Kabar Meninggalnya Narapidana Anton Kurniawan
Kabar duka datang dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya, di mana seorang narapidana bernama Anton Kurniawan ditemukan meninggal dunia. Jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. Informasi ini beredar setelah petugas menemukan Anton dalam kondisi tidak sadarkan diri di sel isolasi.
Peristiwa yang Menggemparkan
Pada Sabtu (30/5/2026), Anton Kurniawan ditemukan tidak bergerak sekira pukul 20.32 WIB. Saat itu, petugas lapas sedang melakukan pengecekan rutin terhadap tahanan. Setelah dilakukan pemeriksaan, Anton dinyatakan meninggal dunia. Penyebab kematiannya diduga berkaitan dengan penyakit jantung. Namun, hasil autopsi akan menjadi bukti resmi mengenai penyebab pastinya.
Anton juga pernah mencoba kabur dari Lapas Kelas II A Palangka Raya pada Sabtu (23/5/2026) lalu. Setelah kejadian tersebut, ia dimasukkan ke ruang isolasi. Dalam ruang isolasi, Anton tinggal sendirian tanpa ada tahanan lain di sekitarnya.

Tangis Keluarga dan Permintaan Kejelasan
Tangis ibu Anton pecah saat bertemu dengan Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar, di RS Bhayangkara Palangka Raya. Ia memohon bantuan untuk mendapatkan kejelasan terkait kematian anaknya. Ibu Anton tampak sangat terpukul dan meminta agar proses autopsi dapat segera diselesaikan agar bisa diketahui penyebab kematian anaknya.
Bias Layar menyampaikan bahwa semua pihak harus menghormati proses yang sedang berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum mengambil kesimpulan.

Reaksi Keluarga Korban
Kabar kematian Anton juga mengejutkan keluarga korban. Salah satunya adalah istri almarhum Budiman Arisandi, yang merupakan korban dari aksi Anton. Sidah, istri Budiman, mengaku tidak tahu sama sekali tentang kabar tersebut. Ia hanya mengetahui melalui informasi dari orang lain.
Sidah turut berbelasungkawa atas kematian Anton dan berharap beliau diampuni kesalahannya. Ia juga berdoa agar almarhum tenang di sana.

Proses Pemakaman dan Harapan Keluarga
Jenazah Anton akhirnya dimakamkan di kampung halamannya, Wonosobo, Jawa Tengah. Sebelum dipindahkan ke kampung halaman, jenazah terlebih dahulu diterima oleh keluarga dan dibawa ke rumah duka di Jalan Pasir Panjang, Palangka Raya. Proses otopsi telah selesai, dan jenazah siap untuk dikebumikan.
Sugi, kerabat Anton dari Wonosobo, mengungkapkan bahwa pihak keluarga menerima kabar duka pada malam hari sebelum kematian Anton. Setelah mendapat kabar tersebut, mereka langsung menuju RS Bhayangkara untuk menemui jenazah.

Pesan Terakhir Anton
Sebelum dinyatakan meninggal, Anton sempat menghubungi keluarganya. Ia meminta agar kedua anaknya disekolahkan di kampung halamannya, Wonosobo. Selain itu, Anton juga tidak pernah mengeluh sakit atau mendapat kekerasan selama menjalani masa pidana di Lapas.



