Perkembangan Harga TBS Kelapa Sawit di Dharmasraya
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya kembali mengalami perubahan pada hari ini. Data terbaru yang dirilis oleh Dinas Pertanian menunjukkan adanya variasi harga yang cukup signifikan antara beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah tersebut.
PT AWB menjadi salah satu perusahaan yang menawarkan harga tertinggi untuk TBS hari ini, yaitu sebesar Rp 3.810 per kilogram. Sementara itu, PT Incasi Pangian mencatatkan harga terendah, yaitu Rp 3.225 per kilogram. Selisih antara harga tertinggi dan terendah mencapai Rp 585 per kilogram, yang menunjukkan adanya ketimpangan dalam penawaran harga dari berbagai PKS.
Di samping itu, rata-rata harga TBS secara keseluruhan di Kabupaten Dharmasraya berada di angka Rp 3.385 per kilogram. Hal ini menjadi acuan penting bagi para petani sebelum memutuskan untuk menjual hasil panen mereka ke pabrik.
Daftar Harga TBS Berdasarkan Kategori
Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian juga merilis daftar harga TBS berdasarkan skema penjualan, baik untuk jalur Non Mitra maupun jalur Mitra. Berikut adalah rincian harga yang diberlakukan:
- Kategori Non Mitra:
- PT DSL: Rp 3.380
- PT HKI: Rp 3.370
- PT DL: Rp 3.370
- PT SMP: Rp 3.290
- PT SAK Timpeh: Rp 3.255
PT Incasi Pangian: Rp 3.225
Kategori Mitra:
- PT AWB: Rp 3.810
- PT DSL: Rp 3.380
- PT HKI: Rp 3.370
- PT DL: Rp 3.370
- PT SMP: Rp 3.290
- PT SAK Timpeh: Rp 3.255
- PT Incasi Pangian: Rp 3.225
- PT TKA: Tidak ada data harga
Selain itu, harga brondolan sawit juga dipantau dengan rincian sebagai berikut:
- PT DSL: Rp 3.700 per kilogram (harga tertinggi)
Jumlah PKS yang Terdata
Dalam infografis ringkasan data PKS, Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya mencatat total ada sebanyak 8 PKS yang terdata beroperasi di bawah pengawasan wilayah mereka. Semua PKS tersebut melaporkan perkembangan harga terkininya, sehingga tidak ada PKS yang belum melapor.
Namun, meskipun seluruh PKS melaporkan harga, terdapat dua PKS yang mengonfirmasi bahwa mereka sedang tidak menerima buah dari masyarakat untuk sementara waktu. Para petani diimbau untuk tetap memperhatikan kapasitas tampung dan kebijakan operasional internal dari masing-masing korporasi.
Informasi Lebih Lanjut
Bagi masyarakat dan kalangan petani yang ingin memantau perkembangan lebih lanjut, disarankan untuk mengakses akun media sosial resmi Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya.


