Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 29 Agustus 2026
Trending
  • 15 Contoh Laporan Wisata Sulawesi Barat, Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 SD
  • Desil DTSEN Dianggap Tidak Sesuai, Ini Tanggapan Purbaya
  • 6 Dilema yang Dihadapi Yoo Bo Na di A Bona Fide Killer
  • Ramalan shio hari ini: Cinta, karier, dan angka keberuntungan
  • Demo 27 Agustus Dapat Izin Presiden Prabowo?
  • Tenxi banget, intip keseruan, barang favorit dan ikonik di Shopee 9.9
  • Ketua BEM Unsoed Azza Febra Soroti Pengelolaan Kampus Pasca OTT Rektor KPK
  • Makeup luntur? Ini cara terbaik untuk kulit kombinasi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Nasib menyedihkan kakek 64 tahun di Cirebon diintimidasi foto AI oleh mantan caleg
Hukum

Nasib menyedihkan kakek 64 tahun di Cirebon diintimidasi foto AI oleh mantan caleg

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Pelecehan Seksual yang Melibatkan AI dan Ancaman

Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kota Cirebon akhirnya terungkap setelah korban berinisial S (64 tahun) memberanikan diri melaporkan dugaan tindakan asusila yang dialaminya. Pelaku, seorang mantan calon anggota DPRD berinisial H, telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana teknologi seperti AI bisa digunakan sebagai alat ancaman dalam kasus-kasus serupa.

Awal Mula Kejadian

Peristiwa bermula ketika H mengajak korban ke sebuah hotel di wilayah Cirebon dengan alasan meminta bantuan pijat. Korban yang tidak curiga terhadap sosok yang pernah menjadi atasannya itu akhirnya memenuhi ajakan tersebut. Namun, situasi berubah ketika mereka berada di dalam kamar hotel. Di lokasi itu telah menunggu seorang pria lain yang diduga sengaja disiapkan oleh pelaku. Korban kemudian diminta melakukan hubungan sesama jenis dengan pria tersebut.

Permintaan itu langsung ditolak oleh korban. Akan tetapi, penolakan tersebut tidak menghentikan tekanan yang diterimanya. Menurut polisi, pelaku diduga menggunakan foto telanjang hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI sebagai alat untuk menakut-nakuti korban. Foto tersebut digunakan untuk mengancam korban agar menuruti perintah pelaku.

Tekanan Psikologis yang Berkepanjangan

Selama bertahun-tahun, S hidup dalam ketakutan akibat ancaman yang terus menghantuinya. Ia mengaku dipaksa mengikuti berbagai keinginan pelaku karena khawatir rahasia yang digunakan sebagai alat tekan akan disebarluaskan. Dengan adanya rekaman video yang dibuat selama kejadian, pelaku menggunakan materi tersebut sebagai alat ancaman untuk mengendalikan korban pada kesempatan-kesempatan berikutnya.

Polisi menduga modus serupa kembali digunakan beberapa kali. Dengan berbekal rekaman dan materi yang telah dimiliki, pelaku disebut terus memaksa korban melakukan hubungan sesama jenis di sejumlah hotel berbeda di Kota Cirebon. Tak hanya itu, korban juga mengaku pernah mengalami tindakan sodomi secara paksa.

Keberanian Korban Muncul

Ketakutan akan rusaknya nama baik membuat korban memilih diam selama bertahun-tahun. Ia terus berada dalam bayang-bayang ancaman hingga akhirnya memutuskan melapor. Keberanian korban muncul setelah video yang merekam aktivitas tersebut diketahui beredar dan sampai ke lingkungan sekitar.

Informasi mengenai beredarnya video tersebut kemudian sampai kepada anak korban. Reaksi keluarga yang tidak menerima kondisi tersebut menjadi titik balik yang mendorong kasus ini masuk ke jalur hukum. Awalnya takut, ada ancaman dan intimidasi. Akhirnya diketahui anaknya, anaknya (korban) enggak terima. Jadi ada tetangga yang dikirimin video itu, lapor ke anaknya (korban), anaknya datang ke kami.

Penyelidikan Terus Berlangsung

Hingga kini, kepolisian masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. Selain mendalami kemungkinan adanya korban lain, penyidik juga menelusuri dugaan apakah korban pernah diarahkan atau dilibatkan dalam komunitas tertentu yang berkaitan dengan pelaku.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ketua BEM Unsoed Azza Febra Soroti Pengelolaan Kampus Pasca OTT Rektor KPK

29 Agustus 2026

72 Tersangka Karhutla, Mayoritas Petani, Pemodal Utama Masih Mencurigakan

29 Agustus 2026

Rombongan Alphard dan Fortuner Viral Tolak CFD Sudirman, Dishub Pastikan Penertiban

28 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

15 Contoh Laporan Wisata Sulawesi Barat, Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 SD

29 Agustus 2026

Desil DTSEN Dianggap Tidak Sesuai, Ini Tanggapan Purbaya

29 Agustus 2026

6 Dilema yang Dihadapi Yoo Bo Na di A Bona Fide Killer

29 Agustus 2026

Ramalan shio hari ini: Cinta, karier, dan angka keberuntungan

29 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?