Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 30 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Kisah Pedagang Solo yang Beradaptasi dengan Teknologi, QRIS BRI Tingkatkan Keuntungan
Teknologi

Kisah Pedagang Solo yang Beradaptasi dengan Teknologi, QRIS BRI Tingkatkan Keuntungan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Perilaku Konsumen dan Dampaknya pada UMKM

Perkembangan teknologi di era digital telah mengubah cara masyarakat berbelanja. Tidak hanya konsumen, para pelaku usaha juga harus menyesuaikan diri agar tetap bisa bersaing. Salah satu contohnya adalah pergeseran dari transaksi tunai ke sistem pembayaran digital yang lebih cepat dan praktis. Fenomena ini terasa nyata di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pelaku usaha rumahan hingga pedagang pasar.

Salah satu pelaku UMKM yang berhasil beradaptasi adalah Saryati, pemilik usaha bawang goreng ‘SW Brambang Goreng Jawa’ asal Solo, Jawa Tengah. Di usianya yang genap 50 tahun pada Juni mendatang, Saryati memilih untuk tidak tertinggal dalam perkembangan zaman. Ia mulai menyediakan layanan pembayaran menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) agar pembeli dapat bertransaksi dengan lebih mudah.

“Sekarang orang maunya praktis. Kalau pakai QRIS kan simpel, tinggal scan, langsung bayar. Saya juga tidak perlu repot nyiapin uang kembalian,” ujar Saryati saat ditemui.

Menyesuaikan Perubahan Gaya Belanja

Menurut Saryati, keputusan menggunakan QRIS bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bentuk penyesuaian terhadap kebiasaan konsumen saat ini yang semakin akrab dengan transaksi nontunai atau cashless. Apalagi, sebagian besar pelanggannya berasal dari kalangan pekerja muda hingga pengunjung bazar yang lebih sering membawa ponsel dibanding uang tunai.

Ia mengaku mulai mengenal QRIS melalui pendampingan UMKM. Awalnya ia sempat menggunakan beberapa kode pembayaran dari bank berbeda, namun kemudian memilih menyatukannya dalam satu layanan QRIS BRI karena rekening usahanya menggunakan BRI.

“Dulu sempat ada beberapa QR, tapi akhirnya disatukan supaya lebih gampang. Jadi pembeli juga tidak bingung,” katanya.

Manfaat Penggunaan QRIS

Penggunaan QRIS sangat membantu ketika dirinya mengikuti bazar atau pameran UMKM di berbagai daerah. Dalam kondisi ramai pengunjung, transaksi digital dinilai jauh lebih cepat dibanding pembayaran tunai. Ia mencontohkan, ketika pembeli datang bersamaan, proses pembayaran tunai sering kali memakan waktu karena harus menghitung uang dan menyiapkan kembalian. Sementara dengan QRIS, transaksi bisa selesai hanya dalam hitungan detik.

Selain mempermudah pembeli, Saryati merasa sistem digital juga membantu pencatatan keuangan usahanya menjadi lebih rapi. “Kalau pakai QRIS kan langsung tercatat. Jadi lebih gampang ngecek penjualan harian,” ucapnya.

Pengalaman Pedagang di Pasar Gede Solo

Manfaat serupa juga dirasakan banyak pedagang di Pasar Gede Solo. Di antara hiruk pikuk jual beli di pasar yang bergaya vintage itu, sudah ada sentuhan teknologi yang tersaji dalam QR barcode di setiap kios. Di pasar yang hampir berdiri seabad lalu itu, kini selain gemericik uang logam, terdengar pula suara notifikasi dari ponsel pedagang dan pembeli yang bertransaksi secara online.

Rahmawati (37) warga asli Solo yang membayar sayuran belanjaan di Kios Ibu Dewi dengan cara yang kekinian, scan QRIS. Usai memilih barang belanjaan, Rahmawati memindai QRIS BRI yang terpajang di kios nomor 16 milik Ibu Dewi.

“Sekarang pasar tradisional rasanya nggak kalah sama swalayan modern. Malah mending sini, sayur bagus harganya murah,” ujar perempuan berkacamata itu.

Tak hanya soal dagangan, Rahmawati juga mengaku sistem pembayaran di Pasar Gede mulai mengikuti zaman. Sehingga dia lebih memilih menggunakan pembayaran nontunai karena praktis dan cepat.

Penyebaran QRIS di Solo Raya

Sejak 2023, Pemerintah Kota Surakarta telah bekerja sama dengan Bank BRI untuk memperkenalkan pembayaran digital. Program ini pertama kali dilaksanakan di pasar tradisional, yang dimulai di Pasar Gede Surakarta. Hingga kini, QRIS sudah menjadi pilihan transaksi di berbagai kedai hingga gelaran Car Free Day (CFD).

Sepanjang 2026, nominal transaksi QRIS di Solo Raya mencapai Rp5,3 triliun atau tumbuh 114,3 persen (yoy), dengan volume 54,54 juta transaksi atau tumbuh 141,6 persen (yoy). Jumlah merchant QRIS bertambah 53.281 merchant, sehingga total merchant QRIS di Solo Raya mencapai 1.109.871 merchant atau tumbuh 18,1 persen (yoy).

Perluasan Layanan Digital BRI

Melalui produk QRIS, BRI juga mencatat lonjakan transaksi yang signifikan seiring dengan akselerasi transformasi digital bertajuk BRIvolution Reignite. Jumlah merchant yang terhubung dengan ekosistem BRI kini mencapai 323,7 ribu, menandakan semakin luasnya jangkauan layanan digital BRI di berbagai sektor usaha.

Pertumbuhan ini turut mendorong peningkatan volume transaksi merchant yang mencapai Rp67,9 triliun, tumbuh 26,5 persen year-on-year (yoy). Salah satu pencapaian paling menonjol adalah transaksi melalui QRIS yang melonjak hingga Rp30,5 triliun, atau tumbuh 76 persen yoy. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa menggunakan metode pembayaran digital yang cepat, aman, dan efisien.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?