Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 28 April 2026
Trending
  • 4 Jenis Pola Pikir Keuangan yang Harus Kamu Ketahui
  • Renungan Harian Katolik: Yesus, Gembala Baik Minggu 26 April 2026
  • Jamaah Haji Berbondong-Bondong ke Masjid Nabawi untuk Sholat Jumat Pertama
  • Prediksi Borneo FC vs Semen Padang, Peluang Pesut Etam Kalahkan Persib Bandung
  • Opini: Kekuasaan Meritokrasi dan Kelompok Marhaen
  • Alasan Mengejutkan Pria Tusuk Kakek 4 Cucu Hingga Tewas, Dia Tak Sopan
  • Purbaya Umumkan Kebijakan Ekonomi, Mulai dari Pajak Tol hingga Pungutan Selat Malaka
  • Latihan PAT Informatika Kelas 8 SMP 2026 dengan Jawaban Terbaru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Dokter Tifa Serang Roy Suryo, Ajak Debat, Sebut Rismon Seperti Preman
Politik

Dokter Tifa Serang Roy Suryo, Ajak Debat, Sebut Rismon Seperti Preman

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik Dokter Tifa terhadap Pernyataan Rismon Sianipar

Tifauzia Tyassuma, tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7, Joko Widodo, memberikan kritik terhadap pernyataan Rismon Sianipar. Ia menyoroti pernyataan Rismon yang menyebut tulisan Roy Suryo dalam buku Jokowi’s White Paper tidak memiliki nilai.

Pernyataan tersebut disampaikan Rismon setelah ia memilih jalur restorative justice dan menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi. Langkah ini berujung pada terbitnya Surat Penghentian Penyidikan (SP3), sehingga ia kini tidak lagi berstatus sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Rismon, Roy Suryo, dan Dokter Tifa masuk dalam daftar tersangka pada klaster kedua perkara dugaan ijazah palsu yang menuduh keabsahan ijazah mantan presiden tersebut. Buku Jokowi’s White Paper yang disusun oleh Roy, Rismon, dan Dokter Tifa mengulas soal ijazah Jokowi. Buku ini terdiri dari 49 halaman, mulai dari bab 1 hingga bab 6.

Mengenai tulisan Roy, Rismon menyebutnya kurang pantas karena menggunakan istilah “Termul” dalam penelitian ilmiah. Menurutnya, penggunaan diksi “Termul” menunjukkan bahwa Roy Suryo bias sebagai peneliti. Bahkan, Rismon menyatakan bahwa dalam buku tersebut tidak dituliskan bahwa ijazah Jokowi 99,99 persen palsu.

Dokter Tifa merasa tidak terima dengan pernyataan Rismon tersebut dan mempertanyakan status keilmuan Rismon. Ia menegaskan bahwa legitimasi keilmuan bisa berasal dari dua sumber, yaitu dari seorang akademisi atau pengakuan secara empirical base berdasarkan data nyata, pengamatan langsung, pengukuran, atau pengalaman.

Ia menegaskan bahwa tidak ada yang boleh melakukan judgement terhadap seseorang yang keilmuannya bukan kompetensi kita. “Nah ini saya malah jadi bertanya kepada Rismon, benarkah dia ilmuwan? Sebab ilmuwan tuh tipikalnya enggak seperti itu,” ujarnya.

Penjelasan Rismon tentang Penggunaan Istilah Termul

Rismon sebelumnya menyinggung tulisan Roy pada bab 4 dalam buku tersebut, yakni berisi “Antara pelaporan TPUA vs Jokowi beserta para Termulnya”. Menurut Rismon, penggunaan istilah “Termul” dianggap kurang pantas dalam penelitian ilmiah. “Kan enggak cocok ya dalam sebuah tulisan yang harusnya ilmiah tetapi melabel orang, bukan hanya dalam hal percakapan saja ya, ucapan, tetapi tulisan juga dikatakan Termul ya, itu tidak pantas,” tegas Rismon.

Ia menilai bahwa Roy lebih cocok sebagai politisi daripada peneliti. Rismon menekankan bahwa penggunaan diksi “Termul” menunjukkan bias sebagai peneliti. “Harusnya itu kan dibuang diksi-diksi semacam itu, karena kita harus menempatkan kebenaran ilmiah tanpa preferensi.”

Selain itu, Rismon menyebut bahwa penelitian yang dilakukan oleh Roy meragukan dan menyebutnya sebagai suatu kebohongan publik. Ia menantang Roy untuk debat berdua. “Kita bukan masalah benci atau tidak benci, tetapi tempatkan hasil penelitian itu di ruang penelitian, siap enggak? Roy Suryo saya tantang, berdua aja, enggak usah dibawa cheerleader-nya (kubunya), dua orang aja di sebuah podcast atau di televisi, dua orang aja gitu loh, biar jangan ngelantur,” ungkap Rismon.

Penilaian Rismon terhadap Klaim Roy Suryo

Rismon juga menyatakan bahwa klaim Roy soal ijazah Jokowi palsu 99,9 persen hanya kebohongan yang terus diulang-ulang. “Sehingga publik itu percaya, ‘Oh Roy Suryo itu researcher, peneliti’. Sejak kapan sih dia mengklaim dirinya peneliti sebelum kasus ini?” tanya Rismon.

Ia menilai bahwa Roy tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dalam penelitiannya. “Padahal itu terimplementasi dalam ilmu digital image processing,” jelas Rismon.

Oleh karena itu, Rismon mengatakan bahwa Roy Suryo selalu menghindar ketika ditanya soal penelitian 49 halaman di buku Jokowi’s White Paper. “Tapi kan bukan begitu caranya nanti di pengadilan, memangnya bisa menghindar dengan segala macam tuduhannya? Dia akan dicecar gitu loh.”

Menurut Rismon, klaim Roy bahwa ijazah Jokowi 99,99 persen palsu adalah pembohongan publik yang terus diulang-ulang. “Sekali lagi saya ungkapkan dia dewa yang tidak pernah salah, pakar yang paling pakar se-Indonesia ya dan itu dipercaya publik, menurut kalian, benar enggak seperti itu?” kata Rismon.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Opini: Kekuasaan Meritokrasi dan Kelompok Marhaen

28 April 2026

Trump Ubah Keputusan, Batal Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Perundingan Iran

28 April 2026

Akui Pernikahan Siri dengan Insanul Fahmi, Inara Rusli Lupa Penghulu Tanpa Surat dan Saksi

28 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

4 Jenis Pola Pikir Keuangan yang Harus Kamu Ketahui

28 April 2026

Renungan Harian Katolik: Yesus, Gembala Baik Minggu 26 April 2026

28 April 2026

Jamaah Haji Berbondong-Bondong ke Masjid Nabawi untuk Sholat Jumat Pertama

28 April 2026

Prediksi Borneo FC vs Semen Padang, Peluang Pesut Etam Kalahkan Persib Bandung

28 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?