Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 6 Mei 2026
Trending
  • Jadwal FP1 Moto3, Moto2, MotoGP Prancis 2026: Live Veda Ega, Mario Aji, Marquez
  • 12 Ramalan Shio Besok 6 Mei 2026: Nomor, Cinta, Karier Lengkap
  • Lima Wilayah dengan Populasi Sapi Potong Terbesar di Kaltim
  • Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 5 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Hammersonic 2026 Hari Kedua: Emo, Punk, dan Hardcore Mengguncang
  • Aksi 214 Jilid 2 Desak Pengguliran Hak Angket, Tekanan ke DPRD Kaltim Meningkat
  • Polisi Buru Pemodal Penipu Elpiji Klaten
  • FTIK UIN Saizu: Sejarah, Prodi Unggulan, dan Akreditasi Terbaik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Festival Puisi “Kopi dan Kepo” Hidupkan Seni di Medan
Hiburan

Festival Puisi “Kopi dan Kepo” Hidupkan Seni di Medan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Suasana yang hangat dan penuh ekspresi seni mengisi Taman Budaya Medan saat Festival Musikalisasi Puisi “Kopi dan Kepo” diadakan, Sabtu (2/5/2026). Acara ini menjadi bukti bahwa geliat seni dan sastra di Kota Medan terus berkembang, menciptakan ruang kreatif bagi para seniman, akademisi, hingga generasi muda.

Festival yang diselenggarakan oleh Medan Theater ini mengangkat karya puisi dari buku Kopi dan Kepo karya Hasan Al Bana. Dengan sentuhan musikalisasi, puisi-puisi tersebut berubah menjadi pertunjukan yang tidak hanya indah didengar, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton. Ratusan pengunjung tampak larut dalam setiap penampilan. Alunan musik yang berpadu dengan pembacaan puisi menciptakan suasana reflektif yang mengajak penonton merenung sekaligus merasakan berbagai spektrum emosi yang disampaikan para penampil.

Ahmad Munawar Lubis, founder Medan Theater, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ruang untuk merayakan “rasa” yang sering kali terpinggirkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karya-karya yang ditampilkan adalah hasil perenungan mendalam tentang keresahan, harapan, hingga hal-hal sederhana yang sering luput kita sadari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Medan Theater dibangun atas dasar kepercayaan dan komitmen untuk menjadikan seni sebagai medium penyembuhan sekaligus penyampaian pesan. Baginya, seni memiliki kekuatan untuk mengubah pengalaman hidup, termasuk rasa sakit, menjadi sesuatu yang bernilai estetika dan makna.

Festival ini juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik 7 Keliling yang membawa aransemen khas dalam menghidupkan puisi menjadi lebih dinamis. Perpaduan antara sastra dan musik tersebut menciptakan pengalaman artistik yang utuh, sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui karya.

Tidak hanya menjadi panggung hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi dan edukasi budaya. Kehadiran pelajar dan mahasiswa menunjukkan bahwa minat terhadap sastra dan seni pertunjukan masih tumbuh di kalangan generasi muda. Festival ini pun menjadi wadah interaksi lintas generasi antara seniman senior dan talenta muda yang sedang berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir dan memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai festival seperti ini penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan kota, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga dari aspek budaya dan kreativitas.

Menurut Rico Waas, kopi adalah simbol jeda, ketenangan, dan ruang merenung dari hiruk-pikuk kehidupan. Sedangkan kepo adalah dorongan rasa ingin tahu yang mendorong seseorang untuk menggali lebih dalam makna kehidupan.

Dua hal ini, kata Rico, merupakan perpaduan antara rasa dan nalar yang penting dalam membangun peradaban. “Bangsa ini akan kuat jika kebudayaan, intelektual, dan rasa kita terus dijaga. Rasa mencintai, rasa memiliki, dan rasa menelaah kehidupan harus terus hidup,” katanya.

Rico juga menyoroti pola penulisan puisi yang menurutnya memiliki kemiripan dengan pola sastra Melayu, sebagai bukti kekayaan budaya lokal yang dapat terus dikembangkan oleh generasi muda. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendorong seniman muda untuk terus berkarya di berbagai bidang, mulai dari musik, puisi, lukisan, hingga desain.

“Membangun kota tidak hanya tentang gedung tinggi, rumah sakit, atau infrastruktur fisik. Seni dan budaya adalah elemen penting dalam kehidupan kota,” tegas Rico Waas.

Di akhir sambutannya, Rico Waas secara resmi membuka festival tersebut, seraya memberikan apresiasi kepada penulis, komunitas teater, dan para pegiat seni yang terus menjaga denyut budaya di Kota Medan.

Festival Musikalisasi Puisi “Kopi dan Kepo” akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertunjukan. Ia menjelma sebagai ruang pertemuan ide, rasa, dan ekspresi yang memperlihatkan bahwa Kota Medan memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekosistem seni yang hidup dan berkelanjutan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Bacaan Injil Katolik 4 Mei 2026: Renungan Harian yang Menyentuh Hati

6 Mei 2026

Ramalan Zodiak Hari Ini: Nasib, Rezeki, dan Peluang 4 Mei 2026

6 Mei 2026

Pembaruan lalu lintas Senin pagi: Arus masuk Jakarta tersendat, Cilincing macet parah, Tol Dalam Kota padat

5 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal FP1 Moto3, Moto2, MotoGP Prancis 2026: Live Veda Ega, Mario Aji, Marquez

6 Mei 2026

12 Ramalan Shio Besok 6 Mei 2026: Nomor, Cinta, Karier Lengkap

6 Mei 2026

Lima Wilayah dengan Populasi Sapi Potong Terbesar di Kaltim

6 Mei 2026

Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 5 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

6 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?