Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 17 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Hammersonic 2026 Hari Kedua: Emo, Punk, dan Hardcore Mengguncang
Olahraga

Hammersonic 2026 Hari Kedua: Emo, Punk, dan Hardcore Mengguncang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Hari Kedua Hammersonic Festival 2026: Spektrum Musik yang Dinamis dan Penuh Energi

Hari kedua Hammersonic Festival 2026 berjalan dengan dinamika yang lebih variatif dibanding hari pembuka. Sejak Minggu (3/5/2026) siang, atmosfer di NICE PIK 2, Tangerang, sudah terasa panas dengan pergerakan penonton yang mulai memadati venue.

Salah satu momen paling dinantikan adalah debut penampilan unit pop-punk/emo asal Chicago, Knuckle Puck. Tampil di Hammer Stage pukul 16.00 WIB, band yang digawangi Joe Taylor (vokal), Kevin Maida (gitar), John Siorek (drum), Nick Casasanto (gitar), dan Ryan Rumchaks (bass) ini langsung memanaskan suasana lewat tembang “No Good”.

Suasana seketika pecah lantaran Hammerhead, sebutan untuk penggemar festival ini, melakukan singalong dan membentuk circle pit dari bawah panggung. Meski dibakar terik matahari, energi crowd tetap terjaga sejak awal.

Joe kemudian menyapa penonton sebelum membawakan hits andalan seperti “A New Beginning”, “Want Me Around”, “Evergreen”, hingga klimaksnya lewat lagu “Pretense”. Gemuruh suara penonton sepanjang repertoar menandakan invasi perdana Knuckle Puck di Hammersonic cukup sukses.

“Ini benar-benar luar biasa, saya bisa berada di sini. Terima kasih untuk yang telah hadir dan ikut bersenang-senang bersama kami. Kami Knuckle Puck dari Chicago, Amerika Serikat. Kami pastikan bakal kembali, sungguh sangat luar biasa,” kata Joe menutup penampilannya.

Gledek Bawakan Punk Dibalut Komedi, Malevolence Hadirkan Suasana Lebih Gelap

Pindah ke Magnumotion Stage, Gledek menampilkan riff kasar dengan karakter punk yang dibalut komedi. Walau penuh canda, band ini tampil tanpa kompromi dengan tempo cepat yang memancing moshpit sepanjang repertoar.

Memasuki slot berikutnya, Malevolence yang mentas di Sonic Stage menghadirkan nuansa lebih tebal dan terstruktur. Band asal Sheffield ini mengandalkan kombinasi metalcore dan beatdown dengan groove yang kuat.

Beberapa lagu seperti “Malicious Intent” dan “Self Supremacy” menjadi titik intens dalam penampilan mereka. Vokalis Alex Taylor sempat menyapa penonton.

“Jakarta, make some noise!”, kata Alex yang langsung disambut pekik penonton.

Permainan ritmis yang presisi membuat pergerakan crowd terasa lebih kompak. Energi tetap tinggi, tetapi dengan kontrol yang lebih rapi dibanding set sebelumnya.

Unit Hardcore/Punk Legendaris Agnostic Front Bawakan Lagu Ramones

Memasuki malam, unit hardcore/punk Agnostic Front membawa warna klasik yang langsung terasa berbeda di hari kedua Hammersonic 2026. Band legendaris asal New York ini tampil lugas tanpa banyak gimmick, mengandalkan kecepatan dan energi kolektif.

Sejak lagu pembuka, suasana berubah menjadi lautan energi yang padat. Moshpit langsung terbentuk di beberapa titik, dengan penonton lintas generasi ikut larut dalam atmosfer hardcore yang mereka bangun sejak medio 80-an.

Vokalis Roger Miret beberapa kali menyapa penonton dengan gaya khasnya yang tegas namun penuh semangat, menjaga intensitas tetap tinggi sepanjang penampilan.

“Gotta Go” dan “For My Family” menjadi momen penting dengan respons singalong yang kuat. Roger Miret kembali berteriak, “This is hardcore music, this is unity!” yang mempertegas ikatan dengan penonton.

Salah satu momen menarik datang ketika Agnostic Front memberi penghormatan terhadap akar punk rock dengan menutup penampilannya lewat lagu milik Ramones, “Blitzkrieg Bop.”

Begitu intro “Hey! Ho! Let’s go!” terdengar, penonton langsung merespons dengan singalong masif yang mengubah area panggung menjadi perayaan punk klasik yang penuh nostalgia.

Penampilan mereka ditutup dengan suasana yang tetap membara, meninggalkan kesan bahwa meskipun sudah puluhan tahun berkarya, Agnostic Front masih mempertahankan api yang sama seperti ketika mereka pertama kali muncul.

Dashboard Confessional Tutup Hammersonic 2026 dengan Suasana Kontras

Sebagai penutup, Dashboard Confessional menghadirkan perubahan suasana yang cukup kontras. Pendekatan melodik mereka langsung menggeser atmosfer menjadi lebih emosional.

Hits andalan seperti “Belle of the Boulevard”, “Screaming Infidelities”, “Stolen”, “Vindicated”, dan “Hands Down” menjadi momen singalong terbesar malam itu. Chris Carrabba sempat berkata, “Thank you for singing with us tonight,” sebelum melanjutkan lagu berikutnya.

Penonton yang sebelumnya aktif di moshpit kini lebih statis dan larut dalam lirik. Nuansa yang tercipta terasa lebih personal meski berada di ruang festival besar.

Salah satu penonton dari Condet, Rafio (32), yang sudah menunggu pun semringah kembali menyaksikan band idoalnya sejak SMA.

“Nostalgia banget ini. Bawain lagu-lagu andalan. Meskipun capek nunggu dari sore, puas sih,” ujarnya.

Penampilan penutup ini menghadirkan sisi berbeda dari keseluruhan rangkaian festival musik keras di hari terakhir. Emosi menjadi penekanan utama setelah dominasi energi keras sejak sore.

Secara keseluruhan, Hammersonic 2026 hari kedua menampilkan spektrum musik yang cukup luas. Dari hardcore hingga emo rock, semuanya tersaji dalam satu alur yang tetap terjaga.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub

11 Juli 2026

Prediksi Skor Lincoln Red Imps vs Inter Club d’Escaldes Liga Champions UEFA 8 Juli 2026

11 Juli 2026

16 Bencana Besar Piala Dunia 2026: Tiga Negara Tuan Rumah Terpuruk, Kanada dan AS Kehilangan Gaya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?