan Asia yang pertama kali diselenggarakan.
FIFA belum mengumumkan jadwal lengkap pertandingan serta waktu kick-off untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Piala FIFA ASEAN berbeda dari Piala AFF yang kini dikenal sebagai ASEAN Championship.
Perbedaan utamanya adalah FIFA ASEAN Cup merupakan kompetisi yang diakui oleh FIFA, sehingga klub-klub di seluruh dunia harus melepaskan pemain terbaiknya yang dipanggil untuk membela tim nasional.
Sementara Piala AFF tidak termasuk dalam agenda resmi FIFA.
Berdasarkan aturan FIFA, klub tidak diwajibkan melepaskan pemainnya untuk mengikuti kompetisi yang tidak resmi.
Maka dari itu, sejumlah pemain inti tidak tercantum dalam daftar skuad Timnas Indonesia.
Selain itu, hasil pertandingan tim dalam gelaran FIFA ASEAN Cup berdampak pada peringkat FIFA dunia.
Perbedaan lainnya, Piala ASEAN FIFA melibatkan tim dari luar kawasan ASEAN, seperti anggota konfederasi lain yang diundang.
Turnamen baru ini diselenggarakan tanpa adanya babak semifinal. Oleh karena itu, pemenang masing-masing grup pada tahap grup Premier Division langsung berlanjut ke babak final.
14 Negara Peserta Piala ASEAN FIFA 2026
- Indonesia
- Malaysia
- Singapura
- Bangladesh
- Thailand
- Vietnam
- Pakistan
- Filipina
- Hongkong
- Myanmar
- Brunei Darussalam
- Kamboja
- Laos
- Timor Leste
Pembagian kelompok Piala ASEAN FIFA 2026
Premier Division
- Kelompok A: Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh
- Kelompok B: Vietnam, Pakistan, Thailand, Filipina
Challenge Division
- Kelompok A: Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam
- Kelompok B: Kamboja, Laos, Timor Leste
(Indonesiadiscover.com/Antara/Bolasport.com)



