Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kakek 64 Tahun Jadi Korban Pencabulan Mantan Caleg Cirebon dengan Modus Ajak ke Hotel
Hukum

Kakek 64 Tahun Jadi Korban Pencabulan Mantan Caleg Cirebon dengan Modus Ajak ke Hotel

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 June 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kronologi Eks Caleg Diduga Cabuli Kakek 64 Tahun di Cirebon



Seorang mantan calon legislatif (caleg) di Kota Cirebon diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap seorang kakek berusia 64 tahun. Peristiwa ini disebut telah berlangsung selama dua tahun, mulai dari tahun 2024 hingga saat ini. Korban, yang dikenal dengan inisial S, akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Cirebon setelah tidak tahan menghadapi tindakan keji yang dilakukan oleh pelaku.

Kakek S adalah mantan anggota tim sukses dari eks caleg H, yang pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dalam dua periode. Namun, meskipun memiliki hubungan profesional, H justru tega melakukan tindakan tidak senonoh terhadap S. Dugaan pencabulan ini disebut dilakukan secara berulang dan di beberapa lokasi berbeda, termasuk beberapa hotel di Kota Cirebon.

Modus Pelaku Jebak Korban

Menurut penjelasan kuasa hukum korban, Raden Reza Pramadia, pelaku H memanfaatkan hubungan yang pernah terjalin antara keduanya untuk menjebak S. Awalnya, H mengajak S dengan alasan untuk dipijat. Selain itu, pelaku juga menawarkan uang jika korban mau menuruti kemauannya. Setelah sampai di hotel, H telah menyiapkan pria lain untuk melakukan hubungan intim dengan S.

Sementara itu, H merekam adegan tersebut sambil menyaksikan langsung. Selain itu, H juga disebut sempat melakukan penyodoman terhadap S secara paksa. Pihak keluarga korban mengungkapkan bahwa pelaku juga merekam video dan foto korban, lalu mengancam akan menyebarkan video tersebut jika korban menolak permintaannya.

Awal Mula Korban Berani Lapor

Awal mula korban berani melaporkan kasus ini terjadi setelah pihak keluarga, khususnya anak korban, mengetahui adanya penyebaran video dan foto tak senonoh ayahnya. Fandy, anak korban, mengaku kaget saat mengetahui foto dan tangkapan layar video asusila ayahnya beredar melalui WhatsApp. Ia mengatakan bahwa ayahnya selama ini tidak pernah bercerita tentang insiden tersebut.

Fandy mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak tahu tentang kejadian ini karena ayahnya memilih diam. Ia hanya mengetahui informasi tersebut setelah seorang tetangga memberitahukan kepada anaknya. Dari situ, Fandy mulai mencari tahu siapa pelaku dan akhirnya melaporkan kasus ini ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Penjelasan Kasat Reskrim

Menurut Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP M Fadillah, modus pelaku H adalah dengan menunjukkan foto telanjang korban yang ternyata merupakan hasil editan AI. Hal ini dilakukan untuk mengancam S agar mau menuruti perintah H. “Mau tidak mau saudara S mengikuti perintah saudara H,” ujar AKP M Fadillah.

Selain itu, H juga disebut mempergunakan teknologi AI untuk membuat foto dan video yang bisa digunakan sebagai ancaman. Dengan demikian, korban merasa terpaksa mengikuti kemauan pelaku. Akibatnya, korban mengalami trauma dan tidak lagi percaya pada orang-orang sekitarnya.

Tanggapan Keluarga

Fandy sangat marah dan terpukul dengan apa yang dialami ayahnya. Ia menyatakan ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. “Sakit hati. Saya ingin dihukum seberat-beratnya. Karena bapak saya yang polos, enggak pernah buat masalah, tapi dia tega melakukan hal seperti itu,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ayahnya dan pelaku pernah bekerja sama dalam urusan politik. Namun, ia tidak menyangka bahwa sang ayah akan dijebak hingga diperlakukan demikian. Fandy berharap kasus ini bisa segera diselesaikan dengan adil dan pelaku mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatannya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

17 October 2026

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?