Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 8 Juli 2026
Trending
  • Baju Pink Dusty Cocok Dengan Celana Warna Apa? 7 Ide Pilihan
  • 7 cara membuat twibbon MPLS, mudah dengan Canva, Photoshop, atau PicsArt
  • Jadwal MotoGP Jerman 2026: Marquez Usaha Kecil di Sachsenring
  • GEN-A tingkatkan literasi digital dan kesehatan mental melalui webinar global
  • OJK Tegaskan Bank Asing Tidak Tarik Dana Besar-besaran dari Indonesia
  • BSI Meulaboh Umumkan Lelang Kedua Eksekusi Hak Tanggungan 21 Juli 2026
  • Ibu hamil tewas ditembak di Intan Jaya: Lembaga HAM, DPR, dan MRP Minta Evaluasi Keamanan Papua
  • Adzan Subuh Menggiring Jatuhnya Metode Klement, Pelajaran Spanyol vs Portugal Tuntas
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»2.530 Anak Papua Berebut Masuk Akademi Sepak Bola Freeport
Olahraga

2.530 Anak Papua Berebut Masuk Akademi Sepak Bola Freeport

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Juli 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Babak Final Seleksi PFA 2026 Dimulai di Timika

Papua Football Academy (PFA) resmi membuka babak Final Camp PFA Cari Bakat 2026 di Timika, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyaring 59 peserta terbaik dari seluruh Papua yang berhasil melewati tahapan seleksi sebelumnya. Dari total 2.530 pendaftar di 20 kabupaten/kota, hanya 59 peserta yang berhasil masuk ke tahap akhir.

Proses Seleksi yang Ketat

Program PFA Cari Bakat 2026 telah berjalan melalui beberapa tahapan, termasuk Layer Kota dan Visit di 20 kabupaten/kota sejak 1 Mei hingga 20 Juni 2026. Setelah melalui proses penyaringan yang sangat ketat, kini 59 peserta terbaik akan mengikuti rangkaian tes dan pembinaan di Final Camp.

Direktur Akademik PFA, Coach Wolfgang Pikal, menyampaikan apresiasi kepada semua peserta yang berhasil mencapai tahap Final Camp. Ia menekankan bahwa perjalanan yang dilalui oleh para peserta tidak mudah dan mereka adalah anak-anak terbaik yang mampu melewati proses seleksi.

Tujuan PFA yang Lebih Luas

VP Relation PTFI Engel Enoch secara resmi membuka kegiatan Final Camp. Ia menjelaskan bahwa PFA bukan hanya berfokus pada pencarian pemain sepak bola berkualitas, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter dan melahirkan generasi muda yang bisa menjadi pemimpin di Tanah Papua.

Menurut Engel, dari 59 peserta yang ikut Final Camp, hanya 20 orang yang akan dipilih menjadi siswa angkatan baru PFA. Meski demikian, ia meminta peserta yang belum lolos agar tidak berkecil hati dan terus mengembangkan kemampuan mereka.

Fasilitas dan Program PFA

Engel menegaskan bahwa program PFA merupakan bentuk komitmen PT Freeport Indonesia dalam membangun sumber daya manusia Papua melalui olahraga. Ia menekankan bahwa fasilitas yang disediakan tidak hanya untuk sepak bola, tetapi juga untuk membentuk pemimpin-pemimpin hebat di Tanah Papua.

Ia juga mengingatkan peserta untuk menjadikan Final Camp sebagai ajang membangun persaudaraan, saling mendukung, dan berkompetisi secara sehat. Peserta diminta untuk tetap fokus, menjaga kesehatan, dan memanfaatkan pengalaman ini sebaik mungkin.

Harapan dan Pengalaman Peserta

Salah satu peserta asal Kabupaten Jayapura, Israel Junior Eluay, mengaku bahwa Final Camp merupakan kesempatan yang telah lama ia impikan. Ia berharap bisa membanggakan orang tua, marga, kampung, dan keluarganya melalui prestasi yang dicapainya.

Alex Jikwa dari Wamena mengatakan bahwa ini pertama kalinya ia datang ke Timika untuk mengikuti seleksi PFA. Ia mendapatkan informasi dari pelatih di SSB Tolikara dan diberi dukungan penuh oleh orang tuanya.

Yoel Sokay, peserta asal Timika, bercerita bahwa ia sudah mengenal sepak bola sejak usia dini. Ayahnya adalah seorang pelatih, sehingga ia mulai bermain sepak bola sejak usia tiga tahun.

Sejarah dan Perkembangan PFA

PFA didirikan pada 31 Agustus 2022 dengan tujuan besar membangun fondasi sepak bola Papua yang profesional dan berkelanjutan. Dalam waktu singkat, PFA telah berkembang menjadi tempat lahirnya talenta-talenta muda dari Tanah Papua yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Selain kompetisi domestik, PFA juga memiliki program unggulan seperti PFA Elite Camp yang memberikan pengalaman latihan dan kompetisi di luar negeri. Program ini dimulai dengan Elite Camp Korea Selatan pada tahun 2024, kemudian dilanjutkan ke Jepang, Austria pada tahun 2026, dan terbaru ke Australia pada tahun 2026.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Adzan Subuh Menggiring Jatuhnya Metode Klement, Pelajaran Spanyol vs Portugal Tuntas

8 Juli 2026

Cristiano Ronaldo Tidak Sendirian, Ini Daftar Pemain Terbaik yang Tak Pernah Menjuarai Piala Dunia

8 Juli 2026

Prediksi Skor Floriana vs Shamrock Rovers Liga Champions UEFA Hari Ini 8 Juli 2026

8 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Baju Pink Dusty Cocok Dengan Celana Warna Apa? 7 Ide Pilihan

8 Juli 2026

7 cara membuat twibbon MPLS, mudah dengan Canva, Photoshop, atau PicsArt

8 Juli 2026

Jadwal MotoGP Jerman 2026: Marquez Usaha Kecil di Sachsenring

8 Juli 2026

GEN-A tingkatkan literasi digital dan kesehatan mental melalui webinar global

8 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?