Wisata Edukasi di Malang: Delapan Museum yang Menarik untuk Dikunjungi
Malang tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan udara sejuknya, tetapi juga memiliki beragam museum edukatif yang menawarkan pengalaman wisata yang bermanfaat. Mulai dari museum sejarah, budaya, konservasi satwa, hingga perkembangan musik dan otomotif, setiap museum memiliki koleksi unik yang bisa menjadi sumber pengetahuan bagi pelajar, wisatawan, maupun peneliti.
Berikut ini adalah delapan museum di Malang yang layak dikunjungi:
Museum Mpu Purwa
Museum Mpu Purwa merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang cukup terkenal di Kota Malang. Museum ini menyimpan berbagai peninggalan bersejarah dari kerajaan-kerajaan besar di Jawa Timur seperti Kerajaan Kanjuruhan, Singhasari, hingga Majapahit. Berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang, museum ini fokus pada sejarah dan arkeologi. Salah satu koleksi unggulannya adalah Prasasti Dinoyo dari abad ke-8 Masehi yang menjadi bukti keberadaan Kerajaan Kanjuruhan di wilayah Malang. Museum ini juga memiliki koleksi arca peninggalan era Hindu-Buddha seperti Brahma Catur Muka, Agastya, Bodhisattva, hingga Ganesha Tikus.
Museum Zoologi Frater Vianney

Museum Zoologi Frater Vianney menjadi destinasi edukasi yang cocok dikunjungi bersama keluarga maupun pelajar. Museum ini berfokus pada bidang zoologi dengan menyajikan berbagai koleksi hewan serta informasi mengenai keanekaragaman fauna. Museum yang berada di kawasan Dau, Kabupaten Malang, ini didirikan oleh Yayasan Pendidikan Mardi Wiyata. Keberadaan museum ini tidak lepas dari peran Frater Maria Vianney van Hoessel BHK, seorang biarawan asal Belanda yang meneliti sekitar 80 famili moluska di Indonesia sejak tahun 1960-an. Museum ini memiliki ratusan koleksi hewan yang diawetkan seperti kerang, burung, reptil, kura-kura, hingga singa. Pengunjung juga bisa belajar mengenai konservasi satwa dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati secara langsung.
Museum Brawijaya

Museum Brawijaya merupakan salah satu museum sejarah perjuangan yang cukup terkenal di Kota Malang. Diresmikan pada tahun 1968, museum ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai koleksi perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Museum yang berada di Jalan Ijen, Kota Malang, menyimpan beragam koleksi bersejarah mulai dari senjata perang, seragam militer, tank, meriam, hingga dokumentasi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu koleksi paling ikonik adalah Gerbong Maut, yang dahulu digunakan untuk mengangkut para pejuang Indonesia dari Bondowoso menuju Surabaya pada masa penjajahan Belanda.
Museum Musik Indonesia

Museum Musik Indonesia (MMI) menjadi museum musik pertama di Indonesia yang resmi terdaftar dan diakui oleh pemerintah. Museum ini merupakan transformasi dari Galeri Malang Bernyanyi (GMB) yang dibentuk komunitas pecinta musik di Malang pada tahun 2009. Sebagian besar koleksi Museum Musik Indonesia berupa media rekaman fisik seperti kaset, piringan hitam, CD, VCD, dan DVD. Atas kontribusinya dalam melestarikan musik Indonesia dan internasional, Museum Musik Indonesia memperoleh sertifikat Museum Tipe B dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020.
Museum Motor Klasik SMK NMC

Bagi pecinta otomotif, Museum Motor Klasik SMK NMC menjadi salah satu destinasi menarik yang wajib dikunjungi saat berada di Malang. Museum ini merupakan museum motor klasik pertama yang berada di lingkungan sekolah kejuruan di Indonesia dan resmi dibuka pada Maret 2022 oleh SMK National Media Center (NMC). Museum ini menyimpan ratusan koleksi motor klasik dari era 1930 hingga 1990-an. Beberapa koleksi yang dipamerkan antara lain Vespa, Yamaha RX Series, Honda CB Series, hingga Suzuki A100 keluaran tahun 1973 yang dikenal sebagai motor Suzuki pertama di Indonesia.
Museum Singhasari

Museum Singhasari merupakan museum sejarah dan budaya yang menyimpan berbagai peninggalan dari Kerajaan Singhasari atau Tumapel. Museum ini berlokasi di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dan dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Museum ini menyimpan ratusan koleksi artefak berbahan batu, logam, dan kayu. Selain koleksi artefak, pengunjung juga dapat melihat miniatur atau model beberapa candi bersejarah seperti Candi Singosari, Candi Jago, Candi Kidal, dan Candi Sumberawan.
Museum Panji

Museum Panji merupakan museum budaya yang menampilkan kisah Panji serta kesenian khas Malang, terutama Topeng Malangan. Museum ini dibangun pada tahun 2014 dan resmi dibuka pada 2016 oleh Yayasan Inggil Malang sebagai upaya melestarikan budaya Panji sekaligus mendukung pengajuan Cerita Panji sebagai warisan budaya dunia UNESCO. Museum ini memiliki beragam koleksi menarik seperti wayang, Topeng Malangan Bapang, prasasti, artefak kerajaan, hingga dokumentasi dan foto-foto Malang pada masa lampau.
Museum Ganesya

Museum Ganesya menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang berada di dalam kawasan Hawai Water Park Malang. Museum ini menyimpan berbagai peninggalan sejarah mulai dari masa pra-Majapahit hingga awal penyebaran Islam di Pulau Jawa. Museum yang terletak di kawasan Karanglo, Singosari, ini memiliki beragam koleksi artefak tradisional seperti keris, arca, manik-manik, terakota, hingga replika pusaka Kerajaan Singhasari dan Majapahit. Selain koleksi sejarah, pengunjung juga dapat melihat berbagai topeng wayang dan ragam kebudayaan Nusantara yang ditampilkan dengan menarik dan edukatif.
Deretan museum di Malang menjadi pilihan tepat untuk wisata edukasi karena menghadirkan beragam tema menarik, mulai dari sejarah kerajaan, perjuangan kemerdekaan, zoologi, musik, hingga otomotif klasik. Dengan koleksi yang unik dan nilai sejarah yang kuat, museum-museum di Malang cocok menjadi destinasi wisata keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Indonesia.



