Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 3 April 2026
Trending
  • Daftar 7 Berita Terpilih Hari Ini: Nelayan Lingga Ditemukan di Laut Jambi
  • Akhir Era Casemiro, Awal Revolusi: Gelandang Italia Jadi Fernandes Baru di Old Trafford
  • Unggah postingan mengharukan, Reza Arap izin berpindah dari Lula Lahfah
  • KPPU Vonis 97 Fintech Lending Langgar Aturan Bunga, Ini Tanggapan OJK
  • 6 Alasan Mengapa Trading Forex Geopolitik Sering Merugikan
  • Wajib Baca: Cara Benar Mengatur Google Maps Agar Tidak Tersesat
  • Aturan Ganjil Genap di Jakarta Hari Ini, 30 Maret 2026
  • 6 gagang tangga minimalis unik, tingkatkan keindahan rumah!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Bhima Yudhistira, Ekonom Muda yang Minta Anggaran MBG untuk Subsidi BBM
Politik

Bhima Yudhistira, Ekonom Muda yang Minta Anggaran MBG untuk Subsidi BBM

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ekonom Minta Pemerintah Geser Anggaran Program Besar untuk Jaga Subsidi Energi

Potensi krisis energi global akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah mendorong pemerintah Indonesia untuk segera menyiapkan strategi fiskal agar tidak terkena tekanan. Salah satu langkah yang dinilai bisa dilakukan adalah menggeser anggaran dari program yang belum mendesak untuk menjaga subsidi energi dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai pemerintah sebenarnya memiliki ruang untuk menyelamatkan fiskal dengan mengalokasikan ulang anggaran dari beberapa program besar yang saat ini berjalan.

Menurutnya, jika realokasi anggaran dilakukan, maka subsidi energi dan BBM bisa tetap terjaga tanpa harus menaikkan harga.

“Subsidi energi harus dijaga bukan dengan naikkan harga BBM atau LPG, tapi geser anggaran dulu,” ujar Bhima, dikutip dari sumber independen.

Usul Pangkas Anggaran Program Jumbo

Bhima menilai terdapat beberapa program yang belum terlalu mendesak untuk diprioritaskan dalam situasi potensi krisis energi. Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Perlu ada pembicaraan APBN Perubahan di DPR. Ada pos belanja yang belum urgen bisa dipangkas,” ucap Bhima.

“MBG dan Kopdes MP, pembangunan IKN total bisa hemat 340 triliun,” tambah dia.

Menurut Bhima, jika anggaran tersebut dialihkan, pemerintah akan memiliki cadangan anggaran untuk meredam tekanan fiskal sekaligus memberikan relaksasi terhadap defisit APBN.

“Cukup (anggaran itu) untuk tambal pelebaran defisit APBN,” tutur dia.

Kenaikan Harga BBM Diminta Jadi Opsi Terakhir

Pandangan serupa disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dari Center of Reform on Economics, Yusuf Rendy Manilet, yang menilai kebijakan menaikkan harga BBM sebaiknya menjadi pilihan terakhir karena berisiko menekan daya beli masyarakat dan memicu inflasi.

“Kenaikan harga itu opsi, tapi sebaiknya jadi pilihan terakhir karena dampaknya langsung ke inflasi dan daya beli,” kata Yusuf.

Ia menekankan bahwa langkah awal yang perlu dilakukan pemerintah adalah mengendalikan tekanan fiskal melalui efisiensi belanja dan memastikan subsidi energi tepat sasaran.

“Yang lebih penting di tahap awal adalah mengelola tekanan fiskalnya dulu. Artinya, pemerintah perlu memastikan subsidi energi tetap terkendali, misalnya dengan memperketat penyaluran agar lebih tepat sasaran dan mengurangi kebocoran,” ujar dia.

“Di saat yang sama, perlu ada efisiensi belanja, terutama dari program-program yang ruang penyesuaiannya masih ada, supaya beban subsidi tidak langsung mendorong defisit melebar,” tambah Yusuf.

Menurut Yusuf, program dengan anggaran besar seperti MBG menjadi salah satu yang realistis untuk dikaji ulang dari sisi alokasi anggaran.

“Dengan alokasi anggaran yang sangat besar, MBG secara realistis menjadi salah satu pos yang paling punya ruang untuk penyesuaian,” ucap Yusuf.

Namun ia menegaskan bahwa program tersebut bukan berarti tidak penting, melainkan perlu penyesuaian dalam situasi tekanan fiskal.

“Di titik ini, program seperti MBG jadi relevan untuk dikaji karena dia menyerap anggaran besar yang sebenarnya bisa sebagian dialihkan sementara untuk meredam shock energi,” tegas dia.

Dampak Konflik Timur Tengah dan Harga BBM Asia

Konflik di Timur Tengah yang memicu Iran menutup jalur distribusi minyak mentah dunia melalui Selat Hormuz berpotensi memicu krisis energi global. Sejumlah negara di Asia seperti Singapura, Vietnam, Kamboja, hingga Filipina telah merespons dengan menaikkan harga BBM.

Kamboja tercatat telah menaikkan harga BBM sekitar 10 persen menjadi USD1,05 per liter. Sementara Vietnam, Laos, dan Filipina mengalami kenaikan harga BBM di kisaran 6 persen hingga 8 persen.

Kenaikan harga tersebut dipengaruhi fluktuasi Mean of Platts Singapore (MOPS), yang menjadi acuan harga produk minyak olahan di pasar Asia. Di tengah tekanan konsumsi energi, pemerintah Indonesia belum memutuskan untuk menaikkan harga BBM.

Salah satu opsi yang tengah disiapkan adalah kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) satu hari per minggu, dengan kemungkinan diperluas ke sektor swasta. Kebijakan WFH disebut-sebut mampu menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen, meskipun efektivitas kebijakan tersebut masih menjadi perdebatan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Unggah postingan mengharukan, Reza Arap izin berpindah dari Lula Lahfah

3 April 2026

Paskah di Tengah Kekacauan Dunia

3 April 2026

Perang, Hegemoni, dan Ujian Moral Peradaban: Refleksi Surat Al-Baqarah Ayat 30

2 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Daftar 7 Berita Terpilih Hari Ini: Nelayan Lingga Ditemukan di Laut Jambi

3 April 2026

Akhir Era Casemiro, Awal Revolusi: Gelandang Italia Jadi Fernandes Baru di Old Trafford

3 April 2026

Unggah postingan mengharukan, Reza Arap izin berpindah dari Lula Lahfah

3 April 2026

KPPU Vonis 97 Fintech Lending Langgar Aturan Bunga, Ini Tanggapan OJK

3 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?