Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung di Blora Ditetapkan Sebagai Prioritas
Perhatian terhadap kondisi jalan yang rusak di wilayah Kabupaten Blora, khususnya ruas Jalan Raya Randublatung-Cepu, semakin meningkat setelah beberapa waktu lalu muncul pernyataan dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, sebelumnya menyampaikan keluhan mengenai kerusakan jalan tersebut dalam forum Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 Wilayah Pengembangan Jekuti dan Banglor yang digelar di Kudus pada 26 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, Sri Setyorini menyebut bahwa masalah jalan rusak telah menjadi perbincangan luas di media sosial. Ia menegaskan bahwa warga Blora sangat membutuhkan penanganan lebih serius terhadap kondisi jalan tersebut. Namun, respons yang diberikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi menuai kontroversi. Ia menyatakan bahwa perbaikan jalan Cepu-Randublatung tidak bermanfaat dan memakan biaya besar, sehingga lebih baik fokus pada jalan-jalan yang dinilai lebih penting untuk pertumbuhan ekonomi.
Pernyataan tersebut kemudian viral di media sosial, dengan banyak warganet yang menyayangkan sikap gubernur. Mereka berpendapat bahwa semua jalan rusak harus menjadi prioritas, bukan hanya jalan-jalan yang dianggap lebih strategis. Beberapa komentar menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur yang vital bagi masyarakat.
Pemprov Jateng Segera Lakukan Perbaikan Jalan
Meski ada perdebatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu akan segera dilakukan. Anggaran sebesar Rp5,276 miliar telah dialokasikan untuk proyek ini, yang saat ini sudah memasuki tahapan lelang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, pada Senin (1/6/2026).
Henggar menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk menangani perbaikan ruas jalan yang rusak berat di Desa Kediren, Kecamatan Randublatung. Selain itu, sesuai arahan Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi.
Sebelumnya, pada 2025, ruas jalan Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer di wilayah Desa Petak, Dinding, dan Betekan telah dilakukan penanganan dengan anggaran Rp19,92 miliar. Pemprov Jateng juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp45,86 miliar untuk memperbaiki jalan provinsi di Kabupaten Blora sepanjang 101,5 kilometer selama periode 2025-2026.
Upaya Tambahan Melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD)
Selain menggunakan APBD Provinsi Jawa Tengah, pemerintah provinsi juga melakukan upaya melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Henggar menyebut bahwa terdapat tiga ruas jalan di Kabupaten Blora yang akan diusulkan masuk dalam program tersebut.
“Dan ini telah kita usulkan ke Inpres Jalan Daerah. Jadi masuk ke IJD, mudah-mudahan semuanya dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya. Berdasarkan data Pemprov Jateng, pada 2026 telah diajukan dukungan pendanaan melalui program IJD kepada Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp46,6 miliar, untuk percepatan penanganan ruas Singget-Doplang-Cepu.
Tantangan dan Harapan Masyarakat
Kondisi jalan yang rusak di Blora tidak hanya menjadi isu infrastruktur, tetapi juga menjadi sorotan terhadap pengelolaan anggaran dan prioritas pembangunan. Warga Blora berharap pemerintah dapat lebih transparan dan merespons secara cepat terhadap keluhan mereka. Mereka juga berharap agar semua jalan yang rusak bisa mendapatkan perhatian, bukan hanya jalan-jalan yang dianggap strategis.
Dengan adanya komitmen Pemprov Jateng untuk segera melakukan perbaikan, diharapkan kondisi jalan di Blora bisa segera diperbaiki, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.



