Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 24 Agustus 2026
Trending
  • 10 Soal HOTS Ekonomi Digital Kelas 9 SMP, Terbaru 2026
  • Kelelawar Hantu Terlacak Lagi Setelah 200 Tahun, Jejak Ditemukan di Italia
  • Jadwal TV Sabtu 22 Agustus 2026: Episode Terakhir Carita de Angel & Film Ambyar Mak Byar
  • Kemenpar Perkirakan Konser Bocelli Berdampak Ekonomi Rp792 Miliar
  • Tiga Pelajar Ditetapkan Sebagai Pelaku Penganiayaan Siswa SMKN 2 Palembang, Terancam 3,5 Tahun Penjara
  • Guru PPPK Paruh Waktu Tidak Demo, Ratna: Baru Ada di Pemerintahan Prabowo
  • 5 Pemain Lokal Masuk Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Bocoran Bung Ropan
  • 10 Contoh Laporan Wisata Lampung dengan Kalimat Efektif dan Metafora
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Kelelawar Hantu Terlacak Lagi Setelah 200 Tahun, Jejak Ditemukan di Italia
Hobi

Kelelawar Hantu Terlacak Lagi Setelah 200 Tahun, Jejak Ditemukan di Italia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Agustus 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kembali Munculnya Kelelawar Berwajah Berlekuk Mesir di Eropa

Setelah hampir dua abad hanya dikenal dari catatan zoologi, kelelawar berwajah berlekuk Mesir (Nycteris thebaica) kembali terdeteksi di Eropa. Temuan ini menandai peristiwa penting dalam dunia ilmu pengetahuan dan memberikan wawasan baru tentang persebaran spesies yang sebelumnya dianggap hilang.

Penemuan di Pulau Pantelleria

Rekaman suara yang dikumpulkan di Pulau Pantelleria, Italia, menjadi bukti kuat bahwa spesies ini mungkin masih hidup di kawasan Mediterania. Tim peneliti yang dipimpin oleh Danilo Russo berhasil menangkap 54 sinyal yang konsisten dengan karakteristik Nycteris thebaica. Rekaman tersebut menunjukkan adanya sedikitnya dua individu yang berada di lokasi yang sama, bahkan terdapat indikasi interaksi antar mereka melalui suara.

Temuan ini membuka kemungkinan adanya populasi kecil yang bertahan lama di kawasan Mediterania tanpa terdeteksi selama ratusan tahun. Ini menunjukkan bahwa spesies yang dianggap “hantu” bisa jadi masih ada, meski sulit ditemukan karena sifat alaminya yang unik.

Sejarah dan Tantangan Penelitian

Jejak pertama keberadaan Nycteris thebaica di Sisilia muncul pada 1843. Naturalis A. Malherbe mencatat kelelawar dari kelompok tersebut dalam daftar fauna Sisilia. Catatan serupa juga muncul pada 1872, tetapi tidak dilengkapi lokasi penemuan yang jelas atau deskripsi yang cukup untuk memastikan spesiesnya.

Karena itu, selama hampir 200 tahun, keberadaan Nycteris thebaica di Eropa tetap menjadi teka-teki zoologi. Spesies ini sering disebut sebagai kelelawar “hantu” karena keberadaannya menarik secara ilmiah, tetapi tidak pernah memiliki bukti lapangan yang kuat.

Karakteristik Unik dan Kesulitan Deteksi

Kelelawar ini memiliki karakteristik yang membuatnya sangat sulit dideteksi. Ia terbang rendah dan menghasilkan suara ekolokasi berfrekuensi tinggi dengan intensitas lemah. Karena suaranya sangat pelan, para ilmuwan menjulukinya sebagai kelelawar “berbisik”.

Untuk menangkap sinyal-sinyal tersebut, tim peneliti melakukan survei khusus dengan menempatkan mikrofon sekitar 0,5 meter di atas tanah dan mengoperasikannya sepanjang malam. Dalam satu malam, perangkat pemantauan menghasilkan sekitar 30 gigabita data audio. Setelah dianalisis, peneliti menemukan 54 suara lokalisasi yang terbagi dalam lima rangkaian dan memiliki karakteristik yang konsisten dengan Nycteris thebaica.

Pentingnya Lokasi Geografis Pulau Pantelleria

Pantelleria memiliki posisi geografis yang menarik. Pulau ini berada di antara Afrika Utara dan Eropa, sehingga sejak lama menjadi salah satu kawasan penting dalam kajian persebaran satwa antara kedua wilayah tersebut. Kondisi ini membuka kemungkinan bahwa Nycteris thebaica berasal dari Afrika Utara dan telah mencapai pulau tersebut sejak lama.

Jika dugaan tersebut terbukti, populasi Pantelleria dapat memberikan informasi penting tentang bagaimana satwa beradaptasi ketika hidup jauh dari wilayah persebaran utamanya. Populasi yang berada di batas geografis suatu spesies sering memiliki nilai ilmiah tersendiri. Isolasi dalam waktu lama dapat mendorong munculnya perbedaan genetik maupun karakter adaptif dibandingkan populasi asalnya.

Potensi Ancaman dan Langkah Penelitian Lanjutan

Meskipun menarik untuk dipelajari, keberadaan populasi kecil di sebuah pulau juga membuatnya rentan terhadap perubahan lingkungan. Kebakaran hutan, perubahan habitat, serta ancaman dari kucing domestik yang berkeliaran bebas dapat memengaruhi kelangsungan populasinya.

Langkah berikutnya bukan hanya memastikan identitas spesies, tetapi juga mengetahui berapa banyak individunya, di mana habitatnya, dan apakah populasinya telah bertahan selama ratusan tahun atau baru muncul di kawasan tersebut.

Kesimpulan

Temuan di Pantelleria menunjukkan bahwa dalam penelitian keanekaragaman hayati, spesies yang dianggap tidak ada belum tentu benar-benar menghilang. Bisa jadi, keberadaannya hanya tersembunyi di habitat yang jarang dipantau atau memiliki karakter biologis yang membuatnya sulit dideteksi.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Shio Beruntung Besok: Naga, Ular, Kuda, dan Kambing

24 Agustus 2026

Sering Perhatikan Hewan Peliharaan? Anda Tak Sadar Dapat 6 Manfaat Ini

24 Agustus 2026

Ramalan Shio Hari Ini: Monyet, Ayam, Anjing, Babi 19 Agustus 2026

23 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 Soal HOTS Ekonomi Digital Kelas 9 SMP, Terbaru 2026

24 Agustus 2026

Kelelawar Hantu Terlacak Lagi Setelah 200 Tahun, Jejak Ditemukan di Italia

24 Agustus 2026

Jadwal TV Sabtu 22 Agustus 2026: Episode Terakhir Carita de Angel & Film Ambyar Mak Byar

24 Agustus 2026

Kemenpar Perkirakan Konser Bocelli Berdampak Ekonomi Rp792 Miliar

24 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?