Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Bahaya Jembatan Padang Besi, Mobil Terjebak di Rumah Saat Kecelakaan
    Hukum

    Bahaya Jembatan Padang Besi, Mobil Terjebak di Rumah Saat Kecelakaan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 May 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Trauma yang Menyelimuti Warga di Jembatan Padang Besi

    Warga sekitar Jembatan Padang Besi di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, kini hidup dalam ketakutan akibat kecelakaan beruntun yang terjadi pada Minggu (10/5/2026) pagi. Kejadian tersebut tidak hanya meninggalkan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan ketenangan dan rasa aman warga sekitar.

    Peringatan Keras dari Kecelakaan

    Hani, salah satu warga yang tinggal dekat lokasi kejadian, menyebut kejadian tersebut sebagai peringatan keras. Ia mengungkapkan bahwa kejadian 6 bulan lalu, di mana sebuah mobil masuk ke rumah warga, menjadi bukti bahwa jalur ini tidak aman. Ia memohon adanya solusi permanen agar jalan di depan rumahnya tidak lagi disebut “jalur maut”.

    Keresahan Hani didasari oleh fakta bahwa kecelakaan rem blong di kawasan tersebut sudah menjadi siklus mengerikan. Ia berharap pihak berwenang melakukan evaluasi total mengenai kelayakan kendaraan besar, khususnya truk pengangkut logistik yang melintas dari arah Solok.

    Harapan pada Infrastruktur dan Pengawasan

    Hani menilai pengawasan terhadap kelaikan jalan atau ramp check harus diperketat sebelum kendaraan memasuki turunan tajam menuju Padang Besi. Ia berharap jika sistem pengereman truk Hino BM 9936 KU tersebut diperiksa lebih awal, mungkin nyawa empat orang di Toyota Rush itu masih bisa terselamatkan.

    Selain pengawasan kendaraan, Hani juga menaruh harapan pada perbaikan infrastruktur tambahan di sekitar Jembatan Padang Besi. Ia membayangkan adanya jalur penyelamat (escape ramp) yang lebih efektif atau penambahan rambu peringatan yang jauh lebih mencolok bagi pengemudi luar kota.

    Trauma yang Menghantui Keluarga

    Trauma yang dialami ibunda Hani menjadi alasan kuat mengapa ia menuntut perubahan segera. “Kami ingin tidur dengan tenang tanpa harus terbangun karena suara benturan yang menyerupai ledakan,” ujarnya saat ditemui. Setiap kali mendengar suara decitan rem yang panjang, jantungnya seakan berhenti berdetak.

    Dampak psikologis dari kecelakaan ini tidak hanya dirasakan oleh Hani, namun juga anggota keluarganya. Ibunda Hani yang menyaksikan langsung prosesi tabrakan tersebut mengalami trauma hebat hingga kondisi fisiknya menurun drastis. Menurut penuturan Hani, sesaat setelah melihat kejadian memilukan itu, ibunya langsung lemas dan tidak sanggup berdiri karena lututnya yang gemetar hebat.

    Ketakutan yang Terus Menghantui

    Rita Bahar (70), warga kawasan Jembatan Padang Besi, juga mengalami trauma yang sangat dalam. Suara dentuman keras dari arah jalan raya masih terus membekas di ingatannya. Ia kembali dikejutkan dengan kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan di depan kawasan tempat tinggalnya.

    Menurut Rita, setiap kendaraan yang mengalami rem blong dari arah Solok berpotensi menghantam rumah-rumah warga di sekitar lokasi. Trauma itu bukan tanpa alasan. Beberapa tahun lalu, rumah Rita pernah dihantam sebuah mobil minibus yang mengalami rem blong. Peristiwa itu merenggut nyawa cucunya yang saat itu sedang tertidur di kamar.

    Sejak kejadian itu, Rita mengaku memilih tidur di ruang tamu dibandingkan di kamar rumahnya. “Saya tidak pernah lagi tidur di kamar. Siang malam saya tidur di ruang tamu karena takut ada mobil rem blong menghantam rumah,” ujarnya.

    Penyelidikan dan Harapan untuk Masa Depan

    Pihak Satlantas Polresta Padang yang sedang melakukan penyelidikan mendalam diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknis kepada pemerintah kota. Namun bagi Hani, evakuasi yang cepat tidaklah cukup jika penyebab kecelakaan terus berulang tanpa ada pembenahan sistemik.

    Identitas korban seperti Arif Candra Efendi, Jhon Efendi, Hj Efrialita, dan Del yang semuanya merupakan warga Solok menambah keprihatinan Hani. Ia merasa sedih karena jalur di dekat rumahnya seringkali menjadi tempat berakhirnya perjalanan orang-orang yang hendak menuju ibu kota provinsi.

    Dukungan psikologis bagi warga sekitar juga menjadi salah satu poin harapan yang tersirat. Hani berharap ada perhatian bagi warga yang terdampak trauma, mengingat suara kecelakaan kemarin begitu hebat hingga membuat anggota keluarganya sakit karena syok.

    Menutup perbincangannya, Hani menekankan bahwa keamanan jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Ia berharap tragedi Minggu pagi itu menjadi kecelakaan beruntun terakhir yang ia saksikan dari balik jendela rumahnya di Padang Besi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?