Drama Korea dengan Latar Dunia Musik Klasik yang Menggugah Perasaan
Drama Korea yang mengangkat latar dunia musik klasik sering kali menjadi favorit bagi para penggemar genre ini. Perpaduan antara alunan melodi yang indah, ambisi masa muda, serta persaingan ketat di antara para musisi berbakat menciptakan konflik yang menarik dan memikat. Menonton perjuangan karakter-karakter dalam menggapai mimpi sambil menemukan arti cinta dan persahabatan membuat penonton ikut terbawa emosi di setiap dentingan nadanya.
Baru-baru ini, drama Korea dengan tema sekolah musik klasik kembali mendapatkan perhatian. Berikut adalah tiga drakor yang layak kamu ketahui:
1. Four Hands, Two Sonatas (2026)
Four Hands, Two Sonatas menghadirkan kolaborasi visual dan akting yang menyegarkan dari Song Kang, Lee Jun Young, dan Jang Gyu Ri. Cerita berpusat di Sekolah Menengah Atas Seni Korea, tempat berkumpulnya siswa-siswa dengan bakat musik luar biasa.
Fokus cerita mengikuti Kang Bi O (Song Kang), seorang siswa piano perfeksionis dengan dorongan batin yang kuat dan selalu meraih juara pertama. Hidupnya yang terstruktur seketika terguncang dengan kehadiran Choi Jeong Yo (Lee Jun Young), seorang pianis jenius dari latar belakang kurang beruntung yang selama ini hidup tanpa menyadari bakat besarnya.
Dinamika persaingan mereka semakin berwarna dengan hadirnya Hong Jae In (Jang Gyu Ri), seorang siswi biola berpendengaran sangat sensitif yang berteman dekat dengan Bi O. Drama ini menyoroti persaingan panas, pertumbuhan karakter, serta cinta masa muda di dunia musik yang kompetitif.
2. Do You Like Brahms? (2020)

Dibintangi oleh Kim Min Jae dan Park Eun Bin, Do You Like Brahms? menawarkan kisah yang lebih melankolis dan realistis tentang kehidupan mahasiswa sekolah musik di sebuah universitas bergengsi. Ceritanya mengisahkan tentang Park Joon Young (Kim Min Jae), seorang pianis jenius bertaraf internasional yang hidupnya penuh tekanan dan ekspektasi.
Di sisi lain, ada Chae Song Ah (Park Eun Bin), mahasiswi jurusan biola yang pantang menyerah meski sering dianggap tidak memiliki bakat teknis yang memadai. Drama ini tidak hanya menampilkan indahnya alunan instrumen klasik, tetapi juga menggambarkan kerasnya realitas karier di dunia musik, kebingungan usia 20-an, serta romansa yang saling menyembuhkan antara dua jiwa yang kelelahan.
3. Naeil’s Cantabile (2014)

Diadaptasi dari manga populer Jepang, Naeil’s Cantabile diperankan dengan apik oleh Joo Won dan Shim Eun Kyung. Berlatar di sebuah akademi musik elit, ceritanya menyoroti pertemuan dua kepribadian yang sangat bertolak belakang. Cha Yoo Jin (Joo Won) adalah mahasiswa piano yang sangat perfeksionis, kaku, dan ambisius dengan mimpi besar menjadi seorang konduktor.
Kehidupannya yang serba teratur langsung berantakan ketika ia berurusan dengan Seol Nae Il (Shim Eun Kyung), seorang pianis jenius dengan gaya bermain yang bebas, impulsif, dan sering kali nyeleneh. Berbeda dengan dua drama sebelumnya, Naeil’s Cantabile lebih kental dengan unsur komedi yang segar sambil tetap menyuguhkan perjuangan para mahasiswa dalam membentuk orkestra impian mereka.
Kesimpulan
Ketiga drama di atas membuktikan bahwa kehidupan di balik partitur musik klasik tidak pernah membosankan, melainkan penuh dengan intrik, air mata, tawa, dan romansa yang menggetarkan hati. Setiap dentingan piano dan gesekan biola pada akhirnya menyimpan cerita tentang ambisi dan penemuan jati diri.


