Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 27 April 2026
Trending
  • Ketika Mati Rasa: Profesional Berperilaku Binatang
  • Asosiasi Dorong Pemerintah Indonesia Terapkan THR untuk Kurangi Perokok
  • Live Gratis Indosiar: Laga Timnas U17 Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U17 Hari Ini
  • Trump Kehilangan Senjata, Stok Rudal Pentagon Menipis Selama Perang Iran-Israel
  • BNI Segera Kembalikan Rp28 M Dana Jemaah Gereja Paroki Aek Nabara, Ini Awal Mula Kasus Terbongkar
  • Realme Narzo 100 Lite 5G resmi dirilis, baterai besar dan sertifikasi IP64 dengan harga terjangkau
  • Baterai PHEV Terbesar Dunia Siap Produksi: Era Baru Mobil Hybrid Dimulai
  • Harga emas Antam melonjak turun Rp 44.000 per gram pada hari ini, 20 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Ekonom: Impor Minyak Rusia Tertunda Kontrak dan Pembayaran
Ekonomi

Ekonom: Impor Minyak Rusia Tertunda Kontrak dan Pembayaran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 April 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rencana Impor Minyak Mentah dari Rusia

Rencana Indonesia mengimpor minyak mentah (crude) dari Rusia dianggap masih memiliki beberapa tantangan. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menyebutkan bahwa hambatannya berada pada eksekusi teknis dan isu mata uang yang digunakan.

Diketahui bahwa Indonesia akan mengimpor crude dari Rusia, dan proses pengirimannya berpeluang dimulai bulan ini. Rencana tersebut merupakan salah satu hasil pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pekan lalu.

Pemerintah mengatakan alasan impor Rusia ini dilakukan karena kondisi geopolitik dunia tidak menentu. Menurut pemerintah, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pasokan dari satu negara, namun harus diversifikasi sehingga jumlah pasokan crude bisa bertambah.

Syafruddin menyebut potensi impor dimulai bulan ini sangat memungkinkan secara politik, namun belum tentu mudah secara operasional. Menurutnya, pasokan minyak Rusia sudah dibidik pemerintah jauh sebelum kunjungan negara terlaksana. Hal ini terlihat dari keterangan Kementerian Luar Negeri bahwa kedua negara sedang membahas kontrak jangka panjang untuk pasokan energi.

Fakta ini menunjukkan pintu negosiasi telah terbuka dan kebutuhan strategisnya nyata, terutama saat krisis energi global mendorong banyak negara mencari pasokan baru. Meski begitu, Syafruddin mengatakan masyarakat perlu membedakan antara kesepakatan politik, permintaan komersial, dan realisasi impor fisik.

“Sampai saat ini, dokumen yang ada lebih kuat menunjukkan tahap penjajakan serius dan perumusan skema. Belum menunjukkan crude tertentu sudah dikunci, tankernya sudah ditetapkan, dan jadwal bongkar sudah final,” kata Syafruddin kepada Indonesiadiscover.com, Jumat (17/4).

Oleh sebab itu, baginya realisasi impor Rusia bulan ini masih bergantung pada hasil keputusan politik dan pembahasan kontrak dibahas secara cepat. Tak hanya itu eksekusinya juga masih tergantung pada penyelesaian aspek kontrak, pengiriman, pembiayaan, dan sistem pembayaran.

Tantangan dalam Impor Crude dari Rusia

Tak Bisa Impor Cepat

Dia menyebut impor energi dari Rusia tidak bisa dilakukan secepat membalik telapak tangan, karena hambatannya jauh lebih banyak daripada sekadar menemukan penjual dan pembeli.

“Prabowo sendiri menegaskan perlunya percepatan implementasi proyek Indonesia-Rusia, terutama pada transaksi keuangan dan hubungan moneter. Pernyataan ini menunjukkan bahwa bottleneck utama justru berada pada eksekusi teknis,” ujarnya.

Syafruddin mengatakan ada empat hambatan utama eksekusi impor crude Rusia. Hambatan pertama berupa kontrak, meliputi volume, jenis komoditas, formula harga, jadwal pengiriman, dan tanggung jawab risiko harus disepakati rinci. Hambatan kedua adalah logistik terdiri atas rute pelayaran panjang, ketersediaan tanker, asuransi, slot bongkar, dan kesiapan fasilitas penerima. Hambatan ketiga adalah kondisi pasar. Laporan perdagangan produk minyak Asia menunjukkan pasar regional sedang ketat dan mahal, dengan premi tinggi pada mogas, jet fuel, dan gasoil. Dalam pasar seperti ini, pengaturan volume dan waktu pengiriman menjadi lebih kompleks. Hambatan keempat adalah settlement. Baginya kehadiran gubernur bank sentral Rusia dalam pertemuan Kremlin menandakan pembahasan menyentuh kanal pembayaran resmi.

