Laga Klasik Persija vs Persebaya: Ujian Berat bagi Macan Kemayoran
Laga klasik antara Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya akan menjadi pertandingan yang sangat dinantikan dalam pekan ke-27 Super League 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada hari Sabtu (11/4/2026). Bagi Persija, laga ini menjadi ujian berat mengingat mereka tertinggal sembilan poin dari Persib Bandung, sekaligus kesempatan untuk menjaga posisi di papan tengah klasemen.
Persija baru saja menelan kekalahan 2-3 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-26. Hasil itu membuat mereka semakin tertinggal dari Persib Bandung yang kokoh di puncak klasemen dengan 61 poin. Saat ini Persija mengoleksi 52 poin dan peluang juara masih terbuka secara matematis, meski sangat tipis. Mereka harus menyapu bersih delapan laga tersisa untuk menjaga asa.
Pelatih Mauricio Souza tetap optimis. “Kami akan terus bekerja keras dan berjuang sekuat tenaga demi menghormati Persija. Klub telah memberikan segala yang kami butuhkan untuk bekerja secara maksimal hingga saat ini,” ujarnya. Ia menambahkan, “Selama secara matematis peluang itu masih ada, kami akan terus berjuang hingga pertandingan terakhir musim ini.”
Pertandingan melawan Persebaya menjadi langkah awal penting. Kemenangan akan menjaga peluang, sementara kekalahan bisa menutup pintu juara lebih cepat.
Persebaya Surabaya Pincang
Persebaya datang dengan kondisi skuad yang belum sepenuhnya fit. Sejumlah pemain inti seperti Ernando Ari, Bruno Moreira, Arief Catur, Francisco Rivera, Gali Freitas, Malik Risaldi, dan Bruno Paraiba masih dalam pemulihan. Pelatih Bernardo Tavares menegaskan kebugaran pemain menjadi faktor penentu. “Kami akan melihat perkembangan para pemain sepanjang minggu ini, apakah kondisinya cukup baik untuk dimainkan saat menghadapi Persija,” ujarnya.
Tavares mengingatkan bahwa Persija pernah menang 3-1 di Surabaya pada putaran pertama. Karena itu, analisis lawan dilakukan sejak sesi latihan perdana usai kemenangan atas Persita. “Ini menjadi latihan pertama kami setelah pertandingan terakhir melawan Persita. Kami sudah mulai menganalisis Persija. Mereka adalah tim yang kuat dan berhasil menang 3-1 pada pertemuan pertama,” jelasnya.
Meski pincang, Persebaya tetap berpotensi menyulitkan Persija. Rivalitas panjang membuat laga ini selalu sarat gengsi dan sulit diprediksi.
Absennya Bintang dan Susunan Pemain
Persija dipastikan tidak diperkuat Jordi Amat dan Thales Lira. Jordi absen karena kartu merah, sementara Thales terkena akumulasi kartu kuning. Tavares menegaskan hal itu bukan keuntungan bagi Persebaya. “Saya tidak melihat itu sebagai keuntungan bagi kami. Jordi dan Thales memang pemain bagus, tetapi Persija masih memiliki banyak pemain berkualitas yang siap menggantikan mereka,” ucapnya.
Persija juga menyoroti debut kurang meyakinkan Cyrus Margono yang kebobolan tiga gol melawan Bhayangkara. Sorotan besar tertuju pada sektor pertahanan Macan Kemayoran.
Susunan pemain Persija diprediksi: Carlos Eduardo; Donny Tri Pamungkas, Paulo Ricardo, Rizky Ridho, Fajar Faturrahman; Fabio Calonego, Jean Mota, Van Basty Sousa; Maxwell Souza, Allano Lima, Eksel Runtukahu.
Persebaya berharap memiliki lebih banyak opsi dibanding laga sebelumnya. Tavares menekankan konsistensi sebagai kunci. “Kami harus menjaga sikap baik yang ditunjukkan saat melawan Persita. Baik ketika menguasai bola maupun saat tidak menguasai bola, itu yang membuat kami lebih kuat,” tegasnya.
Antusiasme The Jakmania Tetap Tinggi
Panitia pelaksana Persija menyiapkan 60 ribu tiket untuk laga klasik melawan Persebaya. Angka ini hasil diskusi dengan PP The Jakmania dan sudah mendapat izin kepolisian. Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief, menyebut tiket tersebut termasuk komplimen. Penjualan dilakukan secara online, sementara pemegang KTA The Jakmania mendapat akses khusus mulai 9 April 2026.
Jika tiket terjual habis, Persija berpeluang memecahkan rekor penonton. Rekor sebelumnya terjadi saat menjamu Arema FC dengan 56.898 penonton. Meski Persija kalah dalam laga itu, The Jakmania tetap tertib. Hal ini menjadi bukti loyalitas suporter terhadap tim kesayangan.
Ferry optimistis antusiasme tetap tinggi meski Persija sedang dalam tren negatif. “Kemarin memang kami sama-sama kecewa ketika kalah di Lampung, tapi saat komunikasi dengan The Jakmania mereka bilang masih tetap antusias soalnya lawannya Persebaya,” ujarnya.



