Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 19 Mei 2026
Trending
  • iPhone 17e Resmi Hadir di Indonesia, Lebih Murah dari iPhone 17? Ini Harga dan Spesifikasinya
  • Sisi Gelap Gaji: Tips Keuangan untuk Gen Z saat Penghasilan Tak Cukup
  • Jadwal Sidang Nadiem Makarim Usai Dihukum 18 Tahun, Kondisinya Terungkap
  • Muktamar NU 35 dan Jalur Menuju Peradaban Indonesia 2045
  • Mino Raiola Turun Gunung, Lini Krusial Persib Bandung Mengkhawatirkan Musim Depan
  • Orang yang Tenang Tanpa Gadget Punya 8 Kualitas Ini, Menurut Psikologi
  • Liga Sepak Bola Hydroplus 2026: Jalur Kompetitif Menuju Tingkat Lebih Tinggi
  • Cara Membuat Visa Belanda: Syarat yang Wajib Dipenuhi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Jadwal Sidang Nadiem Makarim Usai Dihukum 18 Tahun, Kondisinya Terungkap
Hukum

Jadwal Sidang Nadiem Makarim Usai Dihukum 18 Tahun, Kondisinya Terungkap

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tuntutan Hukuman 18 Tahun Penjara untuk Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Tuntutan hukuman 18 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim tengah menjadi perbincangan publik. Tuntutan ini dijatuhkan atas dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) yang dilakukan saat ia menjabat sebagai menteri.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Rabu (13/5/2026), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung RI juga menuntut Nadiem Makarim membayar uang pengganti sebesar Rp5,6 triliun. Tuntutan ini disampaikan sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung terkait kasus dugaan korupsi tersebut.

Hal yang Memberatkan dan Meringankan Terdakwa

Dalam tuntutan JPU, hal yang memberatkan terdakwa adalah ketidakterlibatan Nadiem Makarim dalam program pemerintah yang bertujuan menyelenggarakan negara bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Sementara itu, hal yang meringankan adalah bahwa Nadiem belum pernah dihukum sebelumnya.

Setelah sidang tuntutan, akan digelar sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi dari Nadiem Makarim. Majelis Hakim telah menetapkan agenda pembelaan atau pleidoi Nadiem Makarim digelar pada 2 Juni 2026 mendatang. Majelis hakim memberikan waktu sekitar tiga minggu kepada pihak terdakwa untuk menyiapkan nota pembelaan. Waktu tersebut juga diharapkan dapat digunakan untuk pemulihan kondisi kesehatan Nadiem pascaoperasi yang dijalaninya pada Rabu (13/5/2026).

Kondisi Kesehatan Nadiem Makarim

Kuasa hukum Nadiem Makarim, Ari Yusuf Amir, mengatakan kliennya tengah menjalani masa pemulihan setelah menjalani operasi pada Rabu malam. Nadiem langsung menjalani operasi setelah dirinya menjalani sidang tuntutan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) Kemendikbudristek.

Nadiem diketahui menderita penyakit fistula perianal. Tindakan operasi yang dilakukannya pada Rabu malam, merupakan operasi kelima yang dijalaninya. Saat ini, Nadiem sedang dalam masa pemulihan.

Meski dituntut 18 tahun penjara, Nadiem Makarim mengaku tak pernah menyesal masuk pemerintahan. Meski begitu, Nadiem mengaku patah hati terhadap negara, setelah apa yang dilakukannya untuk Indonesia dibalas tuntutan hukuman penjara 18 tahun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) Kemendikbud.

Isi Surat Dakwaan

Dalam surat dakwaannya, jaksa menyebutkan Nadiem Anwar Makarim bersama-sama dengan Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Jurist Tan melaksanakan pengadaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi berupa laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) Tahun Anggaran 2020, 2021, dan 2022 tidak sesuai dengan perencanaan pengadaan dan prinsip-prinsip pengadaan.

Selanjutnya, terdakwa Nadiem Makarim dkk membuat reviu kajian dan analisa kebutuhan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada program digitalisasi pendidikan yang mengarah pada laptop Chromebook yang menggunakan sistem operasi Chrome (Chrome OS) dan Chrome Device Management (CDM) tidak berdasarkan identifikasi kebutuhan pendidikan dasar dan menengah di Indonesia sehingga mengalami kegagalan khususnya daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan).

Kemudian, menyusun harga satuan dan alokasi anggaran tahun 2020 tanpa dilengkapi survei dengan data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan dalam penganggaran pengadaan laptop Chromebook yang menggunakan sistem operasi Chrome (Chrome OS) dan Chrome Device Management (CDM) yang menjadi acuan dalam penyusunan harga satuan dan alokasi anggaran pada tahun 2021 dan tahun 2022.

Selain itu, melakukan pengadaan laptop Chromebook pada Kemendikbud melalui e-Katalog maupun aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) tahun 2020, 2021, dan 2022 tanpa melalui evaluasi harga serta tidak didukung dengan referensi harga. Hal-hal tersebut bertentangan dengan UU.

Atas perbuatannya tersebut, Nadiem Makarim telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1.567.888.662.716,74 berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Program Digitalisasi Pendidikan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Tahun 2019 sampai 2022.

Serta kerugian keuangan negara akibat pengadaan Chrome Device Management (CDM) yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat pada Program Digitalisasi Pendidikan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2019 sampai 2022 sebesar USD44.054.426. Atau setidak-tidaknya sebesar Rp621.387.678.730, berdasarkan kurs terendah pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Desember 2022 sebesar Rp14.105 per USD.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Karier Roy Riady, Jaksa yang Menuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara, Ini Harta Kekayaannya

19 Mei 2026

Tersangka Pembunuhan Bayi di Kepahiang akan Diperiksa Kesehatan Jiwa

19 Mei 2026

Begal Penembak Polisi di Lampung Tewas Diamankan Aparat, Senjata Rakitan Disita

19 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

iPhone 17e Resmi Hadir di Indonesia, Lebih Murah dari iPhone 17? Ini Harga dan Spesifikasinya

19 Mei 2026

Sisi Gelap Gaji: Tips Keuangan untuk Gen Z saat Penghasilan Tak Cukup

19 Mei 2026

Jadwal Sidang Nadiem Makarim Usai Dihukum 18 Tahun, Kondisinya Terungkap

19 Mei 2026

Muktamar NU 35 dan Jalur Menuju Peradaban Indonesia 2045

19 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?