AEROX: Lebih dari Sekadar Skutik, Tapi Simbol Gaya Hidup Anak Muda
AEROX telah membuktikan dirinya sebagai motor yang tidak hanya menawarkan performa dan desain, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Sejak awal kehadirannya, AEROX berhasil menempatkan diri lebih dari sekadar skutik biasa. Dengan kombinasi desain sporty, performa agresif, serta fitur modern yang terus berkembang, AEROX menjadi pilihan utama bagi para penggemar kreativitas dan ekspresi.
Kehadiran AEROX selama satu dekade ini tidak hanya sekadar tentang teknologi atau mesin, tetapi juga tentang bagaimana motor ini bisa menjadi medium untuk eksplorasi kreativitas. Salah satu contohnya adalah Alfan Deka atau Gofar Jagoan, seorang modifikator asal Yogyakarta yang mengubah AEROX menjadi kanvas ekspresi yang anti-mainstream.
Perjalanan Gofar Bersama AEROX

Perjalanan Gofar bersama Yamaha AEROX dimulai sejak tahun 2018. Awalnya, ia beralih dari motorsport fairing ke skutik karena ingin mencari kendaraan yang lebih praktis namun tetap memenuhi hasratnya akan kesenangan berkendara. Pemilihan AEROX pun langsung jatuh pada Yamaha karena berbagai fitur kemudahan yang ditawarkan, seperti bagasi luas, tangki bensin tengah, dan cocok digunakan di berbagai tempat.
Tidak hanya puas dengan penggunaan harian, Gofar pun mulai tertarik untuk melakukan modifikasi pada AEROX-nya. Ia belajar dunia modifikasi pertama kali bersama Ian Juno, seorang modifikator yang mengajarkannya berbagai gaya modifikasi, khususnya monoshock.
Gofar memulai perjalanannya dengan “Cleo”, AEROX generasi pertama yang ia modifikasi. Proyek ini melibatkan pendekatan plug and play (PNP) yang sederhana, namun tetap kreatif. Meskipun masih ada kekurangan dalam modifikasi tersebut, proyek ini memberinya prestasi juara 1 di ajang CustoMAXi regional 2019, yang menjadi awal dari semangatnya untuk terus bereksperimen.
Modifikasi yang Menghasilkan Prestasi
Setelah sukses dengan Cleo, Gofar melanjutkan eksplorasinya dengan “Cony”, AEROX generasi kedua. Ia mengusung konsep “Moge Looks” dengan pendekatan yang lebih matang, termasuk penggunaan monoshock dengan travel terbatas, geometri lowered, dan velg besar yang membuat tampilan lebih sporty. Hasilnya, ia kembali meraih prestasi nasional sebagai juara Master Class CustoMAXi 2023.
Puncak dari eksplorasi Gofar hadir pada proyek “Dolphin” berbasis AEROX ALPHA generasi ketiga di tahun 2025. Di sini, ia berani mengadopsi aliran Japanese Lowered Static Scooter yang membutuhkan presisi tinggi dan keberanian teknis. Bahkan saat tren air suspension sedang populer, Gofar memilih untuk tampil dengan statik ekstrem yang bukan lagi mengejar kenyamanan, melainkan manifestasi passion berkendara yang tak kenal kompromi.
Dengan sentuhan visual artistik seperti livery hitam-putih dan grafis ikonik, proyek ini kembali mengukuhkan eksistensinya lewat raihan juara 2 pada CustoMAXi 2025.
AEROX: Motor yang Menjadi Bagian Gaya Hidup
Gofar menyatakan bahwa AEROX telah berkembang menjadi lebih dari sekadar alat transportasi, tetapi juga lifestyle item yang mampu merepresentasikan karakter dan gaya hidup anak muda masa kini. Ia sangat mengapresiasi kreativitas para pengguna yang telah menjadikan AEROX sebagai medium ekspresi anak muda Indonesia.
Menurut Rifki Maulana, PR, YRA & Community Manager PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, sinergi antara teknologi, performa, dan gaya hidup inilah yang membuat AEROX konsisten menjadi daya tarik kuat sebagai “obat ganteng” bagi para youngster Indonesia. Ke depannya, Yamaha akan terus menghadirkan inovasi dan pengalaman berkendara yang semakin relevan dengan kebutuhan serta passion generasi muda.



