Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 23 Mei 2026
Trending
  • Jadwal Live Indosiar: Timnas U19 Indonesia vs Myanmar AFF ASEAN CUP U19 2026, Lawan Vietnam
  • Delapan Rekomendasi Wisata Museum di Malang, Mulai dari Sejarah Kerajaan hingga Koleksi Musik dan Otomotif
  • Hukum menyembelih tanpa basmalah, apakah kurban sah?
  • Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dollar Picu Cemoohan, Mahfud MD: Bagaimana Sampaikan ke Prabowo?
  • 32 Unit Dipesan, Daimler Panen Pesanan Sasis Bus di Busworld 2026
  • XLSMART menghubungkan seluruh Indonesia, integrasi 5G dan 253 ribu BTS
  • Enam Karoseri Perkenalkan Bus Double Decker, Listrik hingga Sleeper di Busworld 2026
  • Seniman Bandung Ukir Legenda Persib dalam Patung
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Menjelang Iduladha 2026, Pengrajin Besek Sewon Kewalahan Terima Pesanan
Pariwisata

Menjelang Iduladha 2026, Pengrajin Besek Sewon Kewalahan Terima Pesanan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebanjiran Pesanan, Perajin Besek di Bantul Mulai Menolak Order Baru

Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, para perajin besek di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami peningkatan pesanan yang sangat signifikan. Bahkan, beberapa dari mereka mulai menolak pesanan baru karena khawatir tidak mampu memenuhi permintaan konsumen lain.

Besek, yang biasanya digunakan sebagai wadah daging kurban, menjadi salah satu produk yang paling diminati menjelang momen tersebut. Harga jualnya juga cukup terjangkau, dengan harga Rp65 ribu untuk 20 pasang besek berkapasitas 2 kg dan Rp10 ribu per besek ukuran 5 kg.

Pengalaman Perajin Besek di Bantul

Salah satu perajin besek di Padukuhan Karang Kaliputih, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Jumini (65), mengaku bahwa peningkatan pemesanan sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Ia mengatakan bahwa banyak pelanggan datang langsung dari masjid-masjid, seperti daerah Kalurahan Bangunjiwo dan wilayah lainnya.

Untuk mencukupi permintaan, Jumini mempekerjakan lima warga setempat. Sejumlah warga di daerah ini telah turun-temurun menekuni usaha membuat besek. Saat ini, ada sekitar lebih dari 20 orang perajin yang masih aktif dalam bisnis ini.

“Kalau ngerjain ini sendiri, ya saya takut enggak jadi. Jadi ada lima orang yang bantu saya setiap hari. Dan momen menjelang Iduladha ini juga masih segitu yang bantu saya. Saya enggak tambah orang,” ujar Jumini.

Harga dan Kapasitas Besek

Rata-rata besek yang dipesan oleh konsumen memiliki kapasitas sekitar dua dan lima kilogram. Harga jualnya pun relatif stabil, meskipun sedikit meningkat. Jumini mengatakan bahwa ia tidak ingin terlalu banyak menaikkan harga karena banyak pelanggan tetap yang memesan.

“Menjelang Iduladha ini harga jual besek enggak banyak saya naikkan. Ya cuma berapa persen lah kenaikan harganya, karena saya kasihan. Kan rata-rata yang pesan besek di sini sudah jadi pelanggan tetap,” katanya.

Pada momen Iduladha, Jumini telah menerima pesanan lebih dari 1.200 lembar besek. Namun, pada hari-hari biasa, jumlah pesanan tidak pasti karena hanya datang dari acara hajatan atau kenduri.

Proses Pembuatan Besek

Membuat besek membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang. Bahan utama yang digunakan adalah bambu, yang saat ini semakin sulit ditemukan. Jumini mengatakan bahwa ia membeli bambu dari penjual lokal dan kemudian melakukan proses pemotongan, pembelahan, penyayatan, serta pengeringan sebelum dibuat anyaman.

“Nanti setelah bambu ada, dipotong-potong. Terus dibelah, diirat (disayat tipis-tipis), dijemur, baru bisa dibuat anyaman besek. Jadi, ya ada prosesnya. Enggak dari bambu diirat terus dianyam. Itu harus dijemur biar kering, kuat, enggak mudah patah, sama enggak mudah jamuran,” jelas Jumini.

Pesanan dari Juragan

Selain Jumini, Ponikem (56) juga mengalami kebanjiran pesanan. Namun, pesanan yang datang tidak langsung dari takmir masjid, melainkan dari juragannya. Ia hanya bertugas membuat besek, dan setelah selesai, akan disetorkan ke juragan.

“Saya cuma perajinnya. Jadi, nanti saya setorkan ke juragan. Ini juga sudah lama saya dapat pesanan dari juragan. Jadi, kalau sudah selesai dianyam, nanti langsung saya setor ke juragannya,” kata Ponikem.

Dalam sehari, Ponikem bisa membuat sekitar 10 pasang besek atau 20 lembar besek. Pesanan dari juragannya bisa mencapai beberapa kodi, di mana satu kodi berisi 20 pasang besek atau 40 lembar besek.

Warisan Turun-Temurun

Radinem (62), warga setempat, juga mengaku menjadi perajin besek sejak kecil. Keahlian ini diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Lingkungan tempat tinggalnya juga sudah terkenal sebagai pusat perajin besek.

“Ini juga itung-itung untuk ngisi kegiatan. Ya lumayan lah kalau dapat pesanan dari juragan. Bisa untuk keperluan sehari-hari juga,” tutup Radinem.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Delapan Rekomendasi Wisata Museum di Malang, Mulai dari Sejarah Kerajaan hingga Koleksi Musik dan Otomotif

23 Mei 2026

Lima Wisata Alam Favorit Jombang, Pemandangan Hijau dan Spot Foto Menarik

23 Mei 2026

7 tempat romantis untuk kencan di Jogja, sempurna untuk quality time

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Live Indosiar: Timnas U19 Indonesia vs Myanmar AFF ASEAN CUP U19 2026, Lawan Vietnam

23 Mei 2026

Delapan Rekomendasi Wisata Museum di Malang, Mulai dari Sejarah Kerajaan hingga Koleksi Musik dan Otomotif

23 Mei 2026

Hukum menyembelih tanpa basmalah, apakah kurban sah?

23 Mei 2026

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dollar Picu Cemoohan, Mahfud MD: Bagaimana Sampaikan ke Prabowo?

23 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?