Isu Mata Uang dalam Transaksi

Selain empat hambatan, menurut Syafruddin ada satu isu utama yang menjadi jantung pembahasan dalam agenda impor ini, yaitu mata uang. Itulah sebabnya Presiden Prabowo menyoroti langsung monetary relations dan financial transactions sebagai bidang yang perlu dipercepat.

Dia menyebut hal ini menandakan tantangan paling penting bukan hanya pasokan energinya, tetapi bagaimana transaksi itu diselesaikan secara aman, sah, dan efisien.

“Opsi yang paling realistis adalah penggunaan mekanisme pembayaran resmi yang disepakati kedua negara, baik melalui mata uang nasional, mata uang ketiga, maupun settlement bilateral khusus yang didukung otoritas moneter dan lembaga keuangan,” katanya.

Syafruddin menyampaikan transaksi ini jika dibayangkan secara teori juga bisa dilakukan menggunakan kripto, namun secara praktis masih sangat lemah untuk transaksi energi antarnegara yang bernilai besar. Menurutnya Kripto membawa volatilitas tinggi, ketidakpastian regulasi, risiko kepatuhan, serta persoalan audit dan pengakuan kontrak. Dalam perdagangan energi, pembeli dan penjual membutuhkan kepastian hukum, bukan eksperimen instrumen.

Baginya Kehadiran Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina dalam pembicaraan Kremlin memperkuat dugaan kedua pihak sedang menyiapkan jalur pembayaran yang formal dan terkendali.

“Jadi, kemungkinan menggunakan kripto masih jauh dari opsi utama. Jalur yang paling masuk akal tetap sistem resmi antar bank dan antar otoritas yang mampu menopang kontrak energi jangka panjang,” ujar dia.

Hambatan dari AS

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo mengatakan impor crude dari Rusia terhambat oleh faktor politik Amerika Serikat (AS). Menurutnya posisi Rusia saat ini masih berada dalam pengawasan sanksi negara yang dipimpin Donald Trump.

Meskipun ada kabar pelonggaran sanksi, namun tak ada pihak yang tau apakah hal ini bersifat permanen atau sementara. “Perlu lobby tingkat tinggi antara AS dan Indonesia, pemerintah harus menjelaskan kondisi negara saat ini mengalami defisit energi dan butuh penanganan segera. Kendati demikian RI juga tetap komitmen melaksanakan ART dan mengimpor sebagian komoditas dari sana sehingga bisa menjadi win-win solution,” kata Hadi kepada Indonesiadiscover.com.

Menurut Hadi, sejauh ini impor crude dari Rusia masih memungkinkan. Senada dengan Syafruddin, hal ini bergantung pada kesepakatan dua pihak terkait volume, harga, spesifikasi, dan lokasi pengiriman. Jika impor dikirim melalui pelabuhan mereka yang ada di Eropa, maka butuh waktu 50-60 hari untuk sampai di tanah air. Akan tetapi jika pelabuhan pengirimannya berada di Asia maka kemungkinan impor sampai Indonesia hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hari saja.

Hadi mengatakan meski lebih cepat, biaya pengiriman kapal dari Rusia memang lebih mahal jika dibandingkan dengan Timur Tengah. Kendati demikian, dia menyebut harga minyak Rusia jauh lebih rendah US$ 10-13 per barel dari harga minyak acuan Brent. “Secara komersial ini sangat menarik. Pembayarannya juga kemungkinan bisa dilakukan dengan menggunakan mata uang Rubbel atau Yuan Cina, jika tak bisa menggunakan dollar,” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Harga BBM Malaysia Melonjak 10 Kali Akibat Konflik Timur Tengah

26 April 2026

6 Ide Bisnis dekat Pesantren yang Menguntungkan

26 April 2026

Jepang Salurkan Rp171,4 Triliun Atasi Krisis Energi ASEAN

26 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ketika Mati Rasa: Profesional Berperilaku Binatang

27 April 2026

Asosiasi Dorong Pemerintah Indonesia Terapkan THR untuk Kurangi Perokok

27 April 2026

Live Gratis Indosiar: Laga Timnas U17 Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U17 Hari Ini

27 April 2026

Trump Kehilangan Senjata, Stok Rudal Pentagon Menipis Selama Perang Iran-Israel

27 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?