Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 15 Juni 2026
Trending
  • 50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker
  • Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai
  • Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM
  • 6 Berita Pilihan Hari Ini: Pelaku Penusukan Batam Ditangkap Saat Laporan Kasus Lain
  • Hari Ini Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN dan Dua Wakilnya
  • Persija Umumkan Pelatih Baru Hari Ini, Shin Tae-yong Gantikan Mauricio Souza
  • Kolang-kaling Kalikesek: Camilan Khas Limbangan Kendal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»PBB gelar sidang darurat usai Israel perluas serangan ke Lebanon
Politik

PBB gelar sidang darurat usai Israel perluas serangan ke Lebanon

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Sidang Darurat PBB: Konflik Israel dan Hizbullah Mengancam Stabilitas Regional

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar sidang darurat setelah situasi di Lebanon semakin memburuk akibat perluasan operasi militer Israel dan serangan intensif dari Hizbullah. Pertemuan ini berlangsung atas permintaan Prancis, yang menilai kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

Eskalasi Konflik di Lebanon

Operasi militer Israel terus berkembang dengan peningkatan serangan ke wilayah yang lebih dalam di Lebanon. Militer Israel dilaporkan telah merebut Kastel Beaufort, sebuah lokasi strategis yang pernah menjadi basis militer selama pendudukan Lebanon Selatan pada periode 1982–2000. Di sisi lain, Hizbullah meningkatkan serangan menggunakan roket, rudal, dan drone ke berbagai wilayah Israel.

Beberapa serangan juga dilaporkan menargetkan rumah sakit di Kota Tyre, menyebabkan cedera pada tenaga medis. Hal ini memperkuat kekhawatiran internasional akan ancaman terhadap keselamatan warga sipil dan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan.

Penilaian PBB Terhadap Situasi Saat Ini

Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Operasi Perdamaian, Martha Ama Akyaa Pobee, menegaskan bahwa situasi di Lebanon saat ini “sangat mengkhawatirkan”. Ia menyebut bahwa pasukan Israel terus bergerak ke utara wilayah Lebanon, sementara Hizbullah memperluas jangkauan serangannya lebih jauh ke wilayah Israel.

Pobee juga menyoroti bahwa tindakan Israel di utara Garis Biru (Blue Line) merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB. Ia menekankan bahwa Hizbullah dan kelompok bersenjata non-negara lainnya harus melucuti senjata karena Angkatan Bersenjata Lebanon adalah satu-satunya kekuatan militer yang sah di negara tersebut.

Pandangan Negara-Negara Anggota PBB

Negara-negara anggota PBB memiliki pandangan berbeda mengenai pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi konflik. Namun, hampir semua menyerukan deeskalasi dan perlindungan warga sipil.

Israel: Tindakan Terpaksa

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, membela operasi militer negaranya. Menurutnya, Israel tidak memiliki pilihan lain selain mengambil tindakan setelah Hizbullah kembali menyerang wilayah Israel pada 2 Maret. Ia menuding Iran menggunakan Hizbullah sebagai kelompok proksi untuk menyerang Israel dari Lebanon.

Danon juga menyebut ribuan siswa Israel masih tidak dapat bersekolah akibat ancaman serangan yang terus berlangsung.

Lebanon: Israel Lakukan Kejahatan Perang

Perwakilan Lebanon, Ahmad Arafa, menyampaikan kritik keras terhadap Israel. Ia menuduh Israel memanfaatkan situasi regional yang sedang tegang untuk meningkatkan operasi militer secara berbahaya. Arafa menegaskan bahwa sebagian tindakan Israel dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Amerika Serikat: Perdamaian Bisa Tercapai Jika Hizbullah Berhenti Menyerang

Perwakilan Amerika Serikat, Michael G. Waltz, menegaskan bahwa jalan menuju perdamaian masih terbuka. Ia menekankan pentingnya pemerintah Lebanon mengambil kendali penuh atas seluruh wilayah negaranya serta menghentikan pengaruh Iran di Lebanon.

Bahrain Sambut Upaya Gencatan Senjata

Perwakilan Bahrain, Jamal Fares Alrowaiei, menyambut baik laporan mengenai kesepakatan penghentian serangan antara Israel dan Hizbullah yang diumumkan Presiden Donald Trump. Ia berharap langkah tersebut menjadi awal positif menuju deeskalasi konflik.

Denmark Ingatkan Bahaya Pelanggaran Kedaulatan

Duta Besar Denmark, Christina Markus Lassen, menegaskan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah merupakan fondasi utama tatanan internasional. Ia memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap prinsip-prinsip tersebut dapat memicu dampak berantai yang tidak hanya mengancam Lebanon, tetapi juga stabilitas kawasan.

Rusia: Lebanon Mulai Mengalami Nasib Seperti Gaza

Perwakilan Rusia, Vassily Nebenzia, menyampaikan kritik tajam terhadap Israel dan Amerika Serikat. Ia menilai gencatan senjata yang dimediasi Washington pada April lalu ternyata hanya menjadi “tabir asap” bagi operasi militer Israel di Lebanon. Ia memperingatkan bahwa pendudukan lebih lanjut atas wilayah Lebanon dapat memicu perang saudara dan konflik sektarian yang lebih luas.

Prancis: Israel Lakukan Kesalahan Strategis

Duta Besar Prancis, Jérôme Bonnafont, yang mengajukan permintaan sidang darurat tersebut, mengatakan negaranya sangat prihatin terhadap perkembangan situasi di Lebanon. Meski mengakui hak Israel untuk membela diri, Prancis menilai tidak ada alasan yang dapat membenarkan besarnya skala operasi militer yang sedang berlangsung.

PBB Serukan Semua Pihak Menahan Diri

Di tengah perbedaan pandangan yang tajam antarnegara anggota Dewan Keamanan, hampir seluruh delegasi sepakat bahwa eskalasi konflik harus segera dihentikan. Mereka menyerukan perlindungan warga sipil, penghormatan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL, serta memberikan ruang bagi diplomasi untuk mencegah pecahnya perang yang lebih besar di Lebanon.

Trump: Israel-Hizbullah Setujui Gencatan Senjata

Presiden AS Trump mengumumkan pada hari Senin bahwa Israel dan Hizbullah telah menyetujui gencatan senjata. Ia menulis di TruthSocial bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji selama percakapan telepon yang “sangat produktif” untuk tidak mengirim pasukan ke Beirut, sementara Israel mengancam akan menyerang pinggiran selatan ibu kota Lebanon.

Trump juga mengumumkan bahwa ia telah melakukan “percakapan yang sangat baik” dengan Hizbullah melalui perantara, menambahkan bahwa kelompok yang didukung Iran itu telah setuju untuk “menghentikan semua permusuhan.”


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hari Ini Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN dan Dua Wakilnya

13 Juni 2026

Sekolah Rakyat Singkawang Capai 58 Persen, Siap Selesai 20 Juni

13 Juni 2026

Syarif Lunas Rumah 10 Tahun, Sertifikat Diblokir BPN Kota Jambi karena Zona Merah

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

13 Juni 2026

Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker

13 Juni 2026

Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai

13 Juni 2026

Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?