Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 1 November 2026
Trending
  • Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama
  • Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia
  • Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong
  • Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia
  • Opini: Biokapitalisme digital – normalisasi pornografi dan darurat eros
  • Terancam Hukuman Mati,Dwi Bagus Dinilai Penuhi Unsur Perencanan pada Pembunuhan AG Anak Tirinya
  • Gus Lilur bangun jaringan dagang di Vietnam, tetap desak pengusutan dugaan riswah Muktamar ke-35 NU
  • Pesona Tersembunyi Situ Biru Cilembang Sumedang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Dulu Bunuh Istri Ke-6, Kini Jaka Habisi Istri Ke-7, Ditangkap Saat Cari Guru Ilmu Hitam
Hukum

Dulu Bunuh Istri Ke-6, Kini Jaka Habisi Istri Ke-7, Ditangkap Saat Cari Guru Ilmu Hitam

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 May 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Zakaria, Pria yang Tega Membunuh Istrinya Lagi

Zakaria alias Jaka bisa dibilang tidak pernah belajar dari kesalahan masa lalu. Baru dua tahun bebas dari penjara akibat membunuh istri pertamanya, kini ia kembali melakukan tindakan yang sama. Kali ini, korban adalah Syafitri Yana, istrinya yang ketujuh.

Jaka, seorang pria asal Lingga, Riau, berusia 43 tahun, tega membunuh istrinya yang ke-7. Sebelumnya, ia pernah dipenjara selama 7 tahun karena membunuh istri sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, saat mengungkap kasus tersebut di Lobby Ditreskrimum Polda Kepri pada Senin (11/5/2026) sore.

Menurut Kapolres, Syafitri Yana merupakan istri ketujuh dari tersangka Zakaria alias Jaka. Korban masih berusia 20 tahun dan merupakan seorang gadis, sedangkan pelaku seorang duda. Pernikahan siri antara keduanya telah berlangsung selama 2 tahun sejak tahun 2024 lalu.

Jaka dikenal sebagai sosok yang kerap gonta-ganti istri di berbagai pulau. Meskipun polisi belum mengetahui secara pasti jumlah istri pelaku, pengakuan Jaka menyebutkan bahwa Yana adalah istri siri yang ketujuh. Istri sebelum kejadian juga memiliki nasib yang sama, yaitu dibunuh oleh Jaka.

Jaka sebenarnya baru bebas dari penjara sekitar dua tahun lalu. Ia dijerat kasus serupa, yakni pembunuhan istrinya dan divonis 7 tahun penjara. Setelah bebas, Jaka bekerja sebagai nelayan.

Yana ditemukan dalam kondisi terkubur di belakang rumah kontrakan di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada Selasa (28/4/2026). Belakangan diketahui bahwa Yana dibunuh oleh suaminya sendiri, Jaka. Kasus ini terungkap setelah polisi berhasil mengamankan Jaka di wilayah Jawa Timur, 11 hari setelah menghilangnya pelaku.

Kepada polisi, Jaka mengaku ingin pergi ke Ponorogo untuk mencari orang “pintar” agar bisa berguru. Selama masa pelariannya, ia merasa dihantui bayangan istrinya, sehingga memutuskan untuk mencari ilmu hitam. Namun, niatnya gagal karena ia segera ditangkap oleh polisi.

Jaka mengaku telah menghabisi nyawa istrinya pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Mengapa Orang Membunuh Pasangannya Sendiri?

Hampir setiap hari, kita mendengar kasus suami yang membunuh istrinya sendiri atau sebaliknya. Fenomena ini membuat banyak orang yang belum menikah harus berpikir ulang tentang pernikahan. Bahkan, muncul skeptisme terhadap rumah tangga yang harmonis.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat, 5 Mei 2023, seorang istri di Bekasi tewas dibunuh suaminya sendiri, yaitu RDS (25), karena permasalahan sepele setelah mereka adu mulut. Percekcokan ini terjadi saat korban mengetahui suaminya tidak bangun pagi.

Di dunia audio drama, episode “7 Menit Itu Misteri [Pt.2]” dengan tautan akses dik.si/TNS6E4, juga mengisahkan perseteruan dua pasangan yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

Istilah Pembunuhan Pasangan

Fenomena ini memiliki istilah khusus. Kasus laki-laki yang membunuh pasangan perempuannya disebut uxoricide, berasal dari bahasa Latin uxor (istri) dan -cide (membunuh). Sementara itu, pembunuhan pasangan perempuan oleh laki-laki disebut mariticide, berasal dari maritus (suami).

Di Indonesia, fenomena ini lebih sering disebut femisida, yaitu pembunuhan perempuan oleh laki-laki karena kebencian terhadap perempuan. Kebencian ini didorong oleh berbagai faktor seperti dendam atau anggapan bahwa perempuan adalah kepemilikan.

Berdasarkan pemantauan Komnas Perempuan, tercatat kurang lebih 307 pembunuhan istri oleh suami sendiri sepanjang Juni 2021 hingga Juni 2022.

Faktor Penyebab Pembunuhan oleh Pasangan

Seseorang yang tega membunuh pasangannya biasanya disebabkan oleh berbagai faktor. Menurut penelitian ABC News, ada dua jenis pembunuhan domestik: terencana dan spontan.

Pembunuhan spontan umumnya terjadi karena emosi yang tidak terkendali, sehingga bertindak impulsif. Faktor penyebabnya bisa hal-hal kecil seperti adu mulut. Sementara itu, pembunuhan terencana sering kali dilatarbelakangi oleh kecemburuan atau hasrat untuk menguasai harta pasangan.

Faktor lain yang melatarbelakangi tindakan ini adalah patriarki, yang membuat laki-laki percaya bahwa mereka bisa mengendalikan keluarga. Ketidaksiapan pengetahuan dasar berumah tangga juga bisa menjadi pemicu kekerasan. Misalnya, masalah ekonomi yang tidak dikelola dengan baik bisa memicu konflik.

Selain itu, ketidaktahuan tentang latar belakang dan sifat pasangan bisa memperburuk situasi. Observasi perilaku pasangan saat marah sangat penting untuk mengantisipasi tindakan berbahaya.

Jangan sampai kita terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, karena dampaknya bisa sangat besar, termasuk terhadap tumbuh kembang anak. Anak yang menyaksikan hubungan tak harmonis orangtuanya bisa mengalami trauma.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

17 October 2026

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama

31 October 2026

Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia

31 October 2026

Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong

31 October 2026

Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia

31 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?