Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 6 Mei 2026
Trending
  • Jadwal Live Trans7 Sore Hari: Moto3, Moto2, MotoGP Prancis 2026, Cek Peringkat Veda Ega
  • Shio Beruntung Selasa 5 Mei 2026: Kelinci hingga Babi Penuh Hoki
  • Eks Kiper Persebaya Beri Pernyataan! Dimas Galih Bocorkan Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
  • Ramalan Zodiak Gemini 6 Mei 2026: Cinta dan Karier Buka Peluang Besar!
  • Persik Kediri Menang Dramatis, Persik Mania Soroti Hal Ini Melawan Arema FC
  • Prediksi Skor PSM vs Bhayangkara FC, Amir Bahas Transisi, Munster Fokus Usai Kalah dari Persib
  • Keluarga Klaim Punya Bukti CCTV, Tuduh Ada Upaya Framing di Kasus Indramayu
  • Daftar Orang Kaya Tertinggi Tahun 2026 di Tiongkok
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Keluarga Klaim Punya Bukti CCTV, Tuduh Ada Upaya Framing di Kasus Indramayu
Hukum

Keluarga Klaim Punya Bukti CCTV, Tuduh Ada Upaya Framing di Kasus Indramayu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Pembunuhan Sadis di Indramayu Masuk Tahap Persidangan

Kasus pembunuhan sadis yang menewaskan lima anggota keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Tengah, kini telah memasuki tahap persidangan. Dalam kasus ini, dua tersangka yakni Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan menjadi terdakwa. Meskipun keduanya membantah keterlibatan mereka dalam kejadian tersebut, pihak keluarga korban bersama kuasa hukum mengklaim memiliki bukti-bukti kuat yang mendukung peran para terdakwa.

Kuasa hukum keluarga korban, Heri Reang, menyatakan keyakinannya bahwa Ririn dan Priyo adalah pelaku utama dari tragedi berdarah tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti penting, termasuk rekaman CCTV dari hotel dan BRI-Link yang akan digunakan dalam persidangan.

Selain itu, Heri juga mengungkap adanya jejak digital berupa panggilan video (video call) antara Ririn dengan istrinya sebelum bercerai pada rentang waktu kejadian. “Dari tanggal 27 sampai 29 Agustus, Ririn melakukan video call dengan istrinya, Bu Sela. Posisi Ririn saat itu terdeteksi berada di TKP, yaitu rumah korban. Ini adalah bukti yang sangat kuat,” ujarnya.

Harapan pada Majelis Hakim

Pihak keluarga dan kuasa hukum kini menaruh harapan besar pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim agar tidak terkecoh oleh bantahan para terdakwa. Mereka berharap majelis hakim dapat melihat kasus ini secara jeli sehingga dapat memberikan keadilan yang sebenarnya.

Heri Reang menegaskan bahwa tuntutan maksimal menjadi harga mati bagi keluarga. “Kami mendukung dakwaan jaksa dan meminta kedua pelaku (Ririn dan Priyo) dihukum mati sesuai dengan perbuatannya yang sangat keji,” katanya.

Keluarga Geram dengan Upaya “Framing”

Keluarga korban Zulhelfi menyebut bahwa upaya pengacara terdakwa, Toni RM, hanya membuat suasana keruh. Menurutnya, pengacara tersebut hanya melakukan framing kosong tanpa bukti yang jelas. “Ya, meyakini dua orang (Ririn dan Priyo) itu pembunuhnya, nggak ada lagi lain. Nggak ada lagi lain. masalah pengacara Toni, itu framing-framing nggak jelas itu,” ujar Zulhelfi.

Bagi Zulhelfi, kematian lima anggota keluarga mereka, terutama balita tak berdosa, adalah batas akhir kesabaran mereka. “Kami minta Priyo dan Ririn harus mati! Itu permintaan masyarakat. Bayangkan, anak kecil yang tidak tahu apa-apa dan tidak bersalah ikut dibunuh. Di situ kami merasa sangat kesal dan terluka,” tegasnya.

Ririn Berteriak Histeris

Sebelumnya, pada Rabu (29/4), kegaduhan hebat pecah sesaat setelah hakim mengetok palu menutup persidangan kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Kelurahan Paoman. Terdakwa Ririn Rifanto mendadak histeris dan meledak di hadapan awak media. Sambil dikawal ketat, ia berteriak lantang membantah keterlibatannya dalam pembantaian keji yang terjadi pada Agustus 2025 silam tersebut.

Di tengah pengawalan yang memicu aksi saling tarik antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tim pengacara, Ririn terus berteriak menyebut nama-nama yang ia klaim sebagai eksekutor sebenarnya. “Saya bukan pelakunya! Pelakunya Aman Yani, Joko, Hardi, dan Yoga!” teriak Ririn dengan nada tinggi di hadapan wartawan.

Tak hanya membantah, Ririn juga mengungkap dugaan penyiksaan yang dialaminya selama masa penyidikan untuk memaksanya memberikan pengakuan.

Pengacara Terdakwa Mengungkap Fakta Baru

Kuasa hukum terdakwa, Toni RM, menilai reaksi histeris kliennya adalah puncak dari rasa frustrasi terhadap jalannya persidangan. Ia menyoroti sikap JPU yang hingga kini belum menghadirkan saksi kunci, Priyo Bagus Setiawan.

“Priyo itulah yang tahu dan menyaksikan pembunuhan. Dia juga mengaku ikut menguburkan karena disuruh oleh Aman Yani. Priyo lah yang nantinya menyebutkan bahwa Ririn tidak terlibat karena saat kejadian, Ririn sedang keluar bersama Joko,” tegas Toni RM kepada wartawan, Rabu (29/4/2026) malam.

Toni secara spesifik memetakan peran orang-orang yang disebut oleh kliennya berdasarkan informasi yang ia himpun. “Hadi dan Yoga itu pembunuhnya, Amanyani sebagai otak pelakunya. Sementara proses penguburan jenazah dilakukan oleh Joko dan Priyo. Inilah yang ingin kami buktikan,” ujar Toni RM.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu. Lima orang korban, kakek, ayah, ibu, anak dan bayi berusia delapan bulan, ditemukan terkubur dalam satu lubang di halaman belakang rumah mereka pada 1 September 2025.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hanya Ibu Mertua, Anisa Juga Rencanakan Pembunuhan Seluruh Keluarga

6 Mei 2026

Polisi Buru Pemodal Penipu Elpiji Klaten

6 Mei 2026

Skenario Pembunuhan dan Perampokan Mertua di Riau, Pelaku Cium Tangan hingga Tagihan Ojol Palsu

6 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Live Trans7 Sore Hari: Moto3, Moto2, MotoGP Prancis 2026, Cek Peringkat Veda Ega

6 Mei 2026

Shio Beruntung Selasa 5 Mei 2026: Kelinci hingga Babi Penuh Hoki

6 Mei 2026

Eks Kiper Persebaya Beri Pernyataan! Dimas Galih Bocorkan Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak

6 Mei 2026

Ramalan Zodiak Gemini 6 Mei 2026: Cinta dan Karier Buka Peluang Besar!

6 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?