Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 6 Juli 2026
Trending
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
  • 10 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026: Jepang dan Filipina Mewakili Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Mengapa Bonsai Tetap Kecil Meski Berusia Ratusan Tahun?
Ragam

Mengapa Bonsai Tetap Kecil Meski Berusia Ratusan Tahun?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 April 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Apa Itu Pohon Bonsai?

Pohon bonsai adalah tanaman yang memiliki ukuran kecil, namun mampu menarik perhatian siapa saja yang melihatnya. Meskipun berukuran kecil, pohon bonsai memiliki pesona yang tidak kalah menakjubkan dibandingkan pohon-pohon besar di sekitarnya. Taji yang lebat, batang kokoh, dan bentuk yang bervariasi adalah bagian dari seni yang tidak semua orang mampu menciptakannya. Namun, apa alasan pohon bonsai tetap berukuran kecil meskipun umurnya sudah puluhan bahkan ratusan tahun? Melalui artikel ini, kita akan belajar lebih dalam tentang apa itu pohon bonsai, bagaimana bonsai terbentuk, jenis-jenis bonsai, dan mengapa ukurannya tetap kecil.

Spesimen bonsai adalah pohon dan semak biasa yang dikerdilkan melalui sistem pemangkasan akar dan cabang, serta membentuk cabang dengan mengikatnya menggunakan kawat. Tanaman seni ini berasal dari Tiongkok, diperkirakan lebih dari 1.000 tahun yang lalu, pohon-pohon dibudidayakan dalam nampan, wadah kayu, dan pot tanah liat serta dilatih dalam bentuk-bentuk yang naturalistik. Bonsai dapat hidup selama berabad-abad, bahkan dapat diwarisakan dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai harta keluarga. Estetika skala menuntut jarum daun yang pendek pada tumbuhan tunjung dan daun yang relatif kecil pada pohon berdaun gugur.

Spesimen bonsai yang baik biasanya dilihat dari seberapa tahan banting pohon tersebut dan dapat dipelihara di luar ruangan sepanjang tahun di daerah musim dingin yang ringan. Bonsai juga dapat dibawa masuk ke dalam rumah untuk dijadikan hiasan di sudut-sudut rumah. Bonsai terkecil (keishi dan shito) memiliki ukuran sekitar 2 inci (5-7 cm) tingginya, dan dimulai dari biji atau stek, yang mana mungkin membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk mencapai tahap kualitas maksimal. Pemilihan wadah yang tepat untuk menanam bonsai adalah bagian yang tak kalah penting. Pot bonsai biasanya terbuat dari tanah liat, dengan atau tanpa lapisan glasir berwarna di bagian luarnya. Bentuknya pun bervariasi, mulai dari bulat, oval, persegi, dan persegi panjang.

Pemilihan wadah atau pot dilakukan dengan cermat agar selaras dalam warna dan proporsi pohon. Jika wadahnya persegi panjang atau oval, maka ditanam tidak tepat di tengah antara titik tengah dan salah satu sisi, sesuai dengan lebar cabang.

Bagaimana Pohon Bonsai Dibuat?

Pohon bonsai dapat ditanam dari biji, dimulai dari stek, atau dipanen di alam liar. Cara paling aman untuk mendapatkan tanaman baru untuk bonsai adalah melalui pembibitan yang terpercaya. Pilihlah spesimen bonsai yang tingginya 15 hingga 20 cm dan memiliki batang yang kuat, meruncing, dan bebas dari bekas luka atau cacat. Tentukan bagaimana gaya bonsai yang diinginkan seperti tegak, miring, air terjun, atau bentuk bonsai lainnya. Pemangkasan dan pengkawatian bonsai biasanya dimulai pada tahun kedua dan seterusnya. Pemilihan pot juga sangat penting, yang mana pot bonsai biasanya dangkal dan selalu memiliki lubang drainase.

Setelah memilih spesimen, menanam pohon muda ke dalam pot adalah langkah pertama dalam mengubahnya menjadi pohon bonsai. Proses menumbuhkan pohon bonsai memang memakan waktu hingga bertahun-tahun, dengan adanya langkah-langkah di bawah ini akan membantu memudahkan kamu yang ingin menanam bonsai, berikut penjelasannya:

  • Pastikan tanaman muda disiram dengan baik sebelum dipindahkan ke pot.
  • Siapkan pot dengan memasukkan seutas kawat bonsai berukuran kecil melalui lubang drainase untuk menopang pohon.
  • Letakkan lapisan tipis kerikil di dasar pot untuk drainase dan tutup sementara lubang drainase.
  • Keluarkan pohon bonsai dari pot lamanya, dan singkirkan tanah di sekitar akar.
  • Rutin periksa bagian akarnya dan buanglah bagian akar yang mati atau rusak sebelum merambat ke bagian yang lain.
  • Pangkas akarnya sekitar dua pertiga. Proses ini mengendalikan pertumbuhan akar dalam menciptakan dan memelihara bonsai.

