Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 1 Oktober 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Perpustakaan Digital BBPKA sebagai Solusi Perang Pengetahuan dengan AI
Teknologi

Perpustakaan Digital BBPKA sebagai Solusi Perang Pengetahuan dengan AI

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran AI dalam Proses Pembelajaran dan Tantangan Literasi di Era Digital

Penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara berlebihan mulai dikhawatirkan mengganggu proses transfer ilmu pengetahuan di kalangan pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum. Hal ini disampaikan oleh Prof Dr Sumayana, Guru Besar FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), saat Bincang Literasi, Digital Library dalam Membangun Budaya Belajar di Era Digital yang digelar di Aula Soekarno-Hatta Lantai 2 Gedung Asthabrata BBPKA-PDN III, Kamis (18/6/2026).

Prof Sumiyana menyoroti beberapa hal terkait etika penggunaan AI yang saat ini perannya nyaris seperti pustaka dalam genggaman. Di sisi lain AI bisa menjadi media perang pengetahuan, sebab data yang dihimpun ditampilkan oleh AI adalah hasil pendalaman dari para pakar dan ahli pada bidangnya masing-masing.

“Pandangan kaum sebuah bangsa bisa dibelokkan, nah ini yang bahaya ketika AI digunakan untuk perang pengetahuan,” katanya. Menurut Prof Dr Sumayana, masyarakat harus menyadari bahwa proses belajar harus berjalan alamiah, tidak serba instan melalui penggunaan AI. “AI hanya sebagai pendukung sekunder jangan menjadi kepercayaan,” terang dia.

Inovasi Digital Library untuk Memperkuat Budaya Belajar

Melalui digital library, akses terhadap sumber belajar diharapkan semakin luas, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi di tengah pesatnya transformasi digital. Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPKA-PDN) III Kementerian Dalam Negeri meluncurkan BBPK Jogja Digilib sebagai upaya memperkuat budaya belajar di era digital.

Kepala BBPKA-PDN III, M Weli Septiya Putra, mengatakan digital library bukan sekadar perpustakaan dalam bentuk elektronik, melainkan ruang belajar yang dapat diakses kapan saja dan oleh siapa saja. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembelajaran berkelanjutan, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Digital library menjadi sarana untuk mendukung pengembangan kompetensi ASN sekaligus memperluas akses literasi bagi mahasiswa dan masyarakat. Kami ingin budaya belajar tumbuh lebih kuat melalui pemanfaatan teknologi,” jelasnya. Menurutnya, penyelenggaraan Bincang Literasi memiliki sejumlah tujuan, di antaranya memperkenalkan peran dan fitur digital library dalam menunjang pengembangan kompetensi ASN, meningkatkan kemampuan ASN dalam memanfaatkan sumber belajar digital, serta memperluas manfaat layanan tersebut bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, perpustakaan daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat literasi digital. Pembelajaran berbasis teknologi diharapkan dapat diterapkan lebih luas, tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di kalangan civitas akademika dan masyarakat.

Standar Pelayanan dan Kolaborasi untuk Meningkatkan Literasi

Pada kesempatan yang sama, BBPKA-PDN III juga mengagendakan penandatanganan kesepakatan standar pelayanan bersama para pemangku kepentingan. Standar pelayanan tersebut meliputi pelayanan pengembangan kompetensi dasar dan manajerial, pelayanan pengembangan kompetensi teknis dan fungsional, serta fasilitasi layanan konsultasi.

“Kami juga siap membuka lebih lebar kantor kami di Jogja, agar masyarakat merasakan kemanfaatan. Kami akan kolaborasikan Jogja Digilib dengan coffe shop atau ruang publik yang menarik agar masyarakat bisa menikmati, masuk lebih dekat,” terang Weli. Weli berharap transformasi digital tidak hanya menghadirkan kemudahan akses informasi, tetapi juga membentuk budaya belajar yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan di kalangan ASN maupun masyarakat luas.

“Digitalisasi ini bisa diakses secara lebih luas. Dan bisa direplikasi di beberapa daerah. Kami sangat terbuka untuk hal itu,” ujarnya.

Tantangan Minat Baca di Kalangan Gen Z

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAP) DIY, Syam Arjayanti, menyampaikan bahwa meski indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) di DIY cukup baik, namun minat baca masyarakatnya terbilang rendah. “Tingkat literasi di Jogja baik ASN dan masyarakatnya itu sebenarnya cukup tinggi, tapi kita gak boleh lengah karena ternyata diangka IPLM tinggi itu minat baca tergolong rendah mengalami penurunan,” jelasnya.

Penurunan minat baca itu menurutnya disebabkan para gen z lebih tertarik mencari literasi melalui ponsel pintar ketimbang mengulik lewat buku. “Nah, ini tantangan kita bersama. Sebagai upaya itu kami mencoba membuat inovasi bagaimana masyarakat mau datang ke Dinas Perpustakaan,” jelasnya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?