Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Monday, 2 November 2026
Trending
  • 6 Solusi Ampuh Samsung Gagal Terima SMS
  • Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak
  • Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT
  • Prediksi skor Yokohama F Marinos vs Sanfrecce Hiroshima: statistik dan head-to-head di J League
  • Prediksi skor Fulham vs Crystal Palace: The Cottagers lolos lewat adu penalti
  • Krisis Listrik Bayangi Ambisi Pusat Data Malaysia
  • Cicilan Motor DP 0% Diperpanjang hingga 2027, Ini Simulasi Lengkapnya
  • Jadwal Bus AKAP Bali-Jawa Rabu 28 Oktober: Cek Lengkapnya di Sini!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hanya 3 Menit! Penelitian Ungkap Dampak Video TikTok pada Rasa Percaya Diri Pria
Nasional

Hanya 3 Menit! Penelitian Ungkap Dampak Video TikTok pada Rasa Percaya Diri Pria

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 May 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pria muda kini menghadapi tantangan baru dalam menjaga citra tubuh mereka. Dalam waktu kurang dari tiga menit, seorang pria bisa mulai merasa tidak percaya diri setelah melihat konten kebugaran di media sosial. Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya pengaruh digital dapat memengaruhi persepsi diri seseorang.

Sebelumnya, isu tentang citra tubuh selalu dikaitkan dengan perempuan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria juga rentan terhadap standar ketampanan yang tidak realistis. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Body Image menemukan bahwa paparan video pendek di TikTok yang berfokus pada kebugaran ekstrem dapat merusak kesehatan mental pria dalam waktu singkat.

Konten tersebut tidak hanya mencakup latihan angkat beban, tetapi juga penggunaan suplemen dan obsesi terhadap bentuk otot tertentu. Algoritma media sosial sering kali menampilkan visual tubuh “sempurna” secara terus-menerus, sehingga menciptakan standar yang mustahil dicapai di dunia nyata. Akibatnya, banyak pria merasa tidak puas dengan penampilan mereka begitu aplikasi ditutup.

Budaya Perbandingan yang Merusak Kesejahteraan Emosional

Budaya perbandingan di media sosial sangat agresif dan merusak kesejahteraan emosional pria muda. Mereka mulai menginternalisasi bahwa tubuh atletis adalah satu-satunya standar kelayakan sosial. Dalam studi tersebut, para peserta yang hanya menghabiskan waktu kurang dari 3 menit menonton video kebugaran merasa jauh lebih tidak puas dengan citra tubuh mereka.

Dampaknya bahkan menyebar ke kehidupan sehari-hari. Para partisipan melaporkan penurunan kepuasan nutrisi dan merasa pola makan sehat yang mereka jalani selama ini tidak cukup untuk mendapatkan fisik impian seperti yang terlihat di layar. Hal ini memicu ketergantungan pada suplemen peningkat performa.

Eksperimen Otot vs Konten Liburan

Dalam riset ini, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama menonton video pria berotot, kelompok kedua fokus pada konten suplemen protein, sedangkan kelompok ketiga menonton video perjalanan atau traveling. Hasilnya sangat kontras. Pria yang terpapar konten kebugaran dan suplemen melaporkan penurunan kepercayaan diri yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol (kelompok traveling).

Eksperimen ini menunjukkan bahwa interaksi sesingkat apa pun dengan standar keindahan ekstrem akan meninggalkan bekas luka psikis. Konten motivasi sering kali menjadi pedang bermata dua. Alih-alih terinspirasi hidup sehat, banyak pria justru terjebak dalam rasa minder karena merasa gagal menyamai citra yang telah dikurasi oleh kreator konten.

Ancaman Dismorfia Tubuh di Era Digital

Ahli psikologi memperingatkan bahwa konsumsi media sosial tanpa kontrol memperbesar risiko dismorfia tubuh. Gary Goldfield, penulis utama studi tersebut, menyoroti bagaimana volume gambar yang dilihat setiap hari dapat mengubah standar kecantikan ideal di dalam pikiran bawah sadar. Ia menekankan bahwa durasi layar generasi muda saat ini sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan, yang memicu tekanan mental secara konstan.

Rata-rata, kaum muda menghabiskan waktu antara enam hingga delapan jam per hari di depan layar, sebagian besar di media sosial. Media sosial dapat mengekspos pengguna pada ratusan atau bahkan ribuan gambar dan foto setiap hari, termasuk foto selebriti dan model mode atau kebugaran. Hal ini menyebabkan internalisasi kecantikan ideal yang tidak dapat dicapai oleh hampir semua orang, sehingga mengakibatkan ketidakpuasan yang lebih besar terhadap berat dan bentuk tubuh.

Cara Keluar dari Jebakan

Pria muda harus mulai menyadari bahwa kebugaran adalah tentang kesehatan jangka panjang, bukan sekadar estetika yang dirangkum dalam video 15 detik. Keseimbangan antara kehidupan nyata dan dunia digital adalah kunci untuk menjaga mental tetap stabil di tengah gempuran tren media sosial.

Membatasi durasi scrolling pada akun-akun yang memicu rasa minder adalah langkah awal perawatan diri yang krusial. Kepercayaan diri sejati tidak akan ditemukan dengan membandingkan diri kita dengan orang asing di internet yang hidupnya penuh kurasi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Krisis Listrik Bayangi Ambisi Pusat Data Malaysia

2 November 2026

Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak

2 November 2026

Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT

2 November 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 Solusi Ampuh Samsung Gagal Terima SMS

2 November 2026

Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak

2 November 2026

Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT

2 November 2026

Prediksi skor Yokohama F Marinos vs Sanfrecce Hiroshima: statistik dan head-to-head di J League

2 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?