SMAN 1 Sambas Tetap Maju ke LCC 4 Pilar Nasional Meski Dihujat
SMAN 1 Sambas tetap maju ke LCC 4 Pilar nasional meskipun menerima komentar negatif dari warganet. Kepala SMAN 1 Sambas, Syafarudin, mengatakan bahwa keputusan untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional bukanlah hal mudah. Banyak akun pribadi guru dan siswa diserang terus oleh komentar-komentar negatif.
Syafarudin menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil bukan semata demi kepentingan sekolah, melainkan untuk menjaga nama baik Kalimantan Barat di tingkat nasional. Ia juga mengapresiasi sikap SMAN 1 Pontianak yang sebelumnya menyampaikan keberatan terkait hasil kompetisi. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam sebuah perlombaan merupakan hal yang wajar.
Pihak sekolah berharap polemik tidak terus diperpanjang dan seluruh masyarakat dapat memberikan dukungan penuh kepada para siswa yang akan bertanding membawa nama Kalbar. Selama beberapa hari terakhir, sekolah juga meminta guru dan siswa untuk tidak menanggapi berbagai komentar di media sosial demi menjaga situasi tetap kondusif.
Di tengah tekanan yang muncul, dukungan orang tua menjadi penyemangat utama bagi para siswa. Syafarudin menyebut seluruh orang tua tetap memberikan dukungan agar anak-anak mereka tetap maju di ajang nasional. Ia mengaku bangga karena para siswa mampu menunjukkan sikap dewasa dalam menghadapi tekanan publik.
Nakes Gadungan Tipu Pensiunan ASN
Seorang pensiunan ASN nelangsa setelah rumahnya didatangi nakes gadungan. Ia menjadi korban sindikat pencurian spesialis logam mulia di Kabupaten Majalengka. Kini aksi para pelaku berhasil dihentikan oleh kepolisian.
Saat beraksi, mereka menggunakan identitas palsu mengaku sebagai tenaga kesehatan (nakes). Hal ini dilakukan agar korbannya yang sudah lansia percaya dan lengah. Pelarian geng kriminal ini berakhir di tangan jajaran Satreskrim Polres Majalengka. Sebanyak lima orang anggota komplotan dijebloskan ke sel tahanan setelah terbukti menggasak gelang emas milik seorang purnabakti aparatur sipil negara (ASN) yang telah menginjak usia 82 tahun.
Pengungkapan perkara tersebut dibeberkan secara rinci dalam sesi jumpa pers oleh Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, dengan didampingi Kasatreskrim AKP Udiyanto di Mako Polres Majalengka pada Selasa (19/5/2026). Rita memaparkan, tindak pidana tersebut dilancarkan para pelaku pada Sabtu, 25 April 2026 silam, kira-kira pukul 16.00 WIB.
Lokasi kejadian berada di area perumahan BTN Munjul Indah, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka. Sasarannya adalah seorang nenek bernama Tien Suwartini (82). Rumah korban mendadak disambangi oleh dua orang wanita yang mengaku-ngaku sebagai utusan dari Puskesmas Munjul untuk menawarkan program pemeriksaan kebugaran tanpa dipungut biaya.
Purbaya Sering Mengalami Tekanan Mental
Purbaya Yudhi Sadewa dikabarkan kerap mencurahkan tekanan pekerjaannya kepada sang istri, Ida Yulidina, selama menjalani tugas sebagai Menteri Keuangan. Dalam sebuah kesempatan, Ida mengungkap suaminya sering menghadapi kelelahan fisik maupun tekanan batin akibat tanggung jawab besar yang diemban.
Ida menyadari peran pendamping pejabat negara bukan hanya sekadar menemani, tetapi juga menjadi tempat berbagi cerita dan penenang di tengah tekanan pekerjaan. Ia menilai seorang istri memiliki sudut pandang berbeda yang bisa membantu pemimpin dalam mengambil keputusan.
Menurutnya, pengalaman bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat membuat istri lebih memahami kondisi rakyat kecil. Ia pun menuturkan sebelum suaminya menjabat sebagai menteri, dirinya terbiasa turun langsung ke pasar dan melihat kehidupan masyarakat sehari-hari.
Purbaya kabarnya sering tak bisa tidur nyenyak sejak menjadi menteri. Ida mengaku selalu menyemangati sang suami. Ida meminta agar Purbaya selalu percaya diri. Ia yakin dengan kinerja sang suami, karena selama ini Purbaya selalu bisa dipercaya dan diandalkan.



