
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Maskapai Penerbangan
Keamanan, ketepatan waktu, dan harga tiket menjadi tiga faktor utama yang memengaruhi pilihan penumpang dalam menggunakan maskapai penerbangan, khususnya selama musim mudik Lebaran. Dalam situasi mobilitas masyarakat yang tinggi, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Diikuti oleh ketepatan jadwal penerbangan dan keterjangkauan harga tiket.
Survei yang dilakukan oleh platform lembaga survei Jakpat menunjukkan bahwa sebanyak 84 persen responden menjadikan faktor keamanan dan keselamatan sebagai pertimbangan utama. Sementara itu, 82 persen responden memilih ketepatan waktu, dan 80 persen responden mengutamakan harga tiket yang ekonomis.
Menurut Head of Research Jakpat, Aska Primardi, musim mudik Idul Fitri merupakan momen penting dalam lanskap ekonomi Indonesia. Pergerakan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman meningkat pesat selama periode ini.
Survei Jakpat melibatkan 338 responden yang merupakan penumpang penerbangan domestik dalam enam bulan terakhir dan pengambil keputusan utama dalam memilih maskapai. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas pemudik masih lebih memilih kendaraan pribadi dengan porsi mencapai 70 persen. Namun, pesawat terbang tetap menjadi moda transportasi publik yang paling diminati dengan tingkat penggunaan sebesar 61 persen. Kereta api digunakan oleh 36 persen responden, sedangkan bus digunakan oleh 31 persen responden.
Preferensi Maskapai Penerbangan
Dari sisi preferensi maskapai, Garuda Indonesia menjadi merek yang paling dikenal dengan tingkat awareness mencapai 87 persen. Sebanyak 46 persen responden mengaku telah menggunakan maskapai ini dalam enam bulan terakhir, dan 38 persen dalam tiga bulan terakhir. Selain Garuda, Lion Air dan Citilink juga memiliki tingkat pengenalan tinggi masing-masing sebesar 86 persen dan 81 persen.
Pada periode mudik Lebaran 2026, persaingan antar maskapai terlihat sangat ketat. Garuda Indonesia dan Citilink sama-sama mencatat tingkat penggunaan sebesar 39 persen, disusul Lion Air sebesar 38 persen, Batik Air sebesar 29 persen, dan AirAsia sebesar 21 persen.
Rencana Perjalanan Mudik di Masa Depan
Untuk rencana perjalanan mudik ke depan, preferensi penumpang cenderung tidak banyak berubah. Sebanyak 58 persen responden menyatakan akan memilih Garuda Indonesia pada periode Lebaran berikutnya, diikuti Citilink sebesar 51 persen dan Batik Air sebesar 43 persen.
Aska menekankan bahwa ketepatan waktu secara konsisten menjadi faktor krusial bagi pengguna jasa penerbangan. Namun, dalam praktiknya, aspek ini masih sering menjadi tantangan, terutama dengan tingginya kejadian keterlambatan penerbangan selama musim mudik.
Citra Merek dan Keunggulan Maskapai
Dari sisi citra merek, Garuda Indonesia unggul dalam aspek ketepatan jadwal dengan persepsi sebesar 70 persen serta aspek keamanan sebesar 49 persen. Sementara itu, Lion Air mendominasi persepsi sebagai maskapai dengan harga terjangkau dengan angka mencapai 66 persen.
Menurut Aska, keunggulan Garuda Indonesia dalam hal ketepatan waktu dan keamanan memperkuat posisinya sebagai maskapai pilihan utama selama musim mudik Lebaran 2026. “Kombinasi persepsi tersebut juga dinilai menjadi faktor pendorong bagi penumpang untuk kembali menggunakan layanan maskapai tersebut di masa mendatang,” jelasnya.



