Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 29 Agustus 2026
Trending
  • Cek Rekomendasi Saham Emiten Komoditas Setelah DSI Jelas
  • 72 Tersangka Karhutla, Mayoritas Petani, Pemodal Utama Masih Mencurigakan
  • Akhir Agustus: 6 Zodiak Mudah Atasi Beban Keuangan
  • Kesalahpahaman sering muncul dalam diskusi kesehatan mental di media sosial
  • Misi John Herman Bawa Timnas Indonesia Juara Piala Dunia ASEAN 2026
  • Kadishub Gowa Berani Bubarkan Apel ASN di Bawah Pimpinan Bupati Husniah Talenrang
  • Terjemahan lirik Studio54 – TOP, bebas hingga luka masa lalu
  • 8 rekomendasi lokasi camping indah di Sentul
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Bocoran Publik: Trump Mengutuk Netanyahu Soal Perang Lebanon
Politik

Bocoran Publik: Trump Mengutuk Netanyahu Soal Perang Lebanon

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kekacauan Diplomasi: Perseteruan Trump dan Netanyahu Akibat Serangan Militer Israel di Lebanon

Percakapan telepon antara mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bocor ke publik dan menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak. Dalam percakapan tersebut, Trump disebut marah besar atas operasi militer Israel di Lebanon yang dinilainya terlalu agresif dan menyebabkan banyak korban sipil.

Menurut laporan eksklusif dari media AS, Axios, percakapan tersebut terjadi pada Senin (1/6/2026) dan menjadi salah satu momen paling tegang antara kedua pemimpin sejak Trump memulai masa jabatan keduanya. Kemarahan Trump dipicu oleh ancaman Iran untuk memboikot negosiasi damai dengan AS sebagai protes terhadap serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.

Trump mengamuk dalam percakapan itu, bahkan menggunakan kata-kata kasar dan membentak Netanyahu. Ia menilai tindakan militer Israel di bawah komando Netanyahu sudah di luar batas dan tidak proporsional. Trump juga menyoroti banyaknya korban sipil yang jatuh akibat operasi tersebut serta taktik militer Israel yang nekat merubuhkan gedung-gedung bertingkat hanya untuk mengincar satu komandan Hizbullah.

“Bngan apa yang kau lakukan?*” bentak Trump kepada Netanyahu di tengah pembicaraan, menurut sumber pejabat AS yang dikutip Axios, Selasa (2/6/2026).

Tidak hanya memprotes strategi militer, Trump juga meluapkan kekesalannya secara personal. Ia menuduh Netanyahu tidak tahu berterima kasih dan mengingatkan sang PM bahwa posisinya aman dari jeratan hukum berkat bantuan politik dari Washington.

“Kamu benar-benar gila. Kamu sudah membusuk di penjara kalau bukan karena aku. Aku yang menyelamatkanmu. Sekarang, semua orang membencimu. Semua orang membenci Israel karena tindakan ini!” cecar Trump.

Di bawah tekanan hebat dari Gedung Putih, Netanyahu dilaporkan tidak berkutik dan langsung melunak. “Oke, oke, pastikan saja semuanya diurus,” jawab Netanyahu pasrah.

Iran Berhenti Berunding dengan AS

Tindakan Israel yang melakukan serangan di Lebanon ternyata memberikan efek domino panjang. Kini, tindakan Israel tersebut telah membuat negosiasi antara Iran dengan AS mandek. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, sudah mengancam menghentikan seluruh proses negosiasi damai dan jalur komunikasi tidak langsung dengan Washington.

Dalam laporan yang dirilis oleh Kantor Berita Fars, Qalibaf menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam melihat situasi di Lebanon Selatan yang kian membara. Selama beberapa hari terakhir, Iran mengklaim telah mengupayakan berbagai jalur diplomasi intensif untuk meredam serangan militer Israel. Namun, jika “tindakan kriminal” tersebut tidak segera dihentikan, Iran siap mengambil langkah ekstrem.

“Jika kejahatan ini terus berlanjut, kami tidak hanya akan menghentikan proses negosiasi dengan Amerika Serikat, tetapi kami juga akan berdiri langsung di garis depan untuk melawan Israel,” tegas Qalibaf.

Bagi Teheran, perundingan damai dengan pemerintahan AS tidak bisa berdiri sendiri secara terpisah. Qalibaf menekankan bahwa setiap draf kesepakatan atau klausul perdamaian yang nantinya ditandatangani oleh Iran dan AS harus mencakup penghentian permusuhan di semua lini pertempuran di Timur Tengah, dengan fokus utama penyelamatan Lebanon.

Iran saat ini menuntut komitmen penuh dari dunia internasional untuk mengamankan gencatan senjata total di seluruh Lebanon, terutama di wilayah selatan yang berbatasan langsung dengan Israel.

Dukungan dari Lebanon

Dalam kesempatan tersebut, Qalibaf juga memuji ketahanan kelompok Hizbullah dan Gerakan Amal yang dinilainya konsisten dalam menjaga kedaulatan Lebanon serta membela kepentingan umat Muslim di kawasan tersebut. Ia menyebut hubungan emosional dan politik antara Iran dan Lebanon “tidak akan pernah bisa dipisahkan.”

Merespons dukungan kuat tersebut, Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Berri menyatakan bahwa rakyat Lebanon berada dalam fase yang sangat krusial dan sensitif, serta “tidak akan pernah melupakan” konsistensi sikap politik dan bantuan yang diulurkan oleh Teheran.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kadishub Gowa Berani Bubarkan Apel ASN di Bawah Pimpinan Bupati Husniah Talenrang

28 Agustus 2026

Pandangan: Flores Menuju Kota Gempa

28 Agustus 2026

Pembaruan situasi DPR RI pagi ini, massa aksi 27 Agustus 2026 telah berkumpul, cek jalur alternatif

28 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cek Rekomendasi Saham Emiten Komoditas Setelah DSI Jelas

29 Agustus 2026

72 Tersangka Karhutla, Mayoritas Petani, Pemodal Utama Masih Mencurigakan

29 Agustus 2026

Akhir Agustus: 6 Zodiak Mudah Atasi Beban Keuangan

28 Agustus 2026

Kesalahpahaman sering muncul dalam diskusi kesehatan mental di media sosial

28 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?