Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 7 Juni 2026
Trending
  • 16 Perusahaan Gelar RUPS Hari Ini, INCO hingga TMAS Bahas Dividen dan Pengurus
  • Nasib menyedihkan kakek 64 tahun di Cirebon diintimidasi foto AI oleh mantan caleg
  • Gubernur Jateng: Perbaikan Jalan Blora Bukan Prioritas, Pemprov Segera Tindak Lanjuti
  • Bukan sekadar statistik! Bernardo Tavares bongkar alasan Persebaya Surabaya pertahankan Jefferson Silva
  • 7 Makanan Rentan Busuk, Perhatikan Penyimpanannya
  • Kumis Walrus: Senjata Hidup di Dasar Laut Gelap
  • 12 Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini: Scorpio Prioritaskan, Aquarius Berani
  • Hyundai Palisade Hybrid Signature 2026: Harga Terbaru Disewa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Nasib menyedihkan kakek 64 tahun di Cirebon diintimidasi foto AI oleh mantan caleg
Hukum

Nasib menyedihkan kakek 64 tahun di Cirebon diintimidasi foto AI oleh mantan caleg

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Pelecehan Seksual yang Melibatkan AI dan Ancaman

Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kota Cirebon akhirnya terungkap setelah korban berinisial S (64 tahun) memberanikan diri melaporkan dugaan tindakan asusila yang dialaminya. Pelaku, seorang mantan calon anggota DPRD berinisial H, telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana teknologi seperti AI bisa digunakan sebagai alat ancaman dalam kasus-kasus serupa.

Awal Mula Kejadian

Peristiwa bermula ketika H mengajak korban ke sebuah hotel di wilayah Cirebon dengan alasan meminta bantuan pijat. Korban yang tidak curiga terhadap sosok yang pernah menjadi atasannya itu akhirnya memenuhi ajakan tersebut. Namun, situasi berubah ketika mereka berada di dalam kamar hotel. Di lokasi itu telah menunggu seorang pria lain yang diduga sengaja disiapkan oleh pelaku. Korban kemudian diminta melakukan hubungan sesama jenis dengan pria tersebut.

Permintaan itu langsung ditolak oleh korban. Akan tetapi, penolakan tersebut tidak menghentikan tekanan yang diterimanya. Menurut polisi, pelaku diduga menggunakan foto telanjang hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI sebagai alat untuk menakut-nakuti korban. Foto tersebut digunakan untuk mengancam korban agar menuruti perintah pelaku.

Tekanan Psikologis yang Berkepanjangan

Selama bertahun-tahun, S hidup dalam ketakutan akibat ancaman yang terus menghantuinya. Ia mengaku dipaksa mengikuti berbagai keinginan pelaku karena khawatir rahasia yang digunakan sebagai alat tekan akan disebarluaskan. Dengan adanya rekaman video yang dibuat selama kejadian, pelaku menggunakan materi tersebut sebagai alat ancaman untuk mengendalikan korban pada kesempatan-kesempatan berikutnya.

Polisi menduga modus serupa kembali digunakan beberapa kali. Dengan berbekal rekaman dan materi yang telah dimiliki, pelaku disebut terus memaksa korban melakukan hubungan sesama jenis di sejumlah hotel berbeda di Kota Cirebon. Tak hanya itu, korban juga mengaku pernah mengalami tindakan sodomi secara paksa.

Keberanian Korban Muncul

Ketakutan akan rusaknya nama baik membuat korban memilih diam selama bertahun-tahun. Ia terus berada dalam bayang-bayang ancaman hingga akhirnya memutuskan melapor. Keberanian korban muncul setelah video yang merekam aktivitas tersebut diketahui beredar dan sampai ke lingkungan sekitar.

Informasi mengenai beredarnya video tersebut kemudian sampai kepada anak korban. Reaksi keluarga yang tidak menerima kondisi tersebut menjadi titik balik yang mendorong kasus ini masuk ke jalur hukum. Awalnya takut, ada ancaman dan intimidasi. Akhirnya diketahui anaknya, anaknya (korban) enggak terima. Jadi ada tetangga yang dikirimin video itu, lapor ke anaknya (korban), anaknya datang ke kami.

Penyelidikan Terus Berlangsung

Hingga kini, kepolisian masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. Selain mendalami kemungkinan adanya korban lain, penyidik juga menelusuri dugaan apakah korban pernah diarahkan atau dilibatkan dalam komunitas tertentu yang berkaitan dengan pelaku.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penganiayaan KDRT hanya dihukum 4 bulan, korban disiksa oleh polisi palsu

6 Juni 2026

Kematian Brigadir Anton di Sel Palangka Raya, Hukuman Seumur Hidup Mantan Polisi Jadi Perhatian

6 Juni 2026

Kasus Tabrak Lari di Jalan Cokroaminoto, Polisi Lacak Truk dan Buru Sopir via CCTV

6 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

16 Perusahaan Gelar RUPS Hari Ini, INCO hingga TMAS Bahas Dividen dan Pengurus

6 Juni 2026

Nasib menyedihkan kakek 64 tahun di Cirebon diintimidasi foto AI oleh mantan caleg

6 Juni 2026

Gubernur Jateng: Perbaikan Jalan Blora Bukan Prioritas, Pemprov Segera Tindak Lanjuti

6 Juni 2026

Bukan sekadar statistik! Bernardo Tavares bongkar alasan Persebaya Surabaya pertahankan Jefferson Silva

6 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?