Peristiwa Tragis di Kabupaten Konawe Selatan
Di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terjadi peristiwa tragis yang mengundang perhatian masyarakat. Seorang mama muda berinisial AS (24) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya sendiri di kawasan BTN Rezky, Desa Ambepua, Kecamatan Ranomeeto, pada Sabtu (30/5/2026). Ironisnya, AS baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-24 dua hari sebelum ia mengembuskan napas terakhir, tepatnya pada Kamis (28/5/2026).
Pihak kepolisian tidak butuh waktu lama untuk mengungkap kasus ini. Tim URC Buser77 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bersama Unitkam Sat Intelkam Polresta Kendari dan Intelmob Polda Sultra langsung bertindak cepat dan meringkus pelaku yang tak lain adalah suami korban sendiri, berinisial IS (28).
Ditemukan Bersama Balita 2 Tahun
Saat pertama kali ditemukan pada malam hari, jasad korban terbaring tak berdaya di dalam rumah. Mirisnya, jenazah mama muda ini terbujur kaku di samping anak semata wayangnya yang masih berusia sekitar dua tahun.
Saat ditemukan, pihak keluarga dan warga mendapati adanya kejanggalan berupa sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh korban seperti wajah, lengan, bahu, hingga paha. Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya laporan penemuan mayat mama muda berinisial AS tersebut.
“Iya benar korban AS ditemukan tak bernyawa, sementara pada tubuhnya ditemukan luka memar, dan saat ini kami tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab hilangnya nyawa,” ungkap Welliwanto pada Sabtu (30/5/2026).
Hasil Otopsi: 28 Luka Memar dan Pembengkakan Otak
Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, Polresta Kendari merilis hasil autopsi resmi yang dikeluarkan oleh tim dokter Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari. Hasil visum luar menunjukkan adanya tindakan kekerasan fisik yang sangat brutal secara berulang.
“Hasil visum luar terdapat 28 luka memar di sekujur tubuh korban mulai dari kepala hingga kaki,” kata AKP Welliwanto Malau saat ditemui pada Minggu (31/5/2026).
Mantan Kasat Reskrim Polresta Bengkulu ini kemudian merinci puluhan luka yang diderita oleh korban:
- Bagian Kepala dan Wajah: Terdapat dua luka memar di kepala bagian belakang, serta dua memar di bagian depan kanan dan kiri. Pada wajah, ditemukan dua luka memar di pipi kanan, memar disertai robek pada kelopak mata kanan, serta luka lecet pada alis kiri dan kelopok mata kiri.
- Bagian Dada dan Lengan: Satu luka memar di dada bagian tengah, dua luka lecet pada bahu kanan, tiga luka memar di lengan atas kanan, satu memar di lipatan dalam siku kanan, serta satu luka lecet tekan di bagian belakang siku kiri.
- Bagian Bawah Tubuh: Satu luka memar di panggul kiri, dua memar bagian atas dan satu memar bagian luar pada paha kanan. Sementara pada paha kiri ditemukan jaringan sikatrik serta satu luka memar atas, betis depan memar, satu luka lecet dari betis hingga pergelangan kaki kanan, serta dua luka memar pada pergelangan kaki kiri sisi dalam.
Selain pemeriksaan luar, tim Dokter Forensik RS Bhayangkara Kendari juga melakukan otopsi mendalam untuk mengetahui penyebab utama kematian. Dokter menemukan adanya resapan darah dan memar pada kepala, pembengkakan hebat pada otak, serta pelebaran pembuluh darah pada selaput otak korban.
“Jadi penyebab utama kematian korban AS adalah akibat trauma tumpul pada kepala bagian belakang,” terang Welliwanto.
“Cedera fatal ini menyebabkan pembengkakan pada otak yang menekan pusat pernapasan, hingga akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya menambahkan.
Kerap Disiksa karena Cemburu Buta
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum akhirnya tewas secara tragis di usia 24 tahun, AS kerap menerima kekerasan fisik dan psikis yang brutal dari sang suami. Motif di balik aksi keji IS disinyalir akibat rasa cemburu buta yang tidak terkendali. Pelaku kerap menuduh korban berselingkuh tanpa alasan dan bukti yang jelas.
Tuduhan tidak berdasar tersebut selalu berujung pada penyiksaan fisik. Tragisnya, IS juga kerap mempermalukan korban secara sengaja. Setelah menuduh selingkuh, pelaku memaksa korban keluar rumah dengan pakaian seksi dan nyaris tanpa busana. Hal ini dilakukan pelaku dengan maksud menghukum sekaligus mempermalukan istrinya di hadapan pria lain yang dicurigai, mulai dari juru parkir hingga penjual udang yang ditemui korban saat berbelanja di pasar.
