Kehadiran Gubernur Jatim di Kalteng, Tanda Kemitraan Ekonomi yang Kuat
Kunjungan kerja dan misi dagang Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ke Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antar daerah. Kedatangan gubernur tersebut disambut oleh Pemprov Kalteng dengan penuh antusiasme. Penyambutan berlangsung di VIP Room Isen Mulang, Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya pada Kamis (23/4) pukul 08.45 WIB.
Gubernur Khofifah beserta rombongan diterima langsung oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Kalteng, serta Penjabat Sekda Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden. Acara ini menjadi ajang untuk mempererat sinergisitas dan kerja sama strategis antara dua provinsi, terutama dalam sektor perekonomian, pemenuhan kebutuhan pokok, serta penguatan ketahanan pangan daerah.
Potensi Daerah yang Menjanjikan
Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa kekayaan daerah tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan dan kehutanan. Ia menyebutkan bahwa Kalteng juga memiliki potensi besar dalam pariwisata serta keanekaragaman flora dan fauna yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
“Kalteng sangat menjanjikan dalam sumber daya alam. Semua flora dan faunanya ada. Kalau mau jual pariwisata, sebenarnya lebih hebat dari Bali,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Pemprov Kalteng telah merancang strategi pembangunan melalui pembagian tiga zona wilayah, yaitu Zona Barat, Zona Tengah, dan Zona Timur. Selain itu, pihaknya sedang gencar menggenjot masuknya investasi riil guna percepatan nilai tambah komoditas mentah.
Antusiasme dari Gubernur Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan antusiasmenya atas pelaksanaan misi dagang ini. Ia menilai kerja sama dengan Kalteng selalu membawa dampak positif.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kalteng saat ini didominasi oleh lima sektor utama: pertanian, perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, dan pertambangan. Meski tren pertumbuhannya positif, Gubernur Agustiar Sabran mengakui bahwa Kalteng masih menghadapi tantangan serius dalam rantai pasok.
Pasokan kebutuhan barang hingga saat ini masih sangat bergantung pada kiriman dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa. Kondisi ini membuat kolaborasi ekonomi dengan Jawa Timur menjadi sangat strategis.
Misi Dagang yang Berdampak Positif
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa misi dagang ini bukanlah hal baru. Dalam periode pertama, ia pernah melakukan misi dagang ke Kalteng dan hasilnya sangat produktif bagi kedua provinsi.
“Ini kita misi dagang yang kedua di periode kedua,” ujar Khofifah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tingginya antusiasme dan perputaran ekonomi dalam misi dagang kali ini. “Sampai dengan jam 10.30 tadi, alhamdulillah transaksinya sudah mencapai nilai yang sangat signifikan. Angka ini terus akan bergerak sampai nanti jam lima sore,” imbuhnya.
Visi Bersama dalam Program Strategis Nasional
Terkait kolaborasi antarprovinsi yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Khofifah menegaskan bahwa kedua daerah memiliki visi yang sama terkait program strategis nasional, seperti sekolah rakyat, program makanan bergizi, dan ketahanan pangan.
“Di Jawa Timur, kita sudah masuk pada posisi lumbung pangan nasional. Posisinya sudah kedaulatan pangan. Makanya komoditas seperti beras, daging ayam, telur, dan daging sapi termasuk di dalam transaksi yang cukup strategis antara Jatim dan Kalteng,” jelasnya.
Apresiasi dari Pj. Sekda Kalteng
Pj. Sekda Kalteng Linae Victoria Aden memberikan apresiasi penuh atas terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, hal ini menjadi momentum penting bagi perekonomian Kalteng.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tentu sangat menyambut baik kunjungan kerja Ibu Khofifah beserta seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi melalui misi dagang ini merupakan langkah strategis yang saling menguntungkan. Kalteng memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, sementara Jatim memiliki keunggulan di sektor pangan dan industri.
“Kami berharap sinergi ini berdampak jangka panjang bagi kelancaran distribusi barang, pengendalian inflasi, penguatan UMKM, dan tentunya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalteng,” tegas Linae.



