Peningkatan Kualitas Layanan KA Rajabasa untuk Melayani Kebutuhan Masyarakat
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kereta api yang melayani rute Kertapati-Tanjungkarang, yaitu KA Rajabasa. Perubahan ini dilakukan sebagai respons atas tingginya minat masyarakat serta masukan dari pelanggan sepanjang jalur Lampung-Sumatera Selatan.
Mulai Sabtu, 4 Juli 2026, KA Rajabasa akan menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Premium Modifikasi yang menggantikan Kereta Ekonomi Tegak Lurus berkapasitas 106 kursi. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap oleh KAI.
KAI memahami bahwa pelanggan menginginkan perjalanan yang semakin nyaman, terutama pada KA Rajabasa yang melayani rute antardaerah dengan jarak cukup jauh dan menjadi moda transportasi andalan masyarakat di kedua provinsi tersebut. Dengan adanya peningkatan fasilitas, diharapkan pengalaman perjalanan menjadi lebih baik dan sesuai harapan pelanggan.
- Penambahan jumlah kereta dalam rangkaian KA Rajabasa dari lima menjadi delapan unit telah dilakukan sebelumnya.
- Penggunaan Kereta Ekonomi Tegak Lurus sebelumnya membuat kapasitas angkut meningkat dari 530 menjadi 848 tempat duduk dalam satu perjalanan atau bertambah sekitar 60 persen.
- Kebijakan ini diambil untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat.
Pada tahap pengembangan berikutnya, KAI menghadirkan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi guna meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Dengan komposisi delapan kereta ekonomi premium modifikasi, KA Rajabasa kini menyediakan 640 kursi setiap perjalanan. Penumpang dapat menikmati kursi individual dengan arm rest, reclining seat, AC sentral, stop kontak, serta tata letak tempat duduk yang lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh.
KA Rajabasa merupakan layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) yang mendapat dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Dukungan tersebut memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan antara Palembang dan Bandar Lampung dengan biaya yang terjangkau.
- Untuk rute terjauh Kertapati-Tanjungkarang maupun sebaliknya, tarif yang dikenakan tetap Rp 32.000.
- Sepanjang tahun 2025, KA Rajabasa telah melayani 686.788 pelanggan.
- Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna mencapai 388.190 pelanggan atau naik 38,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 280.719 pelanggan.
- Terdapat tambahan 107.471 pelanggan dalam lima bulan pertama tahun 2026.
Menurut Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, peningkatan jumlah penumpang tersebut menunjukkan bahwa KA Rajabasa memiliki peran penting dalam aktivitas masyarakat Lampung dan Sumatera Selatan. Kereta ini menjadi pilihan banyak orang untuk bekerja, bersekolah, kuliah, berobat, berdagang, mengunjungi keluarga, hingga berwisata saat akhir pekan.

“Bagi pelanggan, perjalanan dengan tarif Rp32.000 untuk jarak terjauh sangat berarti. Biaya transportasi yang terjangkau membantu masyarakat mengatur kebutuhan lain, seperti pendidikan anak, biaya kesehatan, kebutuhan keluarga, atau modal usaha kecil. Karena itu, peningkatan kenyamanan KA Rajabasa diarahkan agar layanan PSO ini semakin dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” tutur Anne.
Peningkatan fasilitas yang mulai diterapkan pada Sabtu, 4 Juli 2026, juga memberikan alternatif perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan yang bepergian bersama keluarga. Mobilitas antara Lampung dan Sumatera Selatan diharapkan semakin mendukung kebutuhan masyarakat untuk bersilaturahmi, menempuh pendidikan, memperoleh layanan kesehatan, berwisata, maupun menjalankan aktivitas ekonomi.
KA Rajabasa melayani perjalanan sejauh 389 kilometer dan menjadi salah satu kereta penumpang reguler dengan rute terpanjang di Pulau Sumatera. Kereta ini menghubungkan dua pusat transportasi utama, yakni Stasiun Kertapati di Palembang dan Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung.
Selama perjalanan, KA Rajabasa berhenti di sejumlah stasiun, yaitu Kertapati, Lembak, Prabumulih, Peninjawan, Tigagajah, Baturaja, Martapura, Way Tuba, Blambangan Umpu, Tulang Buyut, Negara Ratu, Ketapang, Kotabumi, Sulusuban, Bekri, Tegineneng, Rejosari, Labuan Ratu, hingga Tanjungkarang.
Nama Rajabasa sendiri diambil dari Gunung Rajabasa yang berada di Provinsi Lampung. Sejak pertama kali beroperasi, KA Rajabasa dikenal sebagai penghubung utama masyarakat Lampung dan Sumatera Selatan. Kehadirannya berperan dalam memperlancar mobilitas, mempererat konektivitas antardaerah, serta menjaga akses transportasi publik yang terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat.
“KAI ingin pelanggan memahami bahwa setiap masukan menjadi bagian penting dari proses perbaikan. Kami menata layanan secara bertahap agar KA Rajabasa semakin nyaman, tetap terjangkau, dan dapat diandalkan masyarakat. Harapannya, pelanggan merasakan bahwa perjalanan dengan kereta api semakin sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkas Anne.