Penderitaan korban berlanjut saat tiba di rumah. Pelaku kembali menendang dan membanting korban hingga babak belur, bahkan sempat menggunting rambut panjang korban. Fakta mencengangkan lain mengungkap bahwa dorongan seksual pelaku justru memuncak saat melihat istrinya merintih kesakitan akibat dipukuli.
Usai melakukan penganiayaan tanpa ampun, pelaku langsung menyetubuhi korban yang sudah dalam kondisi tidak berdaya.
Puncak Aksi Keji Pelaku
Puncak dari rangkaian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini terjadi pada Sabtu (30/5/2026). Korban akhirnya mengembusen napas terakhir dalam kondisi tanpa busana setelah kembali dianiaya oleh suaminya. Korban diduga kuat sudah meninggal dunia sejak waktu subuh. Namun, pelaku IS dengan sengaja menutupi perbuatannya dan baru melaporkan kematian istrinya kepada pihak keluarga setelah hari memasuki waktu malam.
Saat ini, pelaku IS beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolresta Kendari untuk menjalani pemeriksaan intensif atas tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.
“Benar saat tim mendapat informasi langsung bergerak ke TKP dari sana langsung kita amankan terduga pelaku IS. Saat ini tengah kami lakukan pemeriksaan atas meninggalnya korban dengan kondisi fisik dipenuhi luka lebam,” tutup AKP Welliwanto Malau pada Minggu (31/5/2026).
13 Macam Perilaku Menyimpang Seksual
Perilaku menyimpang seksual adalah perilaku pemenuhan kebutuhan seksual dengan cara yang tidak wajar. Perilaku tersebut disebut juga dengan parafilia. Penyebab perilaku menyimpang sosial bisa disebabkan oleh gangguan psikologis, pengalaman sewaktu kecil, pergaulan, faktor genetik, dan penyalahgunaan obat dan alkohol.
- Fetisisme
Fetisisme adalah perilaku menyimpang dimana cara memenuhi kebutuhan seksualnya dengan menggunakan benda mati, seperti pakaian dalam, kain, dan benda lainnya. - Homoseksual
Homoseksual adalah kelainan seksual berupa disorientasi pasangan yang ditandai menyukai sesama jenis. Penyuka sesama pria disebut gay, sedangkan penyuka sesama wanita disebut lesbi. - Sadomasokisme
Perilaku ini adalah kondisi dimana seseorang merasakan kepuasan seksual setelah menyakiti pasangan seksualnya. Sadomakisme disebut juga dengan sadisme. - Masokisme
Ini merupakan kelainan seksual dimana seseorang menikmati seks setelah disiksa terlebih dahulu oleh pasangannya. Masokisme adalah perilaku yang berkebalikan dengan sadomakisme. - Ekshibisionisme
Penderita ekshibisionisme akan memperoleh kepuasan seksual dengan memperlihatkan alat kelamin mereka terhadap korban. Semakin korban merasa ketakutan atau jijik, maka penderita ekshibisionisme akan semakin terangsang. - Hiperseks
Penderita hiperseks biasanya merasa tidak pernah cukup melakukan hubungan seksual dengan satu pasangan. - Voyeurisme
Voyeurisme diambil dari bahasa Perancis vayeur yang berarti mengintip. penderita akan memperoleh kepuasan seksual dengan cara mengintip atau melihat orang lain sedang telanjang, mandi, atau berhubungan seksual. - Pedofilia
Pedofilia adalah orang dewasa yang menyukai hubungan seksual dengan anak yang berusia di bawah umur. - Incest
Incest adalah perilaku menyimpang seksual yang menyukai berhubungan dengan anggota keluarga sedarah. - Bestially
Bestially adalah penyimpangan seksual yang melakukan hubungan seksual dengan binatang, seperti orang utan, kuda, kambing, dan sapi. - Necrofilia
Penderita necrofilia menyukai hubungan seksual dengan mayat. - Frotteurisme
Frotteurisme adalah kelainan seksual dimana pria mendapat kepuasan seksual dengan menggesekkan alat kelaminnya kepada wanita di tempat umum. Misalnya di bis, kereta, dan tempat umum lainnya. - Sodomi
Kelainan seksual pada pria yang menyebabkan ia menyukai hubungan seksual melalui dubur pasangannya. Kelainan sodomi ini juga erat kaitannya dengan homoseksual.


