Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 26 September 2026
Trending
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Festival Puisi “Kopi dan Kepo” Hidupkan Seni di Medan
Hiburan

Festival Puisi “Kopi dan Kepo” Hidupkan Seni di Medan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Suasana yang hangat dan penuh ekspresi seni mengisi Taman Budaya Medan saat Festival Musikalisasi Puisi “Kopi dan Kepo” diadakan, Sabtu (2/5/2026). Acara ini menjadi bukti bahwa geliat seni dan sastra di Kota Medan terus berkembang, menciptakan ruang kreatif bagi para seniman, akademisi, hingga generasi muda.

Festival yang diselenggarakan oleh Medan Theater ini mengangkat karya puisi dari buku Kopi dan Kepo karya Hasan Al Bana. Dengan sentuhan musikalisasi, puisi-puisi tersebut berubah menjadi pertunjukan yang tidak hanya indah didengar, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton. Ratusan pengunjung tampak larut dalam setiap penampilan. Alunan musik yang berpadu dengan pembacaan puisi menciptakan suasana reflektif yang mengajak penonton merenung sekaligus merasakan berbagai spektrum emosi yang disampaikan para penampil.

Ahmad Munawar Lubis, founder Medan Theater, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ruang untuk merayakan “rasa” yang sering kali terpinggirkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karya-karya yang ditampilkan adalah hasil perenungan mendalam tentang keresahan, harapan, hingga hal-hal sederhana yang sering luput kita sadari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Medan Theater dibangun atas dasar kepercayaan dan komitmen untuk menjadikan seni sebagai medium penyembuhan sekaligus penyampaian pesan. Baginya, seni memiliki kekuatan untuk mengubah pengalaman hidup, termasuk rasa sakit, menjadi sesuatu yang bernilai estetika dan makna.

Festival ini juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik 7 Keliling yang membawa aransemen khas dalam menghidupkan puisi menjadi lebih dinamis. Perpaduan antara sastra dan musik tersebut menciptakan pengalaman artistik yang utuh, sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui karya.

Tidak hanya menjadi panggung hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi dan edukasi budaya. Kehadiran pelajar dan mahasiswa menunjukkan bahwa minat terhadap sastra dan seni pertunjukan masih tumbuh di kalangan generasi muda. Festival ini pun menjadi wadah interaksi lintas generasi antara seniman senior dan talenta muda yang sedang berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir dan memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai festival seperti ini penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan kota, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga dari aspek budaya dan kreativitas.

Menurut Rico Waas, kopi adalah simbol jeda, ketenangan, dan ruang merenung dari hiruk-pikuk kehidupan. Sedangkan kepo adalah dorongan rasa ingin tahu yang mendorong seseorang untuk menggali lebih dalam makna kehidupan.

Dua hal ini, kata Rico, merupakan perpaduan antara rasa dan nalar yang penting dalam membangun peradaban. “Bangsa ini akan kuat jika kebudayaan, intelektual, dan rasa kita terus dijaga. Rasa mencintai, rasa memiliki, dan rasa menelaah kehidupan harus terus hidup,” katanya.

Rico juga menyoroti pola penulisan puisi yang menurutnya memiliki kemiripan dengan pola sastra Melayu, sebagai bukti kekayaan budaya lokal yang dapat terus dikembangkan oleh generasi muda. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendorong seniman muda untuk terus berkarya di berbagai bidang, mulai dari musik, puisi, lukisan, hingga desain.

“Membangun kota tidak hanya tentang gedung tinggi, rumah sakit, atau infrastruktur fisik. Seni dan budaya adalah elemen penting dalam kehidupan kota,” tegas Rico Waas.

Di akhir sambutannya, Rico Waas secara resmi membuka festival tersebut, seraya memberikan apresiasi kepada penulis, komunitas teater, dan para pegiat seni yang terus menjaga denyut budaya di Kota Medan.

Festival Musikalisasi Puisi “Kopi dan Kepo” akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertunjukan. Ia menjelma sebagai ruang pertemuan ide, rasa, dan ekspresi yang memperlihatkan bahwa Kota Medan memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekosistem seni yang hidup dan berkelanjutan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

31 Agustus 2026

Profil Karakter Legendaris: Frank-N-Furter, Pennywise, dan Home Alone 2

31 Agustus 2026

Terjemahan lirik lagu September – Daughtry: Kami tahu kami harus pergi dari kota ini, tapi tidak tahu kapan

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?