Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Hammersonic 2026 Hari Kedua: Emo, Punk, dan Hardcore Mengguncang
    Olahraga

    Hammersonic 2026 Hari Kedua: Emo, Punk, dan Hardcore Mengguncang

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 May 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Hari Kedua Hammersonic Festival 2026: Spektrum Musik yang Dinamis dan Penuh Energi

    Hari kedua Hammersonic Festival 2026 berjalan dengan dinamika yang lebih variatif dibanding hari pembuka. Sejak Minggu (3/5/2026) siang, atmosfer di NICE PIK 2, Tangerang, sudah terasa panas dengan pergerakan penonton yang mulai memadati venue.

    Salah satu momen paling dinantikan adalah debut penampilan unit pop-punk/emo asal Chicago, Knuckle Puck. Tampil di Hammer Stage pukul 16.00 WIB, band yang digawangi Joe Taylor (vokal), Kevin Maida (gitar), John Siorek (drum), Nick Casasanto (gitar), dan Ryan Rumchaks (bass) ini langsung memanaskan suasana lewat tembang “No Good”.

    Suasana seketika pecah lantaran Hammerhead, sebutan untuk penggemar festival ini, melakukan singalong dan membentuk circle pit dari bawah panggung. Meski dibakar terik matahari, energi crowd tetap terjaga sejak awal.

    Joe kemudian menyapa penonton sebelum membawakan hits andalan seperti “A New Beginning”, “Want Me Around”, “Evergreen”, hingga klimaksnya lewat lagu “Pretense”. Gemuruh suara penonton sepanjang repertoar menandakan invasi perdana Knuckle Puck di Hammersonic cukup sukses.

    “Ini benar-benar luar biasa, saya bisa berada di sini. Terima kasih untuk yang telah hadir dan ikut bersenang-senang bersama kami. Kami Knuckle Puck dari Chicago, Amerika Serikat. Kami pastikan bakal kembali, sungguh sangat luar biasa,” kata Joe menutup penampilannya.

    Gledek Bawakan Punk Dibalut Komedi, Malevolence Hadirkan Suasana Lebih Gelap

    Pindah ke Magnumotion Stage, Gledek menampilkan riff kasar dengan karakter punk yang dibalut komedi. Walau penuh canda, band ini tampil tanpa kompromi dengan tempo cepat yang memancing moshpit sepanjang repertoar.

    Memasuki slot berikutnya, Malevolence yang mentas di Sonic Stage menghadirkan nuansa lebih tebal dan terstruktur. Band asal Sheffield ini mengandalkan kombinasi metalcore dan beatdown dengan groove yang kuat.

    Beberapa lagu seperti “Malicious Intent” dan “Self Supremacy” menjadi titik intens dalam penampilan mereka. Vokalis Alex Taylor sempat menyapa penonton.

    “Jakarta, make some noise!”, kata Alex yang langsung disambut pekik penonton.

    Permainan ritmis yang presisi membuat pergerakan crowd terasa lebih kompak. Energi tetap tinggi, tetapi dengan kontrol yang lebih rapi dibanding set sebelumnya.

    Unit Hardcore/Punk Legendaris Agnostic Front Bawakan Lagu Ramones

    Memasuki malam, unit hardcore/punk Agnostic Front membawa warna klasik yang langsung terasa berbeda di hari kedua Hammersonic 2026. Band legendaris asal New York ini tampil lugas tanpa banyak gimmick, mengandalkan kecepatan dan energi kolektif.

    Sejak lagu pembuka, suasana berubah menjadi lautan energi yang padat. Moshpit langsung terbentuk di beberapa titik, dengan penonton lintas generasi ikut larut dalam atmosfer hardcore yang mereka bangun sejak medio 80-an.

    Vokalis Roger Miret beberapa kali menyapa penonton dengan gaya khasnya yang tegas namun penuh semangat, menjaga intensitas tetap tinggi sepanjang penampilan.

    “Gotta Go” dan “For My Family” menjadi momen penting dengan respons singalong yang kuat. Roger Miret kembali berteriak, “This is hardcore music, this is unity!” yang mempertegas ikatan dengan penonton.

    Salah satu momen menarik datang ketika Agnostic Front memberi penghormatan terhadap akar punk rock dengan menutup penampilannya lewat lagu milik Ramones, “Blitzkrieg Bop.”

    Begitu intro “Hey! Ho! Let’s go!” terdengar, penonton langsung merespons dengan singalong masif yang mengubah area panggung menjadi perayaan punk klasik yang penuh nostalgia.

    Penampilan mereka ditutup dengan suasana yang tetap membara, meninggalkan kesan bahwa meskipun sudah puluhan tahun berkarya, Agnostic Front masih mempertahankan api yang sama seperti ketika mereka pertama kali muncul.

    Dashboard Confessional Tutup Hammersonic 2026 dengan Suasana Kontras

    Sebagai penutup, Dashboard Confessional menghadirkan perubahan suasana yang cukup kontras. Pendekatan melodik mereka langsung menggeser atmosfer menjadi lebih emosional.

    Hits andalan seperti “Belle of the Boulevard”, “Screaming Infidelities”, “Stolen”, “Vindicated”, dan “Hands Down” menjadi momen singalong terbesar malam itu. Chris Carrabba sempat berkata, “Thank you for singing with us tonight,” sebelum melanjutkan lagu berikutnya.

    Penonton yang sebelumnya aktif di moshpit kini lebih statis dan larut dalam lirik. Nuansa yang tercipta terasa lebih personal meski berada di ruang festival besar.

    Salah satu penonton dari Condet, Rafio (32), yang sudah menunggu pun semringah kembali menyaksikan band idoalnya sejak SMA.

    “Nostalgia banget ini. Bawain lagu-lagu andalan. Meskipun capek nunggu dari sore, puas sih,” ujarnya.

    Penampilan penutup ini menghadirkan sisi berbeda dari keseluruhan rangkaian festival musik keras di hari terakhir. Emosi menjadi penekanan utama setelah dominasi energi keras sejak sore.

    Secara keseluruhan, Hammersonic 2026 hari kedua menampilkan spektrum musik yang cukup luas. Dari hardcore hingga emo rock, semuanya tersaji dalam satu alur yang tetap terjaga.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?