Jenis-Jenis Pohon Bonsai

Bonsai memiliki banyak jenis dengan segala keindahan, perawatan, dan kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda. Di bawah ini adalah jenis-jenis pohon bonsai dengan ciri khasnya:

  • Juniper: Bonsai yang tahan terhadap pemangkasan berat dan ideal untuk mempelajari teknik pengkabelan.
  • Ficus: Bonsai paling umum yang biasanya ditemukan dalam ruangan, jenis bonsai ini tidak memerlukan penyiraman yang konsisten.
  • Maple merah Jepang: Pohon yang terjangkau dan tahan terhadap kesalahan pemangkasan. Bonsai yang satu ini membutuhkan penyiraman yang rutin.
  • Bonsai elm Cina: Bonsai yang satu ini memiliki adaptasi luar biasa karena kemampuannya bertahan hidup di dalam atau luar ruangan.
  • Pinus: Bonsai pinus cukup banyak ditemukan dan dapat dibentuk menjadi hampir semua gaya bonsai yang dikenal. Bonsai pinus dicirikan dengan jarum daun yang muncul dalam kelompok dua hingga lima, serta kulit kayu tampak bersisik.
  • Pohon cedar: Pohon bonsai cedar membutuhkan perawatan dan keahlian khusus agar dapat tumbuh dengan baik dan cocok untuk penanam yang sudah berpengalaman mengurus bonsai. Kulit kayu cedar cenderung kasar dan bergerigi, yang menjadikannya pilihan populer di kalangan penggemar bonsai.
  • Pohon ara menangis: Ciri khas pohon ini adalah tajuknya yang indah menyerupai payung, serta akar permukaan tampak melilit yang menjadikannya begitu unik dari bonsai yang lain. Bonsai ini beradaptasi dengan baik untuk tumbuh di dalam ruangan dan sering ditanam sebagai tanaman hias sepanjang tahun.

Mengapa Ukuran Pohon Bonsai Tetap Kecil?

Pohon bonsai tidak tumbuh kecil begitu saja, pohon ini memerlukan perawatan khusus sehingga ukurannya tetap konsisten. Bahkan ketika ditanam di tanah pun, mereka berpotensi mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Jadi, meskipun umurnya ratusan tahun, bonsai tetaplah berukuran kecil. Lalu bagaimana ini bisa terjadi?

  • Pembatasan akar: Secara alami, akar bonsai akan tumbuh dan menyebar jauh ke dalam tanah untuk menjangkau keberadaan air serta nutrisi sebanyak mungkin. Semakin banyak yang didapat, semakin besar pertumbuahnnya. Itulah mengapa, akar pohon bonsai tetap kecil, maka diperlukan pot yang diangkal.
  • Menanam bonsai dalam pot dangkal justru meminimalkan volume air dan nutrisi yang dapat diserapnya dalam satu waktu. Jangan salah, ini tidak membuat pohon bonsai kelaparan, tetapi memang pada dasarnya membatasi asupan nutrisinya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemangkasan akar setiap beberapa tahun sekali.
  • Pemangkasan: Pohon memiliki kemampuan untuk mengirimkan sebagian besar energi pertumbuhannya ke titik tertinggi. Fungsi ini ada untuk membantu pohon bersaing dengan pohon lain dalam mendapatkan sinar matahari karena pola pertumbuhannya vertikal.
  • Oleh karena itu, untuk mencegah bonsai tumbuh ke atas, maka tunas baru di ujung cabang secara konsisten dipangkas atau dipotong. Proses ini meminta pohon untuk mengalihkan energinya ke cabang bawah.
  • Pengkabelan pohon bonsai: Pengkabelan yang menciptakan cabang horizontal dan mengarah ke bawah dapat membantu menjaga agar pohon bonsai tetap kecil. Proses ini menciptakan hambatan, yang mengganggu dan memperlambat aliran getah dan hormon pertumbuhan secara vertikal. Ketiadaan getah dan hormon mendorong pohon untuk menumbuhkan tunas belakang yang lebih pendek dan lebih padar, lebih dekat ke batang, daripada tumbuh lebih tinggi.

Sebagai penutup, bonsai merupakan pohon miniatur yang dirawat menggunakan metode pemangkasan dan pembentukan khusus agar ukurannya tetap kecil. Bonsai tetap berukuran kecil karena rutin dilakukan pemangkasan, pembatasan akar, dan pengkabelan. Bonsai kemungkinan tumbuh besar seperti pohon pada umumnya jika ditanam di tanah langsung.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

30 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?