Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 6 April 2026
Trending
  • 5 iPhone dengan Baterai Terbaik di Awal 2026, Termasuk Harga iPhone 15 Plus
  • Link Pendaftaran Beasiswa Amartha Cendekia 2026 untuk Siswa SMA Kelas 11
  • Keseruan bermain ombak di Lalagoon Waterpark, destinasi wisata baru Jatinangor Sumedang
  • Pembaruan Peringkat FIFA Timnas Indonesia dan Jadwal Pertandingan Berikutnya, Masih Penuh Tantangan
  • Jejak Bupati dan Wabup Lebak yang Heboh Saat Halalbihalal, Ini Faktanya
  • Misteri Kematian Wilhelmus Asa Membuat Publik Desak Penyelidikan Mendalam
  • Ibu-ibu Berlomba Motor Matic di Kaki Gunung Masurai, Ngepot-ngepot Adu Gas
  • Prakiraan Cuaca Mentawai: Hujan Ringan Siang hingga Dini Hari 30 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Ibu-ibu Berlomba Motor Matic di Kaki Gunung Masurai, Ngepot-ngepot Adu Gas
Otomotif

Ibu-ibu Berlomba Motor Matic di Kaki Gunung Masurai, Ngepot-ngepot Adu Gas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebahagiaan di Lapangan Sepak Bola Desa Renah Alai

Di tengah suasana Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, lapangan sepak bola Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, menjadi tempat yang penuh dengan kegembiraan. Debu tanah beterbangan, namun sorak sorai dan tawa warga mengisi udara. Di sini, para ibu-ibu berlomba memacu motor matic di lintasan sederhana yang dibuat di dalam lapangan.

Para peserta, baik yang berdaster maupun bercelana panjang, menunjukkan semangat luar biasa. Mereka adu cepat seperti pebalap profesional, meski tidak memiliki pengalaman balap sebelumnya. Dalam video tersebut, terlihat beberapa ibu-ibu melakukan cornering dengan leg out atau satu kaki turun ala pebalap grasstrack. Ada juga yang melakukan kneedown, tetapi tidak ada yang melakukan wheelie.

Suasana semakin meriah dengan sorakan dari warga, keluarga, dan anak-anak yang memberi dukungan. Tidak ada wajah tegang seperti di arena balap profesional. Yang terlihat justru senyum lepas dan tawa renyah. Para peserta tampak antusias, meskipun sebagian dari mereka lebih akrab dengan jalan kebun daripada lintasan balap.

Inisiatif Karang Taruna

Kepala Desa Renah Alai, Hasan Basri, menjelaskan bahwa turnamen balap motor matic ini merupakan inisiatif pemuda Karang Taruna untuk memeriahkan suasana Lebaran di desa. “Benar, itu kegiatan Karang Taruna dalam rangka memeriahkan Idulfitri 1447 H,” ujarnya.

Pemerintah desa mendukung kegiatan ini agar warga tidak berkendara jauh ke luar desa dan menghindari kecelakaan. “Kami dari pemerintah desa mendukung, supaya warga tidak berkendara jauh ke luar desa dan menghindari kecelakaan,” tambahnya.

Dari Laki-laki ke Perempuan

Awalnya, lomba balap motor ini dirancang untuk peserta laki-laki. Namun, antusiasme justru datang dari kalangan ibu-ibu. Tergiur hadiah dan ingin mencoba sensasi berbeda, mereka pun ikut mendaftar. “Awalnya untuk laki-laki, tapi ibu-ibu malah ikut. Ternyata yang paling meriah justru emak-emak,” kata Hasan Basri sambil tertawa.

Banyak dari mereka biasa naik motor ke kebun, jadi merasa tertantang. Turnamen itu digelar selama empat hari, mulai Sabtu hingga Selasa, bertepatan dengan suasana libur Idulfitri. Setiap peserta hanya perlu membayar uang pendaftaran Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Pemenang langsung mendapatkan hadiah di setiap putaran lomba.

Lebih dari Sekadar Balapan

Lebih dari sekadar balapan, kegiatan ini menjadi ruang hiburan sekaligus perekat kebersamaan warga. Di tengah meningkatnya arus wisata ke kawasan Jangkat saat Lebaran, pemerintah desa sengaja menghadirkan kegiatan lokal agar warga tak perlu bepergian jauh.

“Daripada warga ‘round’ ke luar desa, jalanan ramai dan rawan macet, lebih baik kita buat kegiatan di desa sendiri,” jelas Hasan Basri. “Yang penting warga senang, aman, dan kebersamaan tetap terjaga.”

Menurut Hasan Basri, di Desa Renah Alai, Idulfitri tahun ini bukan hanya tentang silaturahmi dan hidangan khas Lebaran. Ini tentang keberanian ibu-ibu menarik gas motor, tawa yang lepas, dan kebahagiaan sederhana yang lahir dari kebersamaan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengakuan Marquez atas Kesalahan terhadap Rossi di Sprint MotoGP 2026

6 April 2026

Veda Konsisten, Pembalap Gunungkidul Mulai dari Posisi 4 di Moto3 Amerika Malam Ini

6 April 2026

Arcfox T1 Siap Menggebrak Pasar dengan EV Murah Jarak 400 km di GIIAS 2026

6 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 iPhone dengan Baterai Terbaik di Awal 2026, Termasuk Harga iPhone 15 Plus

6 April 2026

Link Pendaftaran Beasiswa Amartha Cendekia 2026 untuk Siswa SMA Kelas 11

6 April 2026

Keseruan bermain ombak di Lalagoon Waterpark, destinasi wisata baru Jatinangor Sumedang

6 April 2026

Pembaruan Peringkat FIFA Timnas Indonesia dan Jadwal Pertandingan Berikutnya, Masih Penuh Tantangan

6 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?