Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Saturday, 24 October 2026
Trending
  • Rumah industri paper bag ludes terbakar, BPBD Bali catat 16 kejadian bencana dalam sepekan
  • Kemensos padukan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi keluarga lewat sekolah rakyat
  • Piaggio Vespa Buka Dealer Resmi di Palu
  • 6 film cottagecore terbaik yang manjakan mata dan hati
  • 2 tahun Prabowo: Kemenpora percepat transformasi dan prestasi olahraga Indonesia
  • Sebelum meninggal, Kamaruddin Simanjuntak sempat minta pulang dan peluk anak-anaknya
  • Jadwal Kapal Pelni KM Labobar Hingga 25 November,Fakfak-Jakarta 3Kali Lewat Kaimana,Dobo,Makassar
  • Netanyahu klaim menggulingkan pemerintah Iran jadi satu-satunya cara akhiri ancaman Teheran
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Bahaya Jembatan Padang Besi, Mobil Terjebak di Rumah Saat Kecelakaan
Hukum

Bahaya Jembatan Padang Besi, Mobil Terjebak di Rumah Saat Kecelakaan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 May 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Trauma yang Menyelimuti Warga di Jembatan Padang Besi

Warga sekitar Jembatan Padang Besi di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, kini hidup dalam ketakutan akibat kecelakaan beruntun yang terjadi pada Minggu (10/5/2026) pagi. Kejadian tersebut tidak hanya meninggalkan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan ketenangan dan rasa aman warga sekitar.

Peringatan Keras dari Kecelakaan

Hani, salah satu warga yang tinggal dekat lokasi kejadian, menyebut kejadian tersebut sebagai peringatan keras. Ia mengungkapkan bahwa kejadian 6 bulan lalu, di mana sebuah mobil masuk ke rumah warga, menjadi bukti bahwa jalur ini tidak aman. Ia memohon adanya solusi permanen agar jalan di depan rumahnya tidak lagi disebut “jalur maut”.

Keresahan Hani didasari oleh fakta bahwa kecelakaan rem blong di kawasan tersebut sudah menjadi siklus mengerikan. Ia berharap pihak berwenang melakukan evaluasi total mengenai kelayakan kendaraan besar, khususnya truk pengangkut logistik yang melintas dari arah Solok.

Harapan pada Infrastruktur dan Pengawasan

Hani menilai pengawasan terhadap kelaikan jalan atau ramp check harus diperketat sebelum kendaraan memasuki turunan tajam menuju Padang Besi. Ia berharap jika sistem pengereman truk Hino BM 9936 KU tersebut diperiksa lebih awal, mungkin nyawa empat orang di Toyota Rush itu masih bisa terselamatkan.

Selain pengawasan kendaraan, Hani juga menaruh harapan pada perbaikan infrastruktur tambahan di sekitar Jembatan Padang Besi. Ia membayangkan adanya jalur penyelamat (escape ramp) yang lebih efektif atau penambahan rambu peringatan yang jauh lebih mencolok bagi pengemudi luar kota.

Trauma yang Menghantui Keluarga

Trauma yang dialami ibunda Hani menjadi alasan kuat mengapa ia menuntut perubahan segera. “Kami ingin tidur dengan tenang tanpa harus terbangun karena suara benturan yang menyerupai ledakan,” ujarnya saat ditemui. Setiap kali mendengar suara decitan rem yang panjang, jantungnya seakan berhenti berdetak.

Dampak psikologis dari kecelakaan ini tidak hanya dirasakan oleh Hani, namun juga anggota keluarganya. Ibunda Hani yang menyaksikan langsung prosesi tabrakan tersebut mengalami trauma hebat hingga kondisi fisiknya menurun drastis. Menurut penuturan Hani, sesaat setelah melihat kejadian memilukan itu, ibunya langsung lemas dan tidak sanggup berdiri karena lututnya yang gemetar hebat.

Ketakutan yang Terus Menghantui

Rita Bahar (70), warga kawasan Jembatan Padang Besi, juga mengalami trauma yang sangat dalam. Suara dentuman keras dari arah jalan raya masih terus membekas di ingatannya. Ia kembali dikejutkan dengan kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan di depan kawasan tempat tinggalnya.

Menurut Rita, setiap kendaraan yang mengalami rem blong dari arah Solok berpotensi menghantam rumah-rumah warga di sekitar lokasi. Trauma itu bukan tanpa alasan. Beberapa tahun lalu, rumah Rita pernah dihantam sebuah mobil minibus yang mengalami rem blong. Peristiwa itu merenggut nyawa cucunya yang saat itu sedang tertidur di kamar.

Sejak kejadian itu, Rita mengaku memilih tidur di ruang tamu dibandingkan di kamar rumahnya. “Saya tidak pernah lagi tidur di kamar. Siang malam saya tidur di ruang tamu karena takut ada mobil rem blong menghantam rumah,” ujarnya.

Penyelidikan dan Harapan untuk Masa Depan

Pihak Satlantas Polresta Padang yang sedang melakukan penyelidikan mendalam diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknis kepada pemerintah kota. Namun bagi Hani, evakuasi yang cepat tidaklah cukup jika penyebab kecelakaan terus berulang tanpa ada pembenahan sistemik.

Identitas korban seperti Arif Candra Efendi, Jhon Efendi, Hj Efrialita, dan Del yang semuanya merupakan warga Solok menambah keprihatinan Hani. Ia merasa sedih karena jalur di dekat rumahnya seringkali menjadi tempat berakhirnya perjalanan orang-orang yang hendak menuju ibu kota provinsi.

Dukungan psikologis bagi warga sekitar juga menjadi salah satu poin harapan yang tersirat. Hani berharap ada perhatian bagi warga yang terdampak trauma, mengingat suara kecelakaan kemarin begitu hebat hingga membuat anggota keluarganya sakit karena syok.

Menutup perbincangannya, Hani menekankan bahwa keamanan jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Ia berharap tragedi Minggu pagi itu menjadi kecelakaan beruntun terakhir yang ia saksikan dari balik jendela rumahnya di Padang Besi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

17 October 2026

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Rumah industri paper bag ludes terbakar, BPBD Bali catat 16 kejadian bencana dalam sepekan

24 October 2026

Kemensos padukan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi keluarga lewat sekolah rakyat

24 October 2026

Piaggio Vespa Buka Dealer Resmi di Palu

24 October 2026

6 film cottagecore terbaik yang manjakan mata dan hati

24 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?