Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 24 Juni 2026
Trending
  • Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP Warnai Sejumlah Paket Pengadaan Dishub Jatim 2025
  • 10 jenis bunga hias untuk taman tropis!
  • 5 Film Aksi Komedi Jin Sun Kyu Terbaru yang Wajib Ditonton
  • Citroen e-C3 2026: Harga Terbaru Disini
  • iPhone 14 vs Samsung Galaxy A57 5G: Mana yang Lebih Menguntungkan di Tahun 2026? Lihat Spesifikasinya
  • Lebih nyaman untuk liburan sekolah, KA Rajabasa hadirkan kereta ekonomi premium modifikasi
  • KPK Hentikan Penyelidikan Korupsi MBG, Nasib Dadan Hindayana Cs Kini Di Tangan Kejagung
  • Berkas P21, Dokter Tifa: Mereka Berpesta, Saya Tetap Berdiri Bukan Melawan Tapi Terusik Kebathilan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Rupiah Berpeluang Turun Senin (22/6), Ini Pemicunya
Nasional

Rupiah Berpeluang Turun Senin (22/6), Ini Pemicunya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Prediksi Pergerakan Rupiah Pada Awal Pekan

Rupiah diprediksi akan terus mengalami fluktuasi dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini. Hal ini didorong oleh beberapa faktor yang memengaruhi pasar keuangan global dan domestik. Dalam pandangan para ahli, situasi ini tidak bisa dihindari karena berbagai isu yang masih muncul, baik dari sisi eksternal maupun internal.

Pengaruh Kebijakan The Fed

Salah satu faktor utama yang memengaruhi rupiah adalah kebijakan moneter The Fed. Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo menjelaskan bahwa pasar masih dalam proses merespons keputusan FOMC yang baru saja dirilis. Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, ada indikasi bahwa sebagian anggota FOMC mengantisipasi kenaikan suku bunga di tahun 2026. Hal ini memberikan sinyal hawkish yang berpotensi memperkuat posisi dolar AS (DXY).

Penguatan dolar global secara otomatis akan menekan mata uang emerging markets, termasuk rupiah. Oleh karena itu, investor sangat sensitif terhadap pernyataan atau data ekonomi AS yang muncul awal pekan ini.

Respons Terhadap Kebijakan Devisa Baru

Selain itu, pelaku pasar juga mulai memperhatikan kebijakan devisa baru yang akan efektif berlaku per 1 Juli 2026. BI memperketat aturan devisa dengan adanya threshold dokumen ekspor dan limit cash valas. Meski kebijakan ini akan berlaku bulan depan, Sutopo menyatakan bahwa pelaku pasar biasanya mulai memposisikan diri lebih awal.

Kebijakan ini memiliki dampak double-edged. Di satu sisi, upaya BI untuk memperkuat cadangan devisa merupakan sentimen positif. Namun, di sisi lain, pengetatan likuiditas valas sering kali membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam jangka pendek.

Ketidakpastian Geopolitik dan MSCI Review

Ketidakpastian geopolitik juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Meskipun sudah ada interim peace agreement antara AS dan Iran, pasar tetap memantau apakah ada perkembangan baru terkait stabilitas di Timur Tengah yang dapat mempengaruhi harga energi global.

Selain itu, sentimen terkait status Emerging Market Indonesia pasca-review MSCI tetap membayangi. Setiap aliran modal keluar dari investor asing akibat sentimen ini akan memberikan tekanan tambahan pada nilai tukar rupiah.

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah

Sutopo memperkirakan bahwa rupiah pada Senin (22/6) akan berada di kisaran Rp 17.800 hingga Rp 17.950 per dolar AS. Sementara itu, Muhammad Amru Syifa dari Research and Development ICDX memproyeksikan nilai tukar rupiah pada awal pekan ini akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran Rp 17.700 – Rp 17.860 per dolar AS.

Meskipun Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%, rupiah masih ditutup melemah ke level Rp 17.804 per dolar AS. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah.

Upaya BI dalam Menjaga Stabilitas

Sejak Mei 2026, Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate sebesar total 100 basis poin sebagai langkah memperkuat stabilitas rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global. Dari sisi eksternal, dolar AS masih bertahan kuat setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya dan memberikan sinyal bahwa suku bunga berpotensi tetap tinggi lebih lama.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih berada di level tinggi turut menopang permintaan terhadap aset berbasis dolar AS. Kondisi tersebut membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Faktor-Faktor Utama yang Memengaruhi Rupiah

Pada perdagangan Senin nanti, pasar juga akan mencermati perkembangan kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan memulihkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz. Dengan demikian, perkembangan hubungan AS–Iran, pergerakan harga minyak dunia, kekuatan dolar AS, yield obligasi AS, serta sentimen terkait MSCI akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah pada awal pekan ini.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada Jumat (19/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,06% secara harian ke Rp 17.804 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah di level Rp 17.826 per dolar AS, nilai ini sama dengan nilai pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya (18/6).

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Berkas P21, Dokter Tifa: Mereka Berpesta, Saya Tetap Berdiri Bukan Melawan Tapi Terusik Kebathilan

24 Juni 2026

5 Waterpark di Karanganyar Jateng dengan Suasana Segar dan Tiket Rp15 Ribu

24 Juni 2026

Lebih nyaman untuk liburan sekolah, KA Rajabasa hadirkan kereta ekonomi premium modifikasi

24 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP Warnai Sejumlah Paket Pengadaan Dishub Jatim 2025

24 Juni 2026

10 jenis bunga hias untuk taman tropis!

24 Juni 2026

5 Film Aksi Komedi Jin Sun Kyu Terbaru yang Wajib Ditonton

24 Juni 2026

Citroen e-C3 2026: Harga Terbaru Disini

24 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?