Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 14 October 2026
Trending
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
  • Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez
  • Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya
  • Mengenal RTX AI PC: Senjata Rahasia Mahasiswa & Pekerja Modern
  • Waspada Agen AI Liar: Peringatan Keras PM Singapura Lawrence Wong
  • Home Charging vs SPKLU: Mana yang Lebih Ramah di Kantong?
  • Sarwendah Tantang Uji Forensik, Bantah Video Call Ruben Onsu Editan
  • Fakta Baru Kericuhan Pekerja Proyek dan Satpol PP Terungkap, Bukan karena Nasi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»UNIMMA kuatkan wisata halal dan UMKM Sumberarum dengan KriPaya dan digitalisasi
Politik

UNIMMA kuatkan wisata halal dan UMKM Sumberarum dengan KriPaya dan digitalisasi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 August 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Program Penguatan Ekosistem Wisata Halal dan UMKM di Desa Sumberarum

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus melanjutkan Program Penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM di Pemandian Air Panas Tempuran, Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Program ini berfokus pada penguatan produk dan pengelolaan usaha BUMDes Maju Bersama serta peningkatan tata kelola dan pemasaran wisata Umbul Banyuroso.

Program ini merupakan Hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan Tahun ke-2, Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tim pengabdian diketuai oleh Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., dengan anggota Lintang Muliawanti, M.A., Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, M.E.I., dan Nenden Nur Annisa, S.E., M.M. Program ini dilaksanakan bersama BUMDes Maju Bersama, pengelola Umbul Banyuroso, serta masyarakat Desa Sumberarum.

Pada BUMDes Maju Bersama, kegiatan dimulai dengan penguatan keterampilan pengolahan pepaya sebagai salah satu komoditas lokal Desa Sumberarum. Sebanyak 10 peserta mengikuti pelatihan pengolahan pepaya pada 12 Juni 2026. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata capaian peserta meningkat. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan produksi hingga menghasilkan satu produk tambahan berupa keripik stik pepaya dengan merek KriPaya.

Produk ini dikembangkan berdasarkan evaluasi produk pada tahun sebelumnya dan selanjutnya diarahkan pada standardisasi, legalitas PIRT, pengemasan, dan pemasaran. Dwi Susanti menjelaskan bahwa pengembangan pada tahun kedua disusun berdasarkan kebutuhan mitra dan hasil evaluasi program sebelumnya. “Pepaya tersedia cukup melimpah di Sumberarum. Pendampingan tahun ini diarahkan agar potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.

Setelah aspek produksi diperkuat, pendampingan dilanjutkan pada pemasaran KriPaya. Melalui pelatihan foto produk dan pemanfaatan media sosial bersama fotografer Andi Muhammad Irsyad Novan, peserta mempraktikkan teknik fotografi produk menggunakan telepon genggam dan menyiapkan hasil foto sebagai materi promosi digital. Penguatan BUMDes juga menyasar manajemen usaha. Peserta mendapatkan pelatihan penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, serta pembukuan sederhana menggunakan aplikasi TemanBisnis.

Dari simulasi produksi diperoleh biaya produksi KriPaya sebesar Rp66,92 per gram sebelum kemasan. Sementara itu, program pada Umbul Banyuroso diarahkan pada penguatan kualitas layanan dan tata kelola destinasi. Sarana dan prasarana wisata terus disesuaikan dengan standar layanan wisata halal, terutama pada area bilas, toilet, mushola, dan tempat wudhu dengan memperhatikan keamanan, kenyamanan, dan privasi pengunjung.

Pada aspek manajemen, pengelola melanjutkan penerapan Banyuroso Finance System yang telah dikembangkan sebelumnya. Pendampingan tahun kedua difokuskan pada praktik penggunaan aplikasi dalam operasional wisata, seperti pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pemantauan stok, serta pemantauan pendapatan melalui dashboard. Dr. Zulfikar Bagus Pambuko menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi diarahkan untuk membiasakan pengelola melakukan pencatatan secara lebih tertib dan konsisten.

“Data transaksi yang tercatat dengan baik akan membantu pengelola mengetahui kondisi keuangan dan menjadi dasar dalam melakukan evaluasi usaha,” jelasnya. Penguatan Umbul Banyuroso kemudian dilanjutkan pada aspek pemasaran destinasi melalui Pelatihan Pembuatan Konten Digital dan Pengelolaan Media Sosial bersama Ahmad Faisal, S.I.Kom. Pengelola mempraktikkan pengambilan foto dan video, editing sederhana, penyusunan caption, penggunaan hashtag dan geotag, serta dasar evaluasi kinerja konten.

Hasil praktik menghasilkan sejumlah foto dan video yang dapat digunakan untuk promosi Umbul Banyuroso. Pendampingan berikutnya diarahkan pada penyusunan content schedule, konsistensi publikasi, serta evaluasi konten agar pengelolaan media sosial dapat dilakukan secara mandiri. Dwi menambahkan, kegiatan pada kedua mitra dirancang dengan fokus yang berbeda namun saling terhubung. BUMDes Maju Bersama diperkuat pada produksi, pemasaran, dan manajemen usaha, sedangkan Umbul Banyuroso diarahkan pada standardisasi layanan, tata kelola keuangan, dan pemasaran destinasi.

“Pengembangan wisata diharapkan membuka pasar bagi produk masyarakat. Pada saat yang sama, keberadaan produk lokal seperti KriPaya dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan wisata,” tambahnya. Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, pengelola wisata, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem wisata halal di Desa Sumberarum sekaligus meningkatkan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak

14 October 2026

Aprilia Bakal Terapkan Team Order, Kata Kubu Marquez

14 October 2026

Apple siapkan iPhone Air 2, ini bocoran fitur dan jadwal rilisnya

14 October 2026

Mengenal RTX AI PC: Senjata Rahasia Mahasiswa & Pekerja Modern

14 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?