Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 30 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»TikTok Menolak Gunakan E2EE Meski Ada Tindakan Ilegal Sadap WhatsApp
Teknologi

TikTok Menolak Gunakan E2EE Meski Ada Tindakan Ilegal Sadap WhatsApp

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

TikTok Menolak Mengadopsi Enkripsi End-to-End pada Pesan Langsung

TikTok, salah satu platform media sosial terbesar di dunia, secara resmi menyatakan bahwa mereka tidak akan menerapkan teknologi enkripsi end-to-end (E2EE) pada fitur pesan langsung (Direct Message/DM) dalam aplikasinya. Keputusan ini diambil dengan alasan utama untuk memastikan keamanan pengguna, khususnya anak-anak dan remaja, dari ancaman digital seperti penipuan, perundungan, dan eksploitasi seksual.

Dalam penjelasannya, TikTok menegaskan bahwa langkah ini dilakukan demi menjaga keseimbangan antara privasi pengguna dan kemampuan untuk mengatasi masalah keamanan yang serius. Dengan tidak menggunakan E2EE, pihak TikTok tetap bisa membantu penyelidikan hukum saat terjadi pelanggaran berat.

Alasan Penolakan Teknologi E2EE

Enkripsi end-to-end adalah sistem keamanan yang membuat isi pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima. Dalam sistem ini, penyedia layanan atau pihak ketiga tidak memiliki akses untuk membuka percakapan tersebut. Teknologi ini sudah menjadi standar baku pada banyak platform pesan instan seperti WhatsApp, Signal, iMessage, Google Messages, Instagram, dan Facebook Messenger.

Namun, TikTok memilih untuk tidak menerapkan E2EE secara mutlak. Mereka mengungkapkan bahwa jika E2EE diterapkan, maka tim keamanan internal dan aparat penegak hukum akan mengalami “blind spot” dalam mendeteksi riwayat percakapan, bahkan ketika ada laporan mendesak terkait tindak pidana seperti:

  • Kasus Penipuan Digital (Scamming)
  • Perundungan Siber (Cyberbullying dan Pelecehan)
  • Kasus Eksploitasi Seksual dan Grooming Anak

Menurut TikTok, sistem pesan mereka dirancang untuk menyeimbangkan privasi pengguna dengan kemampuan untuk menangani masalah keamanan. Dengan demikian, mereka tetap bisa membantu penyelidikan hukum secara cepat saat terjadi pelanggaran berat.

Penggunaan Protokol Enkripsi Standar Seperti Gmail

Meski tidak menggunakan E2EE, TikTok tetap menjamin keamanan pesan pengguna. Mereka menerapkan protokol enkripsi standar yang mirip dengan layanan surat elektronik Google (Gmail). Data obrolan pengguna dilindungi secara berlapis melalui dua kondisi utama: pesan dienkripsi secara aman saat proses pengiriman dan pesan dienkripsi saat disimpan di server internal.

Pihak TikTok juga menegaskan bahwa akses untuk mengintip isi DM pengguna sangat dibatasi secara ketat. Otoritas peninjauan hanya diberikan kepada personel internal yang sah, terlatih, dan di bawah pengawasan ketat. Mereka hanya akan bertindak jika dipicu oleh laporan pengguna, investigasi keamanan internal, atau adanya surat permintaan hukum yang sah dari pengadilan.

Pro dan Kontra di Mata Analis dan Organisasi Perlindungan Anak

Kebijakan TikTok ini menuai reaksi beragam dari berbagai pihak. Beberapa analis media sosial, seperti Matt Navarra, menilai langkah ini sebagai strategi yang berani dan kuat secara narasi moral. Menurutnya, TikTok berhasil memposisikan diri sebagai platform yang lebih mementingkan keselamatan proaktif anak-anak daripada privasi mutlak yang sering kali disalahgunakan oleh pelaku kriminal.

Sejumlah organisasi perlindungan anak internasional juga memberikan dukungan terhadap kebijakan TikTok. Mereka menilai bahwa enkripsi total justru menjadi benteng bagi pelaku eksploitasi anak dan penyebar konten ilegal karena aktivitas mereka mustahil diendus oleh sistem moderasi platform maupun polisi.

Di sisi lain, pakar keamanan siber menilai keputusan ini membuat TikTok tampak mundur dan tidak sejalan dengan standar privasi global yang saat ini sedang berkembang. Keputusan untuk tetap membuka celah akses server DM sempat memicu kekhawatiran baru, terutama mengingat rekam jejak TikTok yang kerap dicurigai memiliki kedekatan dengan Pemerintah China melalui induk perusahaan, ByteDance.

Namun, manajemen TikTok kini bisa bernapas lega. Khusus untuk operasional di wilayah hukum Amerika Serikat, bisnis TikTok telah resmi dialihkan dan dioperasikan di bawah entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC. Pembentukan perusahaan patungan ini merupakan pemenuhan langsung dari Perintah Eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump pada September 2025 lewat kesepakatan divestasi.

Dengan struktur baru ini, entitas tersebut menjamin kontrol penuh atas keamanan algoritma, moderasi konten lokal, serta penempatan data pengguna AS yang terisolasi dari yurisdiksi luar negeri.